SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Situasi Para Peternak Pascagempa Lombok

On 5:02:00 PM



Bantuan pakan ternak dari Kementerian Pertanian (Foto: Istimewa)

Pemandangan tenda-tenda terpal biru tampak di Lapangan Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, NTB. Lapangan tersebut menjadi posko pengungsian yang dihuni warga, pasca Lombok diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7.0.

Asbirin (30), salah satu warga yang mengungsi ke posko dengan membawa serta ternak-ternaknya. Pekerjaan Asbirin adalah pengadas, yaitu pemeihara hewan ternak milik orang lain. Dua kali sehari, Asbirin memberi pakan tiga ekor sapi dan enam ekor kambing peliharaannya.

“Sapi dan kambing harus ikut mengungsi. Kalau ditinggal, khawatir dicuri orang,” ujar Asibin, warga Dusun Montong Gedeng, Desa Gumantar, seperti dikutip dari Harian Kompas, Senin (13/8/2018).

Pascagempa warga merasa was-was, ternak mereka dicuri orang. Di posko pengungsian, di lapangan Desa Gumantar terdapat 13 orang pengadas yang membawa 27 ekor sapi.

Kini sapi dan kambing adalah harapan mereka yang tersisa. Karena selain kehilangan rumah, harta benda lain pun tak ada.

Ketua Umum PB-PDHI Dr drh Heru Setijanto, menanggapi kabar pencurian ternak milik warga terdampak gempa di Lombok. “Kasus seperti ini, dapat memetik pelajaran Satgas Siaga Gunung Agung, jadi harus ada koordinasi antara BPBD, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Dinas terkait untuk mengamankan ternak-ternak milik warga,” tutur Heru yang dihubungi Infovet melalui pesan Whatsapp, Senin (13/8/2018).

Informasi yang dirangkum Infovet, Selasa (14/8/2018), wilayah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) berada di 4 kecamatan yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di 3 Kecamatan, yaitu Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.

Melalui sambungan telefon, Infovet hari ini juga menghubungi Ketua Satgas PKH Peduli Gempa, Drh Wayan Masa Tenaya PhD.

“Saat ini  kita sudah membantu menyerahkan 16 ton lebih pakan konsentrat dan 4 ton pucuk tebu untuk sapi di Lombok Utara dan Lombok Timur,” katanya.

Lanjutnya, hingga sekarang juga masih berlanjut identifikasi jumlah sapi terdampak serta menurunkan bantuan berupa pakan lagi. “Kami jumpai di lapangan  juga ada usulan pakan untuk ayam ras,” ungkap Wayan.

Menurut Wayan, secara umum kondisi ternak di kawasan terdampak masih aman, tidak ada yang sakit atau mati. Kendati demikian, terdapat keluhan warga yang mengaku kehilangan ternak sapi. “Saat ini kasus tersebut masih didalami oleh pihak yang berwajib,” tandasnya.

Pada kesempatan lain, dihubungi Infovet yakni Dr Ir Tanda Panjaitan MSc Phd dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTB yang menyatakan kondisi kandang sapi betina milik kelompok peternak Ngiring Datu di Dusun Karang Kendal, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara tidak ada kerusakan.  

Kondisi kandang sapi betina di Dusun Karang Kendal tidak rusak. (Foto: Istimewa)

“Keseluruhan jumlah ternak di Dusun Karang Kendal sebanyak 300 ekor, 40 ekor anak dan selebihnya dewasa yang terdiri dari induk mencapi 100 ekor dan sisanya adalah jantan penggemukan,” ungkap Tanda.

Imbuh Tanda, berdasarkan kunjungan beberapa hari kemarin di Dusun Telaga Maluku Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, terdapat laporan warga yang menyebutkan bahwa ternaknya ada yang mulai sakit. ***(NDV)










Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer