Monday, March 4, 2013

Membangun Rumah Masa Depan

ALKISAH, seorang tukang bangunan yang sudah tua berniat untuk pensiun dari profesi yang sudah ia geluti selama puluhan tahun. Ia ingin menikmati masa tua bersama istri dan anak cucunya. Ia tahu ia akan kehilangan penghasilan rutinnya namun bagaimanapun tubuh tuanya butuh istirahat. Ia pun menyampaikan  rencana tersebut kepada mandornya.
 
Sang Mandor merasa sedih, sebab ia akan kehilangan salah satu tukang kayu terbaiknya, ahli bangunan yang handal yang ia miliki dalam timnya. Namun ia juga tidak bisa memaksa.
 
Sebagai permintaan terakhir sebelum tukang kayu tua ini berhenti, sang mandor memintanya untuk sekali lagi membangun sebuah rumah untuk terakhir kalinya.
 
Si tukang kayu ini sebenarnya sudah ingin segera menikmati masa pensiunnya, namun demi kebaikan, dengan berat hati ia menyanggupi permintaan terakhir atasannya.
 
Sang mandor hanya tersenyum dan berkata, “Kerjakanlah dengan yang terbaik yang kamu bisa. Kamu bebas membangun dengan semua bahan terbaik yang ada.”
 
Tukang kayu lalu memulai pekerjaan terakhirnya dengan rasa malas. Ia asal-asalan membuat rangka bangunan, ia malas mencari bahan yang baik dan ia gunakan bahan-bahan berkualitas rendah. Sayang sekali, ia memilih cara yang buruk untuk mengakhiri karirnya.
 
Saat rumah itu selesai. Sang mandor datang untuk memeriksa. Saat sang mandor memegang daun pintu depan, ia berbalik dan berkata, “Ini adalah rumahmu, hadiah dariku untukmu!”
 
Betapa terkejutnya si tukang kayu. Ia sangat menyesal. Kalau saja sejak awal ia tahu bahwa ia sedang membangun rumahnya, ia akan mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Sekarang akibatnya, ia mendapatkan hadiah rumah tapi hasil dari karya terakhirnya yang asal-asalan. (dirangkum dari newsletter Anne Ahira).
***
 
Mari  kita pikirkan kisah si tukang kayu ini. Anggaplah rumah itu sama dengan kehidupan kita. Di akhir tahun kita akan mendapatkan hadiah yang semua orang menerima, yaitu datangnya tahun baru. Kita ibaratnya memasuki tahun baru hingga akhir tahun depan adalah sebuah bangunan rumah kehidupan.
 
Apa yang akan kita lakukan di akhir tahun adalah merancang bangunan rumah megah 2013. Dalam bahasa bisnis namanya menyusun budget 2013. Kita punya pilihan mau membangun rumah sekokoh dan semegah apa, karena  “ini adalah rumah kita, hadiah dari-Nya untuk kita”.
 
Kita tahu ini rumah kita, jadi apapun yang terjadi tahun ini, tidak boleh membuat kita bermalas-malasan. Untunglah ada ilmu teknis yang namanya budgeting dan yang nonteknis yaitu motivasi.
 
Pakar manajemen mengatakan, untuk membuat “rumah masa depan” yang baik, kita perlu mempertajam  pengamatan dan intuisi agar dapat menyusun asumsi tentang apa yang akan terjadi di tahun yang akan datang. Jika kita mampu membuat asumsi dengan tajam, maka anda punya bekal untuk menyusun target yang tajam juga. Jika target sudah disusun anda akan dapat menyusun strategi yang baik untuk  meraih target. Dan jika sudah dimantapkan strateginya, anda tinggal menyusun agenda aksi selama setahun.
 
Setidaknya itulah  yang bisa kita optimalkan untuk menbangun rumah kehidupan 2013. Namun semua itu pilihan kita. Kita boleh membangun dengan cara “mengalir” begitu saja tanpa rancangan budget, boleh juga merancang bangunan dengan budget yang sebaik-baiknya.
 
Kekuatan dan kemegahan bangunan rumah kehidupan kita dalam setahun, semuanya tergantung pada kita sendiri. Kehidupan kita adalah akibat dari pilihan kita sendiri.  Masa depan kita adalah hasil dari keputusan kita  saat ini.
 
Selamat Tahun Baru 2013. Semoga  kehebatan dan kebahagiaan selalu menyertai Anda. Amien.

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template