Tuesday, July 26, 2016

Indo Livestock 2016, Etalasenya Industri Peternakan Indonesia

PLH Dirjen PKH (no 6 dari kiri) bersama ketua asosiasi dan pimpinan Napindo
Menggabungkan Indo Livestock 2016, Indo Feed 2016, Indo Dairy 2016, dan Indo Fisheries 2016, pameran peternakan terbesar di Indonesia diikuti oleh lebih dari 500 exhibitor dari 40 negara dengan lebih dari 15.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri.

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian kembali bekerjasama dengan PT Napindo Media Ashatama untuk menggelar Indo Livestock Expo & Forum di tahun ini. Ajang berkumpulnya industri peternakan nasional dan internasional ini akan dilaksanakan di Jakarta Convention Center Jakarta pada 27-29 Juli 2016 mendatang.
Project Manager PT Napindo Media Ashatama, Devi Ardiatne menuturkan sedikitnya lebih dari 15.000 pengunjung diharapkan menghadiri Expo, Seminar, dan Presentasi Teknis. Forum yang menggabungkan Indo Livestock 2016, Indo Feed 2016, Indo Dairy 2016, dan Indo Fisheries 2016 ini diharapkan dapat diikuti oleh lebih dari 500 peserta pameran dari 40 negara dan 10 pavilion negara.
“Indo Livestock sudah terbukti sebagai etalasenya industri peternakan Indonesia. Ajang ini menjadi tempat bertemunya perusahaan peternakan dengan pelanggan dan calon pelanggannya. Informasi terkini mengenai kemajuan teknologi industri peternakan dapat diperoleh di pameran ini langsung dari ahlinya dari dalam dan luar negeri,” terang Devi.


Pameran peternakan terbesar ini selalu jadi magnet
bagi pelaku industri peternakan dalam dan luar negeri.
10 Paviliun Negara 
Pameran yang diselenggarakan untuk yang ke-11 kalinya ini akan menghadirkan 10 paviliun negara. Diantaranya adalah paviliun Indonesia, Amerika Serikat, Belanda, Britania Raya, Eropa, Korea Selatan, Taiwan,Thailand, Tiongkok, serta Turki.
Devi Ardiatne selaku Project Manager PT Napindo Media Ashatama mengatakan masing-masing paviliun jumlah perusahaannya berbeda-beda. Seperti paviliun negara dari Korea Selatan menghadirkan 9 perusahaan, Belanda 6 perusahaan, Taiwan 2 pavilion masing-masing untuk sektor Livestock dan Fisheries dengan jumlah keseluruhan 13 perusahaan, Britania Raya 4 perusahaan, sementara dari Tiongkok membawa lebih banyak lagi, yaitu 40 perusahaan, selebihnya adalah independent stand.
Persiapan saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen. Kesiapan tersebut meliputi tempat acara, penjualan, kontraktor pendukung, pembukaan pameran, seminar dan presentasi produk dari masing-masing peserta. Hingga saat ini kami masih menerima perkembangan terbaru.
"Penyelenggaraan Indo Livestock tahun 2016 ini kami menggunakan 3 Hall, yaitu Hall A, Hall B dan Hall Cendrawasih (C). Hall A lebih banyak untuk sektor peralatan, Hall B merupakan sektor campuran; peralatan, feedmill, dairy, animal health, perikanan dan paviliun negara sedangkan Hall C dialokasikan untuk perusahaan animal health," Kata Devi.

Indo Livestock Award 
Tidak lupa, Napindo bekerjasama dengan YAPPI (Yayasan Pengembangan Peternakan Indonesia) juga memberikan award (penghargaan) kepada insan-insan peternakan. Penghargaan ini memiliki berbagai kategori diantaranya kategori budidaya dan inovasi produk (Nastiti Adiguna Satwa Nugraha); kategori kelembagaan dan pengembangan sumber daya manusia (Praja Widya Satwa Nugraha); kategori rekayasa input (Cipta Piranti Satwa Nugraha); serta kategori individu dalam pengembangan peternakan (Adi Karsa Satwa Nugraha). Award-award tersebut akan diserahkan pada saat pembukaan Indo Livestock 2016.

Banyak seminar teknis dari perusahaan untuk mengupdate
ilmu pengetahuan paling mutakhir.  
Kampanye SDTI
Seperti tahun sebelumnya, setiap menjelang Indo Livestock, Napindo menyelenggarakan kegiatan Gerakan Konsumsi Protein Hewani Susu, Daging, Telur, dan Ikan (SDTI). Corporate Communication PT Napindo Media Ashatama, Endah Wibowo mengatakan, kampanye SDTI ini merupakan bentuk komitmen Napindo untuk turut serta mencerdaskan bangsa dengan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat guna menjadikan kebiasaan minum susu setiap hari serta mengonsumsi daging, telur, dan ikan sebagai protein hewani.
Kampanye SDTI sudah dimulai sejak 2008. Program-programnya berbeda setiap tahun. Di 2016 ini Napindo melaksanakan kampanye bekerjasama dengan beberapa kecamatan se-Jabodetabek menggandeng ibu-ibu PKK (Pembina Kesejahteraan Keluarga). Dokter ahli gizi turut disertakan dalam mensosialisasikan pentingnya protein hewani bagi kecerdasan bangsa.
"Kami melihat antusiasme yang besar dari peserta kampanye SDTI ini. Hal ini membuat kami yakin untuk terus menyelenggarakannya setiap tahun. Masih banyak masyarakat yang belum mengerti pentingnya mengonsumsi protein. Semoga dari hal kecil yang kami lakukan akan berdampak besar di kemudian hari,” pungkas Endah. (adv)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template