SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Malindo Feedmill Anggarkan Capex Rp 320 Miliar dan Peningkatan Penjualan 15%

On 12:32:00 PM

Suasana public expose Malindo Feedmill. (Foto: Ridwan)
PT Malindo Feedmill Tbk merencanakan capex (belanja modal) sebesar Rp 320 miliar dan optimis menargetkan peningkatan penjualan 15% pada tahun ini.

Hal itu seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan PT Malindo Feedmill, Rudy Hartono. “320 miliar rupiah akan digunakan untuk pembangunan rumah potong unggas (RPU) dan investasi di breeder maupun broiler,” kata Rudy saat Public Expose tahunan, Rabu (27/6).

Ia menambahkan, RPU tersebut akan dibangun di daerah Jawa Barat dengan kapasitas 3.000-5.000 ekor per jam. “Kita bangun ini untuk kebutuhan processing kita, sedangkan untuk breeder pembangunan farm baru akan dilakukan di Jawa dan luar Jawa,” tambahnya.

Nantinya investasi tersebut akan menambah produksi dari kapasitas produksi yang sudah terpasang. Saat ini untuk produksi DOC sekitar 250 juta ekor per tahun dan produksi broiler 6 juta ekor per tahun.

Sementara untuk pakan, pihaknya masih enggan untuk menambah pabrik baru karena kapasitas terpasang saat ini masih belum digunakan seluruhnya. “Kapasitas pakan terpasang saat ini sekitar 1,2 juta ton dengan utility 60-70%,” paparnya.

Dari segi penjualan, Malindo Feedmill menargetkan angka sebesar 15%. Hal itu dikatakan Rudy karena industri perunggasan terus tumbuh semakin baik. Sampai pada kuartal I 2018, penjualan perusahaan meningkat Rp 208,2 miliar (17%), meningkat dari tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun menjadi Rp 1,47 triliun. Penjualan masih didominasi oleh pakan yang menyumbang 67% dan tren positif yang ditunjukkan oleh penjualan produk olahan yang meningkat 62%. 

“Penjualan kuartal I naik besar, itu distribusi terbesar memang kalau kita lihat harga DOC dan broiler sangat baik, quantity pakan kita juga meningkat,” jelas dia.

Sementara untuk laba bersih, perusahaan memperoleh peningkatan sebesar Rp 25,4 miliar (102%), meningkat dari tahun sebelumnya Rp 24,8 miliar menjadi Rp Rp 50,2 miliar. “Semua kontribusi mengakibatkan peningkatan yang signifikan yang berdampak sekali pada kinerja profit, kuartal I cost kita menjadi lebih baik,” tukasnya.

Sementara, mengenai adanya pembatasan penggunaan antibiotik pada pakan (AGP) secara resmi tahun ini, Malindo pun tak keberatan. Direktur Malindo Feedmill, Rewin Hanrahan, mengatakan belum terlalu signifikan. “Masih terlalu singkat untuk dievaluasi, karena pembatasannya kan baru awal tahun, mungkin diakhir tahun nanti baru kelihatan,” kata Rewin kepada Infovet.

Ia menambahkan, Malindo sendiri sudah mengantisipasi pembatasan AGP tersebut dari tahun lalu dengan memberi training dan pemahaman kepada peternak. “Intinya kalau peternak melakukan penerapan biosecurity, memperhatikan kesehatan ayam dan lain sebagainya tidak perlu khawatir. Sampai saat ini pun masih fine-fine saja, berarti peternak kita menerapkannya,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya peraturan tersebut tidak ikut mempengaruhi penjualan Malindo, baik dari sisi pakan maupun DOC. “Alhamdulillah sampai sekarang masih normal-normal saja,” pungkasnya. (RBS)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer