SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Plastik Berperekat Aman Kemas Daging Kurban

On 4:53:00 PM

Kemasan berperekat dengan label untuk pengemasan daging kurban
yang aman dan informatif. (Foto: Dok. UGM)

Dalam mengemas daging kurban, masyarakat hampir selalu menggunakan kantong plastik terbuka (kresek) yang sangat rentan oleh kontaminasi bakteri. Oleh karena itu, agar kualitas daging tetap bagus dan awet, dapat dipilih beberapa alternatif pengemasan, salah satunya ialah pengemasan daging menggunakan plastik PA/PE berperekat (sealed plastic bag).

Hal tersebut diungkapkan oleh pakar Food Packaging Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Ir Endy Triyannanto.

“Kantong plastik berperekat merupakan pilihan yang aman, praktis, terjangkau, dan terlihat lebih menarik. Dengan perekat, daging dapat terhindar dari kontak langsung dengan sinar matahari, debu dan risiko tumpah pada waktu didistribusikan. Plastik PA/PE dan mesin sealer juga mudah didapatkan di pasaran,” ujar Endy dalam keterangan tertulis yang diterima Infovet, Selasa (21/8).

Endy menambahkan, kemasan daging akan lebih baik jika diberi label. “Label pada kemasan terlihat sederhana tetapi penting. Dalam label dapat dicantumkan nama masjid penyalur daging kurban, jenis daging, berat daging dan saran penyimpanan. Informasi ini akan meningkatkan fungsi kemasan,” tambah dosen lulusan Gangneung-Wonju National University ini.

Dosen di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Daging Fapet UGM itu menekankan untuk menghindari penggunaan plastik hasil daur ulang.  “Ketika membeli kantong plastik, selama tidak tertera simbol daur ulang dengan kode angka 1-7, sebaiknya dihindari karena sulit diketahui jenis dan asal produk. Kandungan berbahaya dalam plastik hasil daur ulang dapat berpindah ke makanan yang terkena panas dengan lama waktu dan temperatur tertentu, terutama makanan yang mengandung lemak. Plastik daur ulang tidak selalu berwarna hitam, tergantung dari pewarna yang digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, angka 1 (PET) berarti Polyethylene Terephthalate, angka 2 (HDPE) berarti High-density Polyethylene, angka 3 (PVC) berarti Polyvinyl Chloride, angka 4 (LDPE) berarti Low Density Polyethylene, angka 5 (PP) berarti Polypropylene, angka 6 (PS) berarti Polystyrene dan angka 7 (other) berarti plastik kombinasi atau dari bahan plastik lain. “Untuk produk makanan atau minuman umumnya digunakan jenis PET atau PP,” katanya. 

Alternatif Lain
Selain plastik berperekat, Endy mengungkapkan bahwa terdapat dua alternatif lain pengemasan daging yang potensial untuk digunakan. “Pertama, kita dapat menggunakan kemasan vakum. Dengan pengemasan ini, kadar oksigen dapat dikurangi sehingga otomatis proses oksidasi berkurang. Proses ini efektif untuk mengurangi ketengikan daging,” kata Endy.

Kemasan vakum merupakan pilihan yang mudah dan terjangkau. Kantong plastik vakum berbahan baku PA/PE, dua lapis dengan bahan Polyamide/polyethylene dan mesin vakum sekarang mudah didapatkan di pasaran dengan harga terjangkau.

“Pilihan kedua ialah retort pouch, yaitu pengemasan dengan proses sterilisasi menggunakan plastik multi-layer,” tambahnya. Proses sterilisasi mikrobakteri hingga 121°C dapat mengawetkan daging olahan selama lebih dari satu tahun pada suhu ruangan.

Kendati demikian, Endy menyebut, pengemasan ini belum banyak berkembang di Indonesia. Namun, ia yakin teknik pengemasan ini prospeknya sangat bagus di Indonesia. “Teknik ini sangat sesuai digunakan untuk mengemas daging olahan yang akan disalurkan, seperti misal untuk ke daerah bencana. Transportasi bahan bernutrien tinggi sulit, sehingga retort pouch dapat menjadi solusi yang tepat,” tandasnya. (INF)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer