Fokus Edisi 169 Agustus 2008
AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternakan
(( Jelaslah dalam menghadapi kasus AI, kaum peternakan tak boleh lagi terlalu jatuh dalam segala segi pemikiran dan kehidupannya. Caranya dengan bangkit dan berpikiran serta berkegiatan positif dalam dunia peternakan secara umum. ))
Sejak kehadiran avian influenza dan berbagai jenis penyakit menular hewan lainnya, dunia peternakan Indonesia seperti terombang ambing gelombang pasang dunia bisnis khususnya bisnis usaha dibidang peternakan. Demikian Ayub Rizal Ketua Umum Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan (Ismapeti) periode 2007.
Kondisi ini diperparah dengan munculnya kebijakan pemerintah untuk menaikan harga Bahan Bakar Minyak yang secara signifikan mempengaruhi harga pakan, bibit ternak dan input-input lain yang terkait. Sementara itu, kenaikan harga input yang dibutuhkan peternak untuk menghasilkan produk-produk ternak berkwalitas kadang-kadang tidak dibarengi dengan kenaikan harga produk itu sendiri, sehingga dipastikan peternak selalu menanggung kerugian dari usahanya tersebut.
Hal itu diutarakan Ayub Rizal dalam kaiatan dengan pelaksanaan kegiatan rutin tahunan, yakni Bakhti Mahasiswa Peternakan Indonesia (Bampi). Menurutnya Bampi 2008 ini mempunyai satu misi yang berkaitan langsung dengan dunia peternakan saat ini. Sementara Ismapeti merupakan organisasi kemahasiswaan profesi yang cukup banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan dunia peternakan negeri ini. Berbagai sepak terjangnya telah dirasakan sejak kehadiran di bumi pertiwi ini.
Kontribusinya membangun negeri diwujudkannya melalui berbagai macam kegiatan seperti pelaksanaan seminar yang mengusung tema-tema edukatif dan informative yang ditujukan untuk membanguan mentalitas generasi muda, peternak dan masyarakat Indonesia pada umumnya.
Menurut Ayub, Kegiatan Bampi 2008 merupakan ajang penumbuhan sikap mencintai sesama melalui kerja bakhti tempat dimana acara ini digelar. Bampi 2008 kali ini digelar di Indonesia paling Barat, yakni banda Aceh, Nangroe Aceh Darussalam pada tanggal 1 Juni 2008 lalu.
Bampi 2008 ini menurut Mahasiswa UNS Solo ini menghasilkan beberapa macam rumusan yang akan ditindak lanjuti, sehingga hasilnya nanti dapat dijadikan acuan oleh pembuat kebijakan untuk membuat kebijakan baru yang benar-benar berpihak pada peternak. Diantara rumusan-rumusan tersebut adalah :
1. Sapronak
• Perbaikan infrastruktur (jalan, listrik, air dan komunikasi) guna mendukung peternakan dengan pemanfaatan APBD ataupun APBN untuk menarik Investor baik lokal maupun asing
• Perbaikan struktur perkandangan dan kelengkapan peralatan pendukung peternakan
• Pengelolaan lahan tidur untuk meningkatkan produksi ternak
2. Produksi (Farm)
• Pembentukan pola pertanian dan peternakan terpadu dari hulu sampai ke hilir
• Peningkatan kualitas manajemen pemeliharaan, perkandangan, kesehatan dan keamanan peternakan (meliputi tata letak kandang,tata laksana penggembalaan, kualitas pakan, recording, dan kebersihan)
• Penerapan teknologi peternakan yang realistis dan implementatif sehingga dapat bersinergis dengan keadaan peternak
3. Pengolahan Pasca Panen
• Adanya pemberian ketrampilan pengolahan produk peternakan kepada peternak dan masyarakat setempat
4. Pemasaran
• Pembentukan sarana pemasaran produk peternakan sehingga memberikan keuntungan yang jelas bagi peternak seperti koperasi
5. Lembaga Pendukung
• Adanya Perda yang mengatur pemurnian plasma nutfah sapi lokal (sapi aceh)
• Adanya Perda yang berpihak pada peternak kecil
• Sosialisasi dan penerapan RUU PKH di lapangan
• Pelibatan Perguruan Tinggi dan stakeholders lainnya dalam pengambilan kebijakan
• Penyuluhan, pembinaan dan pendampingan terhadap peternak secara intensif dan berkelanjutan
• Pemberian motivasi terhadap peternak oleh lembaga terkait seperti penyelenggaraan kompetisi antar kelompok ternak
• Pengawasan dalam penyebaran bantuan dana ke peternak agar dapat diterima oleh masyarakat keseluruhan tanpa terkecuali.
Jelaslah dalam menghadapi kasus AI, kaum peternakan tak boleh lagi terlalu jatuh dalam segala segi pemikiran dan kehidupannya. Caranya dengan bangkit dan berpikiran serta berkegiatan positif dalam dunia peternakan secara umum. (Daman Suska).
Beranda
› AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternakan
AI dan Dunia Peternakan di Mata Mahasiswa Peternakan
Infovet
Agustus 04, 2008
Related Posts
ARTIKEL POPULER MINGGU INI
-
Cara Menghitung FCR Ayam Broiler. FCR adalah singkatan dari feed convertion ratio, yaitu konversi pakan terhadap daging. FCR digunakan untuk...
-
Di dunia ini terdapat beberapa jenis ayam terbesar di dunia. Baik dari segi tinggi badannya, ukuran badannya, maupun berat badannya. Di anta...
-
Ir Nafiatul Umami menunjukkan Chicory di kebun rumput Fapet UGM (Foto: Dok. UGM) Fakultas Peternakan (Fapet) UGM tengah menge...
-
Peran brooder sangat penting untuk menjaga suhu dalam kandang saat masa brooding , agar ayam nyaman dan pertumbuhannya bisa optimal. ...
-
Ayam Walik (Sumber: Istimewa) Indonesia adalah negeri yang sangat kaya akan plasma nutfah, baik tanaman maupun hewan. Salah satu plasma ...
-
Salah satu ciri telur asin yang berkualitas adalah bagian kuning telurnya yang tampak masir. (Foto: Istimewa) Bukan hanya cara menyimpannya,...
-
Dari sekian banyak jenis ayam pedaging, berikut adalah 6 dari jenis-jenis ayam pedaging yang populer di Indonesia. Artinya cukup banyak dite...
-
Perusahaan India Avee Broilers telah mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas genetika unggas senilai US$43 juta di Uzbekistan, yang ak...
-
Raksasa daging sapi Argentina meningkatkan permainannya dengan memperkenalkan skema sertifikasi baru yang menjamin ekspor daging UE-nya bera...
-
Konsumsi sosis jangan berlebihan. (Foto: iStock) Dua kemasan sosis dengan ukuran dan bentuk yang sama, tapi beda merek, selisih harga keduan...

seharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan membantu peternak untuk mencegah dan mengatasi masalah - masalah penyakit yang terdapat di peternakan Indonesia sehingga Dunia peternakan Indonesia semakin maju,lebih produktif dan citra peternakan di mata masyarakat tidak buruk...
BalasHapusseharusnya pemerintah lebih memperhatikan dan mengatasi masalah masalah penyakit seperti Avian Influenza yang terdapat di peternakan di Indonesia, sehingga peternakan Indonesia semakin maju, lebih berproduktif, dan citra masyarakat terhadap bidang peternakan baik...
BalasHapus