Tuesday, April 5, 2016

Kyrgyztan Siap Impor 10.000 Dosis Semen Beku dari Indonesia

Tindak lanjut dari Pertemuan Pejabat Tinggi (High Level Meeting) antara Pemerintah Republik Kyrgyztan dengan Pemerintah Indonesia yang berlangsung pada hari Senin, 28 Maret 2016, selanjutnya diselenggarakan Wrapping Up Meeting di Malang pada hari Kamis, 1 April 2016. 
Penandatangan kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Kyrgyztan
dalam pengadaan semen beku dari Indonesia sebanyak 10.000 dosis.
Delegasi dari Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Ir. Muladno, MSA, sedangkan Delegasi  Kyrgyztan dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Kyrgyztan, Mr. Janybek Kerimaliev, DVM. Delegasi Kyrgyztan lain yang hadir pada pertemuan tersebut yaitu Mr. Chorthonbaev Vice Rector Kyrgyz National Agrarial Universitydan dan Mr. Marsbek Uulu Agriculture Expert at Prime Minister Office.
Wrapping Up Meeting merupakan kesepakatan bersama antara kedua belah pihak berdasarkan hasil kunjungan perwakilan Kyrgyztan selama sepekan di Indonesia. Pertemuan ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan Islamic Development Bank (IDB) Reverse Linkage Project between Republic of Indonesia and Republic of Kyrgyz on the Strenghthening of Artificial Insemination. 
Pada pertemuan ini telah ditandatangani Record of Discussion (RoD) oleh kedua belah pihak. Kyrgyztan ditargetkan melakukan pengadaan semen beku dari Indonesia sebanyak 10.000 dosis. RoD dimaksud juga menegaskan kembali komitmen antara Pemerintah Kyrgyztan dan Pemerintah Indonesia di bidang penguatan Inseminasi Buatan dan mengintensifkan upaya agar kerjasama tersebut berjalan sukses. Delegasi Kyrgyztan akan mendorong Pemerintah Kyrgyztan mewujudkan komitmen mereka dalam menyediakan pembagian biaya untuk Reverse Linkage Project. Diharapkan komitmen Kyrgyztan untuk pembiayaan sebesar 132.000 USD akan terwujud pada bulan Juli 2016. 
Sebelumnya telah dilaksanakan pelatihan di Bidang Inseminasi Buatan dengan peserta dari Kyrgyztan pada tanggal 5 – 18 Oktober 2015 dan 17 Januari – 6 Februari 2016” sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU antara Kementerian Pertanian Kyrgyztan dengan Balai Inseminasi Buatan Sigosari (BBIB) yang merupakan turunan dari MoU antara Kementerian PPN/Bappenas dan Presiden IDB. Reverse Linkage sendiri merupakan konsep yang diperkenalkan IDB dimana bertujuan memaksimalkan manfaat bersama dalam melakukan Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Muladno menyambut baik kerjasama dimaksud dan mengapresiasi keinginan Kyrgyztan melakukan pengadaan importasi semen beku. Untuk mensupport kegiatan ini, Indonesia akan mengirimkan dua orang tenaga ahlinya dari BBIB Singosari untuk melakukan pendampingan selama dua bulan di Kyrgyztan. “Kita akan kirimkan tenaga ahli terbaik kita untuk melakukan pendampingan di bidang inseminasi buatan langsung di Kyrgyztan nya,” ungkap Muladno.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Kyrgyztan, Janybek Kerimaliev mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pendampingan yang dilakukan oleh pihak Indonesia. Hal ini makin mempererat hubungan kerjasama antara Indonesia dengan Kyrgyztan. “Saya berterimakasih, kerjasama ini bisa makin merekatkan persaudaraan antara Kyrgyztan dan Indonesia,” ungkapnya.
Hadir pada Wrapping Up Meeting BBIB Singosari, Direktur Kerjasama Universitas Brawijaya, perwakilan dari Kemenlu dan Biro Kerjasama Luar Negeri Kementan. (wan, sumber: Humas Ditjennak) 

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template