Tuesday, October 21, 2008

TERKAIT MISI DAN VISI KITA

TERKAIT MISI DAN VISI KITA


Ruang Redaksi Infovet 171 Oktober 2008

Terkait perpindahan kantor Infovet ke alamat baru per 1 Nopember 2008, Segenap Pimpinan dan Staf Majalah Infovet PT Gallus Indonesia Utama pun menyampaikan informasi, “Syukur kepada Tuhan YME atas kemajuan kami sehingga kami mampu memiliki dan pindah ke gedung dan bangunan sendiri. Segala keperluan dengan Majalah Infovet dan PT Gallus Indonesia Utama per 1 November 2008 akan dialihkan ke alamat baru di Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan.”

Terkait kasus Rabies, Dr Drh Tri Satya Putri Naipospos ahli Indonesia yang bekerja di Badan Kesehatan Dunia di Thailand menyatakan, “Meski Rabies cuma satu diantara beribu masalah di tanah air dan tidak banyak yang bisa diharapkan menjelang Pemilu 2009 kasus ini juga perlu dicermati untuk kesiapsiagaan antara lain dengan melindungi Vaksinator rabies di lapangan.”

Terkait vaksin Rabies, Drh Lukas Agus Sudibyo Direktur Pemasaran PT Romindo Primavetcom menuturkan,” Pengalaman saya sekitar pertengahan tahun 1979, saya tidak bisa bayangkan seandainya saya tidak membawa bangkai kucing tadi ke BPPH Medan untuk diperiksa,… Juga apa jadinya kalau kita tidak punya koneksi untuk mendapatkan vaksin Rabies untuk manusia."

Terkait vaksin Anthraks, dalam suatu kesempatan Dr Drh Soeripto MVS dari Balai Besar Penelitian Veteriner Bogor yang karyanya diakui dunia internasional bahkan hak paten internasional berkata, “Siapa mau buat vaksin Anthraks? Jual ke Amerika, kalau berkualitas kemungkinan besar dibeli. Amerika sudah mencoba membuat dengan dana yang besar, tetapi belum berhasil.”

Terkait vaksin EDS, dalam suatu kesempatan Drh Nanik Sianita Widjaja dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya menyatakan, “Perlu dipikirkan kemungkinan membuat antigen EDS' 76 yang dapat membedakan antara antibodi akibat vaksinasi ataukah terinfeksi virus EDS'76.”

Terkait mahalnya harga ayam, dalam suatu kesempatan Drh Suhartono dari PT Japfa Comfeed Makassar mengungkap, “Untuk memproduksi daging ayam 1 kg di Indonesia, biaya nya masih lebih mahal bila dibandingkan dengan negara lain seperti USA, Brazil, dan lain-lain. Mahal bukan nilai uangnya kita membeli mahal, tetapi semata atas perbandingan yang tidak sesuai."

Terkait daging busuk, dalam suatu kesempatan Dr Drh Denny Lukman MSc pakar Kesmavet dari FKH menyampaikan, “Dari aspek kesmavet, daging "sampah" ini sangat tidak layak dikonsumsi manusia, mengingat daging tersebut sudah dibuang, bersatu dengan sampah lain, dan kemungkinan terjadi proses pembusukan/kerusakan yang menjadikan daging tidak layak dan bahkan memungkinkan mengganggu kesehatan konsumen.”

Terkait harga produksi asal ternak pada Lebaran 2008, Ketua Gabungan Organisasi Peternakan Ayam Nasional (GOPAN) Ir Tri Hardiyanto menuturkan, “Akhir-akhir ini harga produk itu melambung hingga lebih dari Rp5.000 per kg. Harga DOC stabil di level tinggi akhir-akhir ini. Ini tren musiman, kalau mau libur permintaan naik, selesai libur baru turun lagi. Naik lagi nanti kalau menjelang Lebaran. Kami berharap turunnya tidak banyak."

Terkait Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri 2008, Segenap Pimpinan dan Staf Majalah Infovet PY Gallus Indonesia Utama menyampaikan ucapan kepada Umat Muslim yang merayakannya, “Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Selanjutnya dengan semangat kembali ke fitrah, “Mari melangkah mantap dengan visi dan misi yang kita pegang teguh di dunia kesehatan hewan dan peternakan untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia.” (Yonathan Rahardjo)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template