SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

100 Ribu Butir Telur Asin Indonesia Diborong Singapura

On 10:16:00 AM

Telur asin UD Surya Abadi yang sudah siap ekspor ke Singapura. (Foto: Istimewa)

Sebanyak 17 ribu butir (2 ton) telur asin Indonesia dikirim ke Singapura dengan nilai ekspor mencapai Rp 45 juta. Telur asin Indonesia menjadi komoditas perdagangan yang diminati masyarakat di “Kota Singa” tersebut.

Berdasarkan kontrak antara pihak peternak Indonesia dan pengusaha Singapura, pengiriman tersebut akan terus berlanjut hingga mencapai 100 ribu butir, dengan total nilai ekspor mencapai Rp 270 juta.

“Kami akan mengawal perdagangan ini, sehingga hubungan baik kedua pihak terjaga. Peternak dapat memenuhi permintaan dan pembeli dapat menjaga kepercayaan peternak kami,” ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementerian Pertanian (Kementan), Fini Murfiani, dalam keterangan persnya.

Tak hanya Singapura, Kementan juga akan menjajaki pasar telur asin di Hongkong dan Brunei Darussalam. Saat ini sudah ada komunikasi antara pihak UD Surya Abadi selaku peternak dan pemasok telur asin dengan kedua negara tersebut. Pihaknya meyakini Hongkong dan Brunei akan mencoba dan menguji kualitas telur asin Indonesia. Sangat mungkin mereka juga akan memborong komoditas peternakan itu.

Fini mengungkapkan, ke depan permintaan telur asin akan terus meningkat seiring. Peluang ini tidak akan disia-siakan, mengingat potensi produksi telur itik berdasarkan angka statistik peternakan 2017 mencapai 308.550 ribu ton. “Kami ingin peternak mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Ekspor ke Singapura adalah contoh nyata,” ujar Fini.

Peternak itik UD Surya Abadi Karawang, Jawa Barat, Rully Lesmana, mengapresiasi langkah pemerintah yang telah memfasilitasi jalur ekspor. Hal tersebut telah membuatnya mendapatkan nilai tambah dari hasil peternakannya. Pengiriman ke Singapura bukanlah yang pertama, pihaknya sudah pernah mengekspor produk yang sama sejak 2012, tapi sempat terhenti karena keterbatasan bahan baku dan perubahan regulasi di negara tujuan.

UD Surya Abadi pun telah mengantongi sertifikat NKV (Nomor kontrol Veteriner) level 2 sejak 2010. Nomor tersebut menandakan produk peternakannya layak ekspor. Sertifikat NKV menjadi jaminan keamanan pangan kepada pembeli di negara tujuan.

Produknya juga diberi kode produksi 009-027. Angka 009 merupakan kode farm-nya dan 027 kode petugas candling. Kode telusur tersebut cukup membantu. “Jadi kalau ada masalah kita bisa lihat masalahnya di mana dan segera cari solusinya,” jelas Rully.

Untuk produksi telur asinya, Rully mendapatkan pasokan telur bebek dari berbagai daerah. “Total pemasok ada 30 peternak, tapi diprioritaskan peternak asal Karawang, kalau kekurangan baru menerima pasokan dari luar,” pungkasnya. (RBS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer