-->

TIENYEN INTERNATIONAL

TIENYEN INTERNATIONAL

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

INFOVET EDISI JULI 2021

INFOVET EDISI JULI 2021

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

MENGAPA AGP DILARANG

On April 08, 2021

Alasan pelarangan AGP sebenarnya bukan bermaksud menyulitkan peternak dengan menurunnya produksi. AGP dilarang karena untuk melindungi konsumen/masyarakat. Yaitu demi kesehatan kita dan anak cucu kita nantinya.

AGP adalah antibiotik untuk pemacu pertumbuhan. Dulu digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang menimbulkan penyakit. Namun sebenarnya peggunaan antibiotik seharusnya digunakan dengan dosis terapi (terapeutika) sehingga bisa membunuh bakteri.

AGP sendiri menggunakan dosis di bawah dosis terapi (subterapeutika). Dosis ini hanya untuk mengendalikan bakteri dan tidak sampai membunuh bakterinya.

Akibatnya bakteri menjadi resisten, sederhananya menjadi kebal terhadap obat-obatan, kebal terhadap antibiotik. Inilah yang jadi masalah.

Ayam broiler yang diberi AGP akan mengandung bakteri resisten. Jika ayam itu dimakan oleh manusia, bakteri resisten itu berpindah ke tubuh manusia.

Bahayanya, 1 saja bakteri resisten bisa menularkan kekebalannya ke bakteri-bakteri lain. Akibatnya manusia yang di dalam tubuhnya ada bakteri resisten, jika ia sakit dan diobati maka bisa tidak sembuh-sembuh.

Kita tentu tidak mau hal itu terjadi pada kita, juga pada anak cucu kita kelak. Dampak lainnya adalah sakit yang diderita makin parah, timbul kematian, alergi, dll.

Jadi alasan utama kenapa AGP dilarang adalah kejadian resistensi bakteri yang tinggi. Bakteri menjadi kebal terhadap banyak antibiotik. Bahkan ngerinya lagi juga kebal terhadap antibiotik yang khusus digunakan untuk mengatasi bakteri multi resisten.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer