Monday, March 4, 2013

VAKSINASI KOLERA JARANG DILAKUKAN?

Guna melacak jejak Kolera unggas atau Fowl Cholera, Infovet Jawa Timur menembus pegunungan Malang Barat melalui jalan panjang yang berliku-liku, lewat berbagai peternakan hingga di kota Malang bertemu dengan Drh Setyono Al Yoyok Direktur Poultry Shop Pakarvet di Kabupaten Malang. Apa statement yang didapatkan dalam wawancara di poultry shop berlanjut di rumah dokter hewan yang juga membuka praktek dokter hewan ini?

”Di lapangan tidak begitu menjadi masalah. Selama pegang program pullet jarang terjadi,” kata Drh Setyono Al Yoyok sang direktur Pakarvet Malang. Intinya, tindakan yang dibutuhkan, katanya, ”Persiapan kandang, brooding atau pemanas pengindukan buatan, biosecurity.”

Vaksinasi bakterial tidak terlalu diperhatikan dan jarang dipakai dalam penanganan Kolera Unggas dan umumnya penyakit bakterial. Berbeda dengan vaksinasi bakterial untuk penyakit Coryza. Ya, Coryza saja yang diperhatikan. Sedangkan vaksinasi parasit Koksidiosis, jarang divaksin walau ada vaksin Koksi. Demikian menurut Drh Setyono Al Yoyok.

Berdasar pemantauan lapangan oleh sumber Sentral Ternak, vaksin yang banyak beredar di lapangan dan banyak digunakan pada ayam umumnya untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus. ”Karena virus tahan terhadap obat antibiotika,” kata sumber Sentral Ternak. Vaksin tersebut antara lain vaksin AI, Gumboro, ND, Cacar, IB dan Mareks.

Namun perhatikan statement ini, ”Ada juga beberapa vaksin untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti vaksin Kolera dan Coryza.” Ya, memang vaksin bakterial ini ada, cuma penggunaannya yang menurut Drh Yoyok jarang.

Bagaimana sesungguhnya ihwal vaksin Kolera Unggas, Infovet mendapatkan data dari Balai Besar Penelitian Penyakit Veteriner Bogor yang telah memproduksi vaksin ini. Sumber Bbalitvet mengungkap telah diproduksi vaksin bivalen isolat lokal untuk pengendalian penyakit kolera unggas Vaksin Kolera Unggas.

Vaksin tersebut adalah vaksin bivalen inaktif yang dikembangkan dari isolat lokal  Kolera Unggas sendiri adalah penyakit bakterial yang menyerang ayam dan itik, disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Komposisi vaksin dibuat dalam bentuk inaktif yang terdiri dari dua isolat (bivalen).
 
Drh Rondius Solfaine MP Staf pengajar bagian patologi anatomi FKH Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dalam artikel untuk FKH Blog berpendapat tentang vaksinasi Kolera ini, ”Apabila memungkinkan, vaksin dapat digunakan untuk pencegahan infeksi penyakit Kolera unggas.” Menurutnya beberapa jenis vaksin dapat digunakan baik vaksin aktif (kuman Pasteurella dilemahkan) dan vaksin inaktif (kuman Pasteurella dimatikan).
 
”Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan dalam hal cara pemakaian, daya proteksi dan titer antibodi yang dihasilkan. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi peternakan yang bersangkutan,” kata Drh Rondius. Bagaimana kenyataan lapangan?
 
Dari banyak program vaksinasi peternakan, memang tidak didapatkan adanya program vaksinasi Kolera ini. Ambillah salah satu contoh jadual vaksinasi pada ayam petelur suatu peternakan. Pada saat ayam umur 2-3 minggu divaksin IB dan ND. Umur 6 minggu divaksinasi IB dan ND lagi. Umur 10 minggu ILT dan Cacar Ayam. Umur 6-16 minggu divaksin AE (Avian Encephalomyelitis). Mana yang untuk Kolera? Tidak tercantum.
 
Majalah Kesayangan Anda Infovet pernah memberitakan bahwa Kolera unggas telah lama ada di Indonesia dengan kejadian pertama dilaporkan Bubberman pada 1912. Pernah ada letupan di Bogor-Jawa Barat, pada ayam petelur dan itik. Dan, ada anjuran, diperlukan vaksinasi apabila ditemukan dengan jelas penyakit Koleranya. Tentang hal ini mesti dikonsultasikan dengan dokter hewan anda untuk meneguhkan diagnosa. Waktu vaksinasi yang dianjurkan adalah pada saat ayam umur 6–8 minggu dan diulang umur 8–10 minggu.
(Yonathan/Infovet Nov 12)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template