EDISI APRIL 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download versi Digital Magazine

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download  versi Digital Magazine
Klik di sini

Followers

Infovet 147, Oktober 2006 - SELAMAT! AGAR KITA BAIK-BAIK SAJA

On 7:41:00 AM

Pengharapan terhadap perbaikan masa depan perekonomian dan kesejahteraan rakyat dalam pemenuhan kebutuhan produk asal ternak selalu ada, meski berbagai kendala membelit laksana gurita yang bilamana satu kaki gurita dilepas, kaki yang lain akan membelit.

Sikap yang sempurna untuk segala kebaikan dalam mengambil dan menjalankan kebijaksanaan diminta oleh alam kepada seluruh keluarga besar masyarakat Indonesia dan masyarakat peternakan dan kesehatan hewan untuk diwujudkan dalam konsep strategi serta aplikasi praktisnya.

Pemimpin pemerintahan yang mengurusi sektor peternakan dan kesehatan hewan, mau tak mau harus berperan sebagai kepala rumah tangga, suami dan ayah yang baik dalam bekerjasama dengan semua unsur masyarakat peternakan dan kesehatan hewan.

Sikap bijaksana ini mutlak dimiliki seiring dengan hak-hak dan kewenangan serta ‘berkat-berkat’ yang ternyata dengan mudah dilihat dalam kehidupan pembesar pemerintahan dengan berbagai kekayaan pribadi yang jauh kontras dibanding saat sebelum menjadi pejabat.

Lebih dari berkat ‘sampingan’ itu, yang luhur adalah bagaimana berbagai upaya dan usaha untuk perbaikan perikehidupan masyarakat dalam bidang peternakan dan kesehatan hewan tidak terhambat. Laksana doa-doa untuk perbaikan taraf hidup dan perekonomian, jangan sampai terhalang oleh perbuatan melenceng dan tidak bijak dari para pemimpin dalam mengambil keputusan dan mengimplementasikannya pada seluruh lapisan bawahan dan seluruh rekanan kerja pendukung.

Dibutuhkan kebenaran, keadilan, kepatutan dan kebijaksanaan setiap pengambilan kebijakan penggede itu, yang hanya bisa didapatkan dengan keheningan dan pimpinan Tuhan Yang Maha Bijaksana. Para pemimpin mesti menaklukkan kepentingan pribadi. Tanpa semua itu setiap jalan yang ditempuh untuk meningkatkan perikehidupan dunia peternakan dan kesehatan hewan kita akan selalu berputar-putar dan berkutat pada lorong-lorong labirin yang tak jelas jalan keluarnya.

Jalan keluar adalah lolosnya seluruh elemen masyarakat peternakan dan kesehatan hewan mengatasi semua permasalahan tanpa tendensi untuk membela satu golongan yang menguntungkan pribadi, tapi membela seluruh keluarga besar masyarakat peternakan dan kesehatan hewan dengan menempatkan permasalahan secara obyektif untuk kepentingan nasional yang terbangun positif dan berkelanjutan, bukan pembangunan kepentingan jangka pendek semata.

Semua tindakan mesti dilandasi dengan niat luhur tersebut. Tanpa nilai luhur, semua perbuatan dibumbui pernyataan resmi pemerintah dan slogan-slogan penyadaran masyarakat untuk mendukung dan ‘mendoktrin’ masyarakat tak akan ada gunanya. Malah bisa seperti gong yang nyaring bunyinya, tapi tanpa isi dan esensi.

Pernyataan pemerintah juga para pengambil dan pelaku kebijakan di bidang masing-masing hanya bisa sejalan dengan kebijakan yang baik bilamana terjadi hubungan, komunikasi dan silaturahmi antar segenap elemen itu. Bagaimana semua memikirkan dan melakukan hal yang baik-baik dalam tujuan besar menjadi keluarga besar masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, tanpa ada dominasi pihak tertentu, di mana ada suatu dominasi menjadi sinyal ada suatu hal yang dipertanyakan.

Sekarang adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, untuk menjadi orang yang tepat dalam berpikir dan bertindak. Dengan memperhatikan kepentingan orang lain, sekaligus memelihara pertumbuhan internal dalam kepekaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan yang justru merupakan esensi dalam kehidupan apapun termasuk bidang perekonomian, di mana perekonomian yang melepaskan diri dari nilai-nilai sosial akan menjerumuskan kita dalam masalah ketidakadilan seperti yang dialami bangsa Indonesia dalam krisis yang belum lagi usai.

Bila nilai-nilai esensi itu melekat dalam diri seluruh unsur dari pemimpin pembangunan sebagai kepala rumah tangga hingga unsur di pelosok pedesaan, hal itu akan menjadi suatu tabiat dan karakter seluruh bangsa yang kuat sebagai perwujudan pembangunan karakter bangsa yang bermartabat dan berbudaya yang diperjuangkan sejak kemerdekaan setelah melalui masa-masa panjang penjajahan.

Bila kita buat suatu garis lurus untuk mewujudkan cita agar kita baik-baik saja itu, setelah punya keyakinan yang melekat untuk semua hal yang baik, kita pun menambahkan dengan kebajikan. Kebajikan kita tambah dengan pengetahuan. Pengetahuan kita tambahkan dengan pengharapan. Pengharapan kita tambah dengan pengendalian diri. Pengendalian diri kita tambah dengan ketekunan. Ketekunan kita tambah dengan kesalehan. Kesalehan kita tambahkan dengan kasih, kepada kalangan terdekat yang sama-sama menggeluti dan menikmati rejeki di bidang peternakan dan kesehatan hewan, lalu kepada seluruh masyarakat bangsa dan negara Indonesia, dan, seluruh umat!

Garis lurus itu tentu tepat dengan suasana saat ini: Selamat Lebaran bagi yang merayakan!! (Yonathan Rahardjo)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer