-->

Sehat Cerah Indonesia

Sehat Cerah Indonesia

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI AGUSTUS 2020

EDISI AGUSTUS 2020
Berlanganan Isi form ato hub kami

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

WUJUDKAN KEMANDIRIAN PROTEIN HEWANI DENGAN PANCA KRIDA KEMANDIRIAN PANGAN NUSANTARA

On Oktober 05, 2020

Prof Ali Agus saat menyampaikan materinya. (Foto: Istimewa)

Untuk menjaga terjaminnya pasokan sumber protein hewani bagi generasi penerus bangsa, pengembangan industri peternakan diantaranya unggas, sapi, kerbau, kambing dan domba, serta ternak lainnnya sebagai produsen utama protein harus dilakukan.

Terlebih asupan gizi protein hewani bagi sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu prasyarat utama dalam membangun SDM Indonesia yang unggul dan kompetitif di era global saat ini. Sumber gizi protein hewani yang memiliki berbagai zat gizi esensial yang tidak bisa dipenuhi dari sumber pangan lain, berperan penting dalam pembentukan SDM dengan otak yang cerdas dan badan yang sehat.

Hal itu dibahas dalam Indonesia Livestock Club (ILC) #Edisi11 yang diselenggarakan Indonesia Livestock Alliance (ILA) dan Badan Pengembangan Peternakan Indonesia (BPPI), bekerja sama dengan Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI), Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) pada Sabtu (3/10/2020).

Hadir sebagai narasumber Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Prof Ali Agus, memaparkan tentang panca krida kemandirian pangan nusantara.

"Pertama, komitmen politik dan sinergisitas kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan pelaku usaha. Kedua, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lahan dan air untuk produksi protein hewani. Ketiga, kemandirian proses produksi protein hewani. Keempat, promosi dan pembudayaan pola konsumsi pangan protein hewani. Kelima, penguatan kelembagaan dan kualitas SDM," ujar Ali Agus. 

Dalam skala global, terlebih di era pandemi COVID-19, masing-masing negara memiliki tekad dan kewajiban untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya, termasuk protein hewani untuk membangun SDM unggul bangsa. Maka, di masa pandemi ini dengan segala keterbatasan, masing-masing negara lebih memprioritaskan rakyatnya sendiri agar dapat terpenuhi kebutuhan protein hewaninya. Dalam kondisi seperti itu, suatu negara yang tidak memiliki sumber protein hewani yang cukup, akan melakukan impor.

"Masalahnya ketika negara-negara produsen tersebut lebih mementingkan rakyat di dalam negerinya dibanding menjualnya ke luar negeri, produk protein hewani berisiko menjadi langka di pasar dunia. Itulah sebabnya sangat penting bagi Indonesia untuk memilik)i kemandirian akan sumber-sumber protein hewani," katanya.

Ali Agus juga menambahkan, "Menghadapi situasi itu, dalam rangka menyongsong Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-40 yang akan diperingati pada 16 Oktober 2020, sangat penting untuk kembali kita ingatkan para pemangku kepentingan baik di tingkat pemerintah, wakil rakyat, praktisi peternakan, akademisi, peneliti dan lainnya tentang pentingnya bersinergi dalam melakukan langkah bersama guna mewujudkan kemandirian protein hewani Bangsa Indonesia."

ILC yang sudah digelar untuk yang kesebelas kalinya ini, juga menghadirkan narasumber Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak Ir Fini Murfiani yang membawakan tema seputar Kebijakan Pemerintah dalam Mendukung Terwujudnya Kemandirian Protein Hewani, Ketua Umum HPDKI Ir Yudi Guntara Noor yang membahas mengenai Tantangan Peternakan Ruminansia dalam Turut Mewujudkan Kemandirian Protein Hewani, serta Ketua Umum GOPAN Herry Dermawan yang membawakan materi tentang Tantangan Perunggasan dalam Turut Mewujudkan Kemandirian Protein Hewani. (IN)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer