SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI MEI 2019

EDISI MEI 2019

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Pengusaha Pakan Ternak Ganti Jagung dengan Umbi-umbian

On December 14, 2018

Foto: wattagnet


Harga jagung yang masih tinggi, membuat para pengusaha paka ternak mengambil langkah lain dengan menggunakan bahan baku karbohidrat lain seperti singkong dan umbi-umbian.

Hal tersebut dikemukakan Vice President Feedtech PT Charoen Pokpand Indonesia, Dr Desianto Budi Utomo, seperti dilansir dari laman finance.detik.com.

Desianto mengatakan pengurangan jagung untuk bahan baku pakan ternak sudah dilakukan sejak awal tahun. Langkah ini dilakukan seiring harga jagung yang naik dari Rp 3.500/kilogram (kg) menjadi Rp 6.000/kg.

Dia menjelaskan pengurangan jagung tersebut sebesar 35-40%. Sebelumnya jagung digunakan 50% dalam pakan ternak. "Pemakaian terbatas mungkin 35% sampai 40%. Biasanya itu 50% kita pakai," ujarnya di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Pihaknya mengaku akan menggunakan kembali komposisi jagung sebanyak 50%, apabila pasokan dan harga telah kembali normal. (NDV)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer