-->

Sehat Cerah Indonesia

Sehat Cerah Indonesia

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI NOPEMBER 2020

EDISI NOPEMBER 2020
Berlanganan Isi form ato hub kami

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

8 KELAS FEED ADDITIVE

On Oktober 22, 2020

Feed additive adalah bahan pakan non nutrien yang ditambahkan dalam campuran pakan (ransum) untuk tujuan tertentu. Setiap feed additive memiliki mekanisme kerja yang berbeda-beda dalam meningkatkan kinerja ternak. Berikut ini beberapa feed additive yang disering ditambahkan dalam ransum, dengan tujuan meningkatkan kinerja pertumbuhan.

Antibiotik

Mekanisme kerjanya adalah dengan membunuh atau menghambat pertumbuhan bakteri di organ usus halus. Harapannya makronutrien dapat tercerna dan terabsorbsi secara optimal.

Probiotik

Mekanisme kerjanya adalah dengan cara menambah jumlah mikroba yang bermanfaat yang kemudian dapat mengurangi mikroba yang merugikan sehingga dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan.

Prebiotik

Mekanisme kerjanya adalah dengan cara menyediakan substrat atau ‘makanan’ bagi mikroba yang baik. Agar mikroba yang bermanfaat dapat tumbuh dengan maksimal dan menghambat bakteri negatif.

Fitobiotik

Mekanisme kerjanya dengan cara mematikan mikroba patogen, meningkatkan sekresi enzim pencernaan, memperlancar aliran darah, mengurangi kadar glukosa darah, memperbaiki keadaan organ dalam, memperbaik fungsi organ dan saluran pencernaan, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan kualitas produk pencernaan dan fungsi khusus lain.

Enzim

Mekanisme kerjanya dengan cara menambah atau melengkapi jumlah enzim dalam saluran pencernaan yang tujuannya melengkapi nutrien pakan.

Asam Organik

Mekanisme kerjanya dengan cara menurunkan pH saluran pencernaan dengan harapan mikroba patogen tidak tahan karena sensitif terhadap perubahan pH, dan menyebakan mikroba patogen tidak bisa tumbuh dan berkembang biak bahkan mati.

Zat Warna/Aroma

Ditujukan untuk meningkatkan palatabilitas dan konsumsi pakan.

Antioksidan

Antioksidan adalah senyawa yang mencegah ketengikan (rancidity) oksidatif dari lemak tak jenuh. Ketengikan tersebut penting untuk dicegah karena dapat merusak vitamin A, D, E, dan beberapa vitamin B kompleks. Semua bahan pakan akan mengalami kerusakan, terlebih bahan pakan yang kaya lemak. Bahan pakan yang kaya lemak ini akan mengalami auto oksidasi dan segera mengalami proses ketengikan. Untuk mencegah oksidasi bahan pakan, maka secara rutin mestinya antioksidan diberikan dalam bahan pakan ternak.

(Sumber: Prof Dr Ir Zuprizal, Perkembangan Pakan Unggas (Ayam) di Indonesia dan Teknologi Feed Additive)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer