Friday, December 4, 2015

KEMERIAHAN DI ILDEX INDONESIA 2015



Pada tanggal 8-10 Oktober 2015, Hall C1, C2 dan C3 Jakarta Internasional Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, dipadati oleh para pengusaha dan perusahaan peternakan. Mulai dari pakan, obat, sampai peralatan di bidang peternakan dari dalam maupun luar negeri ikut memamerkan produk unggulannya.
Semuanya dibungkus jadi satu dalam pameran International Livestock, Dairy, Meat Processing and Aquaculture Exposition atau yang lebih tenar dengan nama Ildex Indonesia, bekerjasama dengan Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) dan VNU Exhibitions Asia-Pacific yang merupakan penyelenggara VIV International dan Ildex International. Ini kali kedua Ildex Indonesia dilaksanakan, setelah sebelumnya pada 2013 Ildex Indonesia juga digelar di JIExpo. 
Banyak yang mengatakan, pameran kali ini lebih meriah dibanding sebelumnya. Ini terbukti dari bertambahnya peserta pameran yang mencapai 140 dari 28 negara yang berpartisipasi, padahal sebelumnya hanya 120 peserta. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Permata Kreasi Media, Fitri N Poernomo sebagai penyelenggara Ildex Indonesia. “Pagelaran meningkat dari catatan Ildex Indonesia 2013. Luas area pameran yang dua tahun lalu hanya 4000 m2, kali ini 6000 m2,” ujar Fitri kala memberi sambutan pembukaan Ildex Indonesia, Kamis, 8 Oktober 2015.
Ia menambahkan, pameran ini bisa memberikan kontribusi kemajuan peternakan dan kesehatan hewan, serta ajang saling bertukar informasi dan tempat mengembangkan networking. Selain itu, kata dia, pameran yang dilaksanakan selama tiga hari ini juga digelar acara Festival Ayam dan Telur (FAT) tepat dihari terakhir pameran. FAT ini, lanjutnya, bertujuan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi dan protein dari pangan asal hewan.
Kemudian dikatakan juga oleh Managing Director VNU Exhibitions Asia-Pacific, Nino Gruettke, bahwa industri peternakan bukanlah industri peternakan yang dibangun dengan ‘like’ di media sosial, melainkan dibangun atas dasar kebersamaan sesama pelaku dan tali silaturahmi. Sehingga industri ini memiliki pondasi yang kuat. Karena itu ratusan perusahaan dari 28 negara yang berbeda ikut terlibat dalam hajatan Ildex Indonesia 2015 ini.

Setiap stand berlomba-lomba memberikan penampilan terbaiknya kepada pengunjung.

Dalam pembukaan Ildex Indonesia kemarin, juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Muladno Basar, yang turut memberikan sambutannya. Ia mengatakan, bahwa industri peternakan di Indonesia sangat menjanjikan. “Buktinya, selama empat bulan menjabat, sudah ada tujuh orang duta besar asing yang melakukan kunjungan dan menyatakan ingin mengekspor produk peternakannya ke sini (Indonesia),” kata Muladno dalam sambutannya.
Kendati begitu, di sektor unggas, Muladno mengaku sudah saatnya berorientasi eskpor. Sebab produksi unggas dalam negeri sudah berlebih. Namun, ia menyayangkan beberapa aturan birokrasi yang masih mempersulit perijinan eskpor dalam batas tertentu.
Terkait mengembangkan sektor peternakan, ia kembali bicara soal program yang tengah digagasnya yakni Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Konsep tersebut diumpakananya seperti beternak berjamaah demi keuntungan yang lebih baik. Tekadnya untuk membawa dunia peternakan menjadi lebih baik lagi, dikatakan Muladno, terinspirasi dari stasiun kereta api. “Dulu perkertaan api di Indonesia sangat semerawut, banyak pedagang, pengamen dan pengemis di stasiun maupun di dalam kereta. Tapi kini sudah menjadi rapih, tertib dan tertata. Kalau menata secara menyeluruh jangan tambal sulam, peternakan juga tidak bisa hanya ditambal sulam,” tukasnya.
Selain Muladno, turut hadir dan memberi sambutan pula Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Perdagangan dan Transportasi, Sutanto Soehodho, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta dan juga Direktur Bahan Pokok dan Barang Strategis (Bapokstra) Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Robert J Bintaryo.
Di tengah-tengah pembukaan Ildex Indonesia, juga diberikan beberapa penghargaan bagi tiga tokoh media peternakan lewat Lifetime Achievement  Awards 2015, dan Indonesian Poultry Veterinarian Awards (Inpova) 2015 oleh Asosiasi Dokter Hewan Perunggasan Indonesia (ADHPI) bagi insan-insan dokter hewan yang telah berjuang untuk kesehatan unggas di Indonesia, dan peluncuran Lembaga Sertifikasi Profesi.

Seminar teknis yang diselenggarakan perusahaan menjadi daya tarik tersendiri.

Usai pembukaan dan pemberian penghargaan, secara simbolis Dirjen PKH memukul gong yang menandakan pameran secara resmi dibuka, yang kemudian rangkaian pembukaan Ildex Indonesia ditutup dengan menyantap daging ayam dan berfoto bersama.
Setelah menuntaskan pembukaan, Dirjen PKH, penyelenggara Ildex Indonesia, dan para stakeholder langsung menuju pintu utama pagelaran Ildex Indonesia untuk melakukan sesi pemotongan pita yang disaksikan oleh para pengunjung dan tamu undangan lain. Dari situ, Dirjen PKH langsung menyambangi booth-booth pameran yang sudah siap menampilkan produk-produk terbaiknya.
Selamat atas terselenggaranya Ildex Indonesia 2015, semoga bisa menjadi pameran yang selalu mengedukasi masyarakat khususnya untuk para peternak, serta selalu menghadirkan produk-produk yang inovatif, dan menjadi pameran yang ditunggu-tunggu oleh para pengusaha dan perusahaan di bidang peternakan. (rbs)

Lifetime Achievement Awards 2015 :
1. Alm. Wahyudi Mochtar (pendiri Majalah TROBOS).
2. Alm. Sutikno Wiryawan Sigit (pendiri Majalah Poultry Indonesia).
3. Alm. Tjiptardjo Pronohartono (pendiri Majalah Infovet).

Indonesian Poultry Veterinarian Awards (Inpova) 2015 :
1. Charles Rangga Tabu untuk Bidang Keilmuan.
2. Bagus Setia Budi untuk Bidang Budidaya dan Enterpreneurship.
3. Gowinda Sibit untuk Bidang Poultry Business Management.
4. Nawang Widoretno untuk Bidang Technical Services.

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template