Alltech

Alltech

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Amlan

Amlan

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI AGUSTUS

EDISI  AGUSTUS

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Pemasaran

Anang Sam, CHt.


Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

MEMBUNUH BAKTERI KOLERA

On July 24, 2008

Edisi 165 April 2008

(( Untuk mengatasi datangnya penyakit yang mungkin beruntun, antibiotik yang digunakan dipilih yang efektif kerjanya. Para ahli kesehatan hewan menyatakan, penyakit kolera ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik khusus yang bekerja secara sistemik terhadap bakteri Gram-negatif. ))

Sesungguhnya penyakit bakterial seperti kolera menimbulkan kerugian yang cukup banyak. Selain kematian, penurunan produksi pada ayam yang telah bertelur dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu.
"Kematian yang ditimbulkan memang tidak banyak. Akan tetapi kerugian yang diakibatkan kolera ini cukup signifikan. Bila menyerang ayam yang sedang dalam masa bertelur, penurunan produksi telur yang terjadi cukup lumayan selama beberapa waktu lamanya," jelas seorang praktisi.
Bila kasus sudah telanjur terjadi, “Jangan lupa musnahkan ayam yang mati dan karantina ayam yang sakit serta berikan pengobatan," ujar seorang peternak.
Bakteri penyebab kolera ini ‘senang’ bersembunyi di tempat-tempat yang tak terjangkau, misalnya di limphoglandula perifer di daerah leher. Oleh karena itu kolera sering muncul karena tidak runtasnya pemberantasan pada ayam petelur dewasa dimana kasus ini lebih banyak menyerang.
Penyakit kolera pada unggas ini disebabkan oleh bakteri kelompok Gram-negatif yang berkapsul, Pasteurella multocida. Oleh karenanya penyakit ini disebut juga sebagai pasteurellosis. Pasteurella multocida penyebab penyakit kolera mempunyai 5 serotipe yaitu A, B, D, E dan F. "Sedangkan yang menimbulkan gangguan pada ayam biasanya serotipe A, B dan D," kata seorang akademisi dari sebuah fakultas kedokteran hewan sebuah perguruan tinggi ternama.
Tingkat keganasan bakteri ini berbeda-beda dan ditentukan oleh kapsul yang membungkus bakteri. Bila kapsul tersebut rusak tingkat keganasan bakteri akan berkurang bahkan tidak berbahaya lagi. Meskipun bakteri tahan hidup selama beberapa bulan dalam litter atau bahan yang mudah membusuk, tetapi mudah terbunuh oleh sinar matahari, pengeringan, pemanasan ataupun dengan berbagai desinfektan.
Untuk mengatasi datangnya penyakit yang mungkin saja beruntun seperti ini, antibiotik yang digunakan dipilih yang efektif kerjanya. Para ahli kesehatan hewan menyatakan karena disebabkan oleh bakteri, penyakit kolera ini dapat diobati dengan menggunakan antibiotik khusus yang bekerja secara sistemik terhadap bakteri Gram-negatif.
Namun, anjur para ahli, sebaiknya pemakaian antibiotik ini juga digilir agar tidak menimbulkan resistensi bakteri terhadap antibiotik tertentu, karena sensitivitas kuman dapat terjadi.
Beberapa pakar menyarankan pemakaian antibiotik khususnya golongan penisilin seperti amoxycillin maupun sulfa untuk mengatasi serangan kolera pada ayam, maupun septicaemia atau menyebarnya bakteri ke seluruh tubuh.
Preparat seperti flumequin dan quinolon dapat dipakai untuk mengobati penyakit kolera pada unggas. Jaringan yang mengalami kerusakan akibat adanya peradangan perlu direhabilitasi dengan memberikan terapi supportif (multivitamin) dan memberikan pakan yang berkualitas dengan kandungan nutrien yang cukup.
Pengobatan yang dilakukan dengan memberikan antibiotika memberikan hasil yang berbeda-beda. Hal ini bisa terjadi karena P multocida mempunyai banyak serotipe yang mungkin mempunyai respon yang berbeda-beda pula terhadap antimikroba.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang terbaik tentunya dilakukan uji sensitivitas. (YR/ berbagai sumber)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer