SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Domba Batur Kebanggaan Banjarnegara

On 11:02:00 AM

Domba batur. (Sumber: Istimewa)

Indonesia negeri yang sangat kaya akan plasma nutfah berbagai sumber hayati termasuk hewan, antara lain Domba Batur nama lain “Domas” yang dikembangkan masyarakat Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnagara, Jawa Tengah, secara turun menurun sejak 1984 silam.

Domba Batur merupakan hasil persilangan antara domba lokal Ekor Tipis (Indonesia) dengan domba Suffolk (Inggris) dan domba Texel (Belanda). Menurut catatan Dinas Peternakan dan Perikanan, Kabupaten Banjarnegara, populasi jenis domba ini dilaporkan menurun 50% dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Kini jumlahnya hanya sekitar 8.000 ekor saja.

Menyadari terjadinya penurunan populasi domba Batur, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementerian Pertanian (Kementan), bersama masyarakat peternakan menggelar Festival Ternak Domba Batur dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival 2018, pada 3-5 Agustus 2018 lalu.

I Ketut Diarmita selaku Dirjen PKH, pada kontes yang dilaksanakan di lapangan Soeharto Withlem Dieng Kulon, Banjarnegara, Sabtu (4/8), menyatakan, domba Batur salah satu Sumber Daya Genetik (SDG) yang menjadi aset besar Indonesia. “Menjadi tugas kita semua untuk menjaga dan melestarikannya, serta mengupayakan pengembangannya,” kata Ketut saat itu.

Ia pun menjelaskan, untuk melestarikan domba Batur dan sebagai perlindungan hukum terhadap plasma nutfah Indonesia, pemerintah melalui Kementan telah menetapkan domba Batur sebagai rumpun atau galur ternak melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2916/2011 tertanggal 17 Juni 2011.

Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, pada acara Festival Ternak Domba Batur di Dieng. (Foto: Humas Ditjen PKH)

Problem Pengembangan
Problem yang dihadapi peternak dalam pengembangan domba Batur di Banjarnegara dan sekitarnya adalah Pertama, penjualan dan pemotongan yang tak terkendali, sehingga menurunkan populasi. Kedua, terjadinya inbreeding yang menjadi timbulnya penurunan kualitas. Ketiga, penyediaan pakan hijauan berkualitas terbatas. Keempat, ancaman penyakit.

Semua problem tersebut perlu segera diatasi dengan melakukan sinergi antara peternak dengan instansi pemerintah baik pusat dan daerah (Balai Besar Pengembangan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) dan Balai Besar Veteriner Wates.

Keunggulan Domba Batur
Domba Batur memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan populasinya, emgingat nilai ekonomis yang besar dari daging dan wollnya. Domba Batur memberikan kontribusi pendapatan (income) bagi rumah tangga peternak, karena selain fungsinya sebagai penyedia protein hewani, juga berperan dalam penyediaan pupuk kandang untuk budidaya pertanian.

Domba Batur juga lebih dikenal sebagai hewan peliharaan para penghobi, dimana bayi domba Batur yang berbulu lebat usia 3-4 bulan mampu mencapai harga juataan rupiah. Sedangkan yang dewasa dengan performa baik mampu mencapai harga puluhan juta rupiah.

Salah satu peternak domba Batur setempat, Abdoni, pernah menjual domba Batur seharga Rp 23 juta. Domba Batur memiliki daya adaptasi yang baik terhadap lingkungan, sehingga cocok dipelihara di daerah beriklim dingin sesuai dengan bulunya yang tebal.

Karakteristik Domba Batur
Adapun ciri-ciri domba Batur hasil persilangan ini memang cukup menarik dan berhasil meningkatkan keunggulan domba lokal, seperti pada tabel berikut:


Demikianlah sekilas tentang domba Batur yang menjadi ikon masyarakat peternak Banjarnegara, yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan berbagai stakeholder peternakan, khususnya peternak domba agar terhindar dari kepunahan. (SA)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer