Friday, April 15, 2016

Satu Dekade CIVAS di Dunia Veteriner

Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS), kembali menyelenggarakan seminar nasional tahunan dan sekaligus merayakan hari jadi CIVAS yang ke-10, pada 27 Februari 2016, Infovet yang berkesempatan menjadi media partner turut hadir di Gedung Kusnoto, Bogor, Jawa Barat. Kali ini tema yang diangkat adalah “Penguatan Peran Masyarakat dan Swasta Sebagai Mitra Menuju Indonesia Bebas Rabies”.
Drh. Tri Satya Naipospos (tengah) dan pengurus CIVAS lainnya
bersama dua pembicara seminar Drh. I Ketut Diarmita (ketiga kiri)
dan Dr. Luuk Schoonman (kedua kanan).
Mengawali acara seminar, selaku Ketua Badan Pengurus CIVAS, Drh. Tri Satya Naipospos, mengatakan, selama satu dekade CIVAS berdiri, merupakan momentum yang baik karena tidak mudah mencapainya. Menurutnya, CIVAS yang merupakan sebuah organisasi mitra di bidang pengembangan kajian dan studi kesehatan hewan, selalu berkontibusi dalam mengembangkan dan melakukan kajian dan studi di bidang kesehatan hewan, kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan dan lingkungan.
Selama berdiri dari tahun 2005, dijelaskan olehnya, CIVAS selalu memberikan dukungan dan mendorong tindakan dan pelaksanaan ‘good veterinary govermance’ melalui kemitraan pemerintah dan swasta (KPS), dengan kajian lapang, publikasi, seminar lokakarya, public awareness dan pelatihan. “Kita bangun jaringan dan kemitraan dengan pemerintah lewat jejaring apa saja yang bisa kami dekati. Dan kita banyak menemukan permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks baik teknis maupun non-teknis,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, banyak program yang sudah dilakukan CIVAS, diantaranya studi-studi kasus penyakit Avian Influenza (2006-2010) bersama FAO, Colorado State Uni, USDA APHIS dan Wageningen UR, yang dilanjutkan dengan studi mengenai Ecohealth Rabies di Bali (2011-2014) bersama IDRC/ILRI, kemudian studi Resistensi Antimikrobial (2013-2016) bersama IDRC.
Terkait penyakit rabies yang masih marak, ia menyatakan, perlu adanya upaya khusus yang ekstraordinari untuk menanganinya. “Tidak selalu hanya dengan vaksin, perlu ada perhatian khusus seperti sumber daya manusianya, dan bagaimana menggalang banyak dokter hewan untuk ikut serta mengatasi rabies. Harus kita rubah polanya, dengan strategi yang tepat untuk mencapai bebas rabies,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pada acara seminar nasional CIVAS turut hadir sebagai pembicara Direktur Kesehtan Hewan Kementerian Pertanian Drh. I Ketut Diarmita, FAO-ECTAD Chief Technical Adviser Dr. Luuk Schoonman, dan Ketua Yayasan Yudistira Swarga Drh. Ni Made Restiati, serta Ketua Badan Pengurus CIVAS Drh. Tri Satya Naipospos. (rbs)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template