Tuesday, April 5, 2016

The 10th Agrinex Expo: Menyongsong Agribisnis Berkeadilan, Berdaulat dan Berkelanjutan

Sepuluh tahun sudah pameran industri agribisnis atau yang akrab disebut Agrinex Expo diselenggarakan pada 1-3 April 2016, di Jakarta Convention Center (JCC). Kali ini acara yang sukses berjalan dari tahun ke tahun ini mengambil tema “Agribisnis, Berkeadilan, Berdaulat dan Berkelanjutan.
Pembukaan resmi pameran Agrinex Expo ke- 10 dengan penekanan sirene bersama.
Seperti diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara, Rifda Ammarina, tema acara kali ini bertujuan mewujudkan agribisnis yang berkeadilan dalam arti petani bebas memilih tanaman apa yang mereka inginkan, karena informasi potensi keuntungan dan pasar yang lebih baik, kemudian adanya kemudahan akses kepada benih, pupuk, air, pembiayaan, infrastruktur dan pasar.
Lalu berdaulat pangan, menurutnya, sebagai bangsa seyogianya tidak bergantung pada impor pangan, terutama di saat iklim ekstrim bahkan peperangan sekalipun. Sedangkan berkelanjutan, lanjut dia, merupakan harapan implementasi program yang tuntas walaupun terjadi pergantian kepemimpinan, sehingga pelaku usaha terutama petani tidak di rugikan dan hasil yang diharapkan bisa terwujudkan.
Kendati begitu, sejauh ini kebutuhan produksi pangan dalam negeri masih menemui kendala, salah satunya adalah minimnya ketersediaan lahan, seperti yang dikatakan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Ferry Mursyidan Baldan.”Saat ini masalah utama dalam industri agribisnis adalah lahan. Kalau agribisnis tidak memiliki lahan bagaimana mereka bisa hidup,” kata Ferry saat memberi pembukaan acara 10th Agrinex Expo, Jumat (1/4).
Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Ferry Mursyidan Baldan (tengah)
saat mengunjungi stand pameran buah-buahan, di Agrinex Expo ke-10.
Ia menyebut, pihaknya sendiri terus berupaya meningkatkan akses sektor pertanian terhadap lahan. “Tanah ini kita berikan sertifikat untuk memastikan kepemilikannya. Sertifikat ini bisa diagunkan ke bank untuk tambahan modal. Sehingga petani punya modal yang cukup,” ujarnya.
Untuk itulah lahan agribisnis masih perlu diperhatikan, karena saat ini masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Sebab lahan merupakan jantung penopang hidup agribisnis. “Saya ingin membuka akses terhadap kebutuhan lahan, karena kan dalam pengembangan produk itu pertanian, lahan menjadi tempat kesejahteraan. Banyak negara bisa menggunakan tanah negara,” tukasnya.
Dengan begitu, diharapakan dari suksesnya pameran ini bisa menjadi rekomendasi pemerintah dalam membuat kebijakan guna meningkatkan produksi pangan dalam negeri, sehingga tercapai kedaulatan pangan nasional.
Sebagai informasi, Agrinex Expo yang diselenggarakan selama tiga hari ini banyak menampilkan beragam produk agribisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar, turut pula diselenggarakan kegiatan cooking class (demo memasak), yang memberi pemahaman mengenai makanan yang mudah diolah serta menyehatkan untuk dikonsumsi, kemudian juga menggelar seminar-seminar seputar agribisnis terkini di Indonesia. (rbs)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template