Monday, May 26, 2014

Bimtek Penanggulangan Gangguan Reproduksi Tingkat Nasional

Berfoto usai praktek gangguan reproduksi.
Salah satu tugas dokter hewan yang bekerja di Pusat Kesehatan Hewan (PUSKESWAN) yaitu melakukan pelayanan medik reproduksi seperti diagnosa kebuntingan, menolong kelahiran baik yang kondisi normal maupun mengalami kesulitan melahirkan dengan tindakan operasi Sesar, melaksanakan Inseminasi Buatan, melakukan diagnosa dan pengobatan kemajiran, melakukan diagnosa dan pengobatan gangguan reproduksi serta melakukan tindakan alih janin atau emberio transfer.

Direktorat Kesehatan Hewan Ditjennak Keswan sejak tahun 2011 telah melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) penanggulangan gangguan reproduksi bagi dokter hewan Puskeswan se-Indonesia hingga tahun 2013 telah dilatih sekitar 300 orang.  Sedangkan untuk tahun 2014 jumlah dokter hewan yang akan dilatih di 6 wilayah regional sekitar 120 orang. Jadi diharapkan pada akhir tahun 2014 jumlah dokter hewan terlatih sekitar 420 orang.

Bimbingan teknis petugas penanggulangan gangguan reproduksi ini dilaksanakan dengan jumlah 80 jam pelajaran yang terdiri dari teori 40% dan praktek 60%, dengan tujuan agar para peserta dapat merefresh kembali ilmu yang telah diterima dibangku kuliah dan lebih menekankan kembali praktek penguasaan penanganan sapi yang bermasalah pada organ reproduksi dan penanganan yang tepat maupun pada kondisi hewan yang normal.

Diharapkan dengan adanya bimbingan teknis yang singkat ini, para peserta benar-benar bisa menerapkan ilmu yang telah didapat dari para narasumber, sehingga dapat diterapkan bagi petugas dilapangan.

Berkaitan dengan hal tersebut pada tanggal 14-18 April 2014 bertempat di Mataram NTB telah dilaksanakan Bimbingan teknis Gangguan Reproduksi yang diikuti 22 dokter hewan PNS maupun THL yang berasal dari Provinsi Jambi, Jawa Barat, DIY, Bali, NTB dan Sulawesi Tenggara, Pembimbing utama Bimtek kali ini adalah Dr Drh Prabowo Purwono Putro MPhil dosen dan pakar Reproduksi dan Kebidanan FKH UGM Yogyakarta dengan pendamping lapangan Drh Heru Rachmadi salah seorang dokter hewan ahli Bedah Sesar Hewan Besar yang pernah belajar di Universitas Rakuno Gakuen Ebetsu Hokaido Jepang dan Drh Hultatang Puskeswan Aikmel Kab. Lombok Timur salah satu kandidat dokter hewan berprestasi Nasional Tahun 2014.

Materi inti Bimtek Gangguan Reproduksi ini antara lain Review Anatomi Fisiologi Reproduksi ternak sapi, Review  Gangguan Reproduksi bersifat fungsional dan gangguan dikarenakan penyakit menular, review terapi Hormonal dan antibiotika, Teknik Sampling pengujian Cepat Brucellosis dan Parasiter serta sekilas teknik Bedah Sesar incisi Flank kanan kemudian yang sangat penting dalam Bimtek  Gangguan Reproduksi ini adalah melakukan praktek di Rumah Potong Hewan pada sapi betina afkir yang mengalami gangguan reproduksi dan kemajiran serta pemeriksaan alat reproduksi dan penanggulangan Gangguan Reproduksi pada kelompok-kelompok ternak sapi yang ada di kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, dari hasil praktek lapangan telah terdiagnosa kasus: Hypofungsi ovarium, Silent Heat, Anestrus oleh corpus Luteum Persistent, kawin berulang, Endometritis, Abortus serta Kasus aspesifik.

Drh. Herwinarni, Kasi Sumber Daya Kesehatan Hewan Dirjennak keswan yang membacakan sambutan Direktur Keswan pada saat penutupan Bimtek Gangguan reproduksi tersebut mengungkapkan bahwa Bimbingan teknis Petugas Penanggulangan Gangguan Reproduksi adalah merupakan salah satu program yang langsung berpengaruh terhadap program Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau tahun 2014, yang secara lebih khusus merupakan kinerja utama Direktorat Kesehatan Hewan yang berupa penguatan pelayanan kesehatan hewan secara nasional.

Penguatan pelayanan kesehatan hewan adalah dimaksudkan untuk meningkatkan kelmbagaan, meningkatkan ketersedian peralatan dan kendaraan, ketersediaan dan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan operasional pelayanan kesehatan hewan.

Bimbingan teknis petugas penanggulangan Gangguan Reproduksi adalah dalam rangka penguatan tenaga kesehatan hewan dalam hal peningkatan kompetensi para dokter hewan baik yang bertugas di Dinas maupun dokter hewan yang bertugas di puskeswan yang dimaksudkan untuk meningkatkan keprofesionalan penanganan dan penanggulangan gangguan reproduksi di lapangan sehingga tingkat pelayanan yang prima oleh dokter hewan sangat dibutuhkan oleh masyarakat peternak secara terus menerus.
Semoga bimtek Gangguan Reproduksi ini makin menambah pengalaman lapangan dokter hewan yang bertugas di puskeswan dan bermanfaat bagi pembangunan Peternakan dan Kesehatan Hewan di daerah masing-masing peserta \ Drh. Heru Rachmadi Infovet NTB

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template