GRATIS!I UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dan iinformasi penting lainnya. Isi Form ini

Nama Lengkap

Perusahaan/Lembaga

Kota/Kabupaten

Nomor Ponsel

Alamat E-Mail

EDISI Pebruari 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download versi Digital Magazine

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download  versi Digital Magazine
Klik di sini

Followers

Musim pancaroba dan Potensi Munculnya Birahi Tenang

On 3:28:00 PM

pakan sbgai antisipasi berahi tenang
Birahi tenang adalah suatu kondisi dimana seekor sapi betina meski sudah memasuki masa birahi, namun sama sekali tidak memperlihatkan gejala dan tanda tanda khusus bahwa sapi itu birahi sebagaimana seharusnya. Faktor penyebab gangguan fisiologis reproduksi itu memanglah multifaktorial.

Namun demikian, pada umumnya mendekati angka 85%, sapi betina umumnya akan selalu memperlihatkan tanda-tanda birahi. Sebagaimana dari berbagai hasil penelitian telah diperoleh data dan informasi bahwa potensi untuk terjadinya birahi tenang, umumnya akan sangat relatif merugikan terhadap sebuah usaha budidaya ternak sapi. Khususnya pada sapi perah. Mengapa begitu merugikan sekali, hal itu terkait erat dengan membengkaknya ongkos produksi dan juga produksi susu dan reprodukstifitas yang rendah.

Salah satu faktor yang begitu mempunyai pengaruh kuat terjadinya gangguan fisiologis reproduksi itu adalah kondisi musim. Terutama sekali sapi perah yang berada di daerah tropis seperti di Indonesia. Adapun kondisi musim yang dimaksud adalah pada musim peralihan atau pancaroba. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Drh Yusuf Arrofik, seorang praktisi sapi perah berpengalaman yang hampir lebih dari 15 tahun. Bergelut dengan usaha peternakan sapi perah. Kini, ayah 2 orang anak itu mengabdikan diri sebagai abdi negara pada Dinas Peternakan Klaten Jawa Tengah.

Seperti diketahui, bahwa fungsi reproduksi pada sapi betina dipengaruhi dan dikontrol  oleh sebuah mekanisme hormonal. Dan mekanisme hormonal itu erat terkait dengan fungsi organ tubuh secara integratif. Artinya, status kesehatan ternak sapi inheren dengan status fisiologis reproduksinya. Jika kondisinya sedang dalam pengaruh situasi pergantian musim, sudah pasti akan menyebabkan fungsi reproduksinya terganggu. Meski sebenarnya, jelas Yusuf, bahwa keseimbangan fungsi itu akan berjalan secara otomatis dan penyesuaian itu berlangsung sesuai dengan “tantangan” lingkungan. Namun untuk Negara beriklim panas, seperti di Indonesia, oleh karena gradasi peralihan musim relatif kurang smooth, akhirnya selalu menyebabkan adanya gangguan fisiologis reproduksi.

Yusuf menjelaskan, bahwa neraca keseimbangan fisiologis tubuh sapi perah di Indonesia sangat berbeda sekali dengan sapi perah di negara-negara sub tropis. Meskipun sudah ada proses adaptasi dan aklimatisasi sapi perah di Indoensia, namun tetap saja potensi terganggunya fungsi reproduksi itu masih besar.

Birahi tenang (silent heat) atau birahi yang tak termanifestasi secara visual yang ditemukan pada sapi perah sebenarnya merupakan persoalan yang cukup serius. Bukan saja menyebabkan produktifitas susu dan reproduktifitasnya rendah, namun juga membawa dampak lain berupa semakin cepatnya untuk terjadi proses pengafkiran atas ternak itu. Padahal antisipasi dan terapi untuk mengatasi hal itu masih sangat terbuka untuk ditempuh/ iyo

Artikel lebih lengkap bisa baca di edisi MEI 2014.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer