Tuesday, February 2, 2010

Prospek Agribisnis 2010,Bisa Lebih Baik

Menatap perkembangan agribinis Indonesia ke depan merupakan agenda yang kerap dilakukan setiap jelang akhir tahun. Hal inilah yang melatarbelakangi Agrina menggelar seminar nasional ”Agribusiness Outlook 2010” yang berlangsung di Menara 165, Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan pada Rabu 25 November lalu.

Beberapa nama narasumber dipercayakan untuk menjadi pembicara dan menyumbangkan analisisnya untuk prospek perkembangan sektor pertanian di negeri ini, antara lain yaitu Guru Besar Fakultas Ekonomi Manajemen IPB Dr Ir Hermanto Siregar, MEc yang memaparkan “Tantangan dan Peluang Pertumbuhan dan Perkembangan Agribisnis Indonesia 2010”; Ketua Pusat Studi Inovasi Agribisnis Dr Ir Agus Wahyudi mengangkat makalah berjudul “Prospek Investasi Industri Bahan Bakar Nabati Perkebunan”; serta Program Manager Agribusiness International Finance Corporation (IFC) Ernest E Bethe III yang menyampaikan IFC Overview.

Perkembangan sektor agribisnis di Indonesia tahun 2009 menunjukkan angka positif, yaitu sekitar 5,5 hingga 6%, lalu bagaimana dengan prediksi dan harapan untuk tahun 2010 ini. Menteri Pertanian Suswono dalam sambutan pun berharap dalam Outlook and Evaluation di seminar ini dapat merumuskan hasil yang konkrit untuk pertumbuhan agribisnis di Indonesia.

Prospek agribisnis tahun 2010 bisa lebih baik dari tahun lalu serta produk pertanian dan pangan pun akan lebih bisa bersaing di pasar dunia, namun hal ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi global dan makroekonomi Indonesia. Disamping itu juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang integrated dan komprehensif yaitu kebijakan dari hulu sampai hilir dalam hal supporting system.

Moderator seminar Dr Ir Rachmat Pambudy MS menyampaikan bahwa perlunya dukungan pemerintah yang meliputi beberapa kebijakan yaitu: kebijakan input yang meliputi pupuk, benih, lahan, air, dan kredit; Kebijakan on farm untuk perlindungan kepada pihak pelaku agribisnis; Kebijakan lahan, transportasi maupun harga yang tidak tumpang tindih; dan kebijakan yang terakhir adalah proteksi dan promosi.

“Kalau memang pemerintah tidak bisa melindungi harga, itu karena memang hanya kadang-kadang saja kita panen serentak, namun paling tidak pemerintah dapat memberikan perlindungan harga terhadap impor yang tidak adil. Sebab, sudah ada tanda-tanda lagi Indonesia mau mengimpor paha ayam dan produk daging, yang dalam prakteknya itu tidak baik. Pelaku usaha ingin melakukan perdagangan yang adil, sehingga perlu perlindungan dari unfair trade (perdagangan tidak adil),” ungkap Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia pada sesi rangkuman seminar.

Seminar pun ditutup dengan penganugerahan Agrina Award 2009 yang meliputi tiga kategori dan pemenang. Kategori Pelaku Agribisnis Muda Inspiratif diberikan kepada David Andi Purnama, (formulator probiotik), kategori Kepala Daerah Kreatif dalam Pengembangan Agribisnis diraih Bupati Merauke Drs Johannes Gluba Gebze. Sedangkan untuk kategori Pelaku Agribisnis Inovatif, pemenangnya adalah PT East West Seed Indonesia.(all)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template