Wednesday, August 29, 2007

PAKAN UNTUK YANG KERDIL

Sementara kalangan menganggap kekerdilan sudah jarang dijumpai lantaran perlakuan sudah cukup baik. Tapi, ternyata masih ada juga. Peternak dapat mengamati keterkaitan dengan pihak bibit ini pada kondisi di lapangan. Apakah kala bibit ayam masuk kandang komersial pada tiga bulan tidak kena kekerdilan, selanjutnya apakah tiga bulan berikutnya lagi tidak kena kekerdilan atau menjadi kena. “Dengan demikian bisa ketahuan, mungkin itu karena faktor pakan, atau yang lainnya,” kata seorang praktisi.

Karena penyebab kekerdilan memang berbeda-beda, jangan heran bila muncul pengalaman aneh, perlakuan pemberian pakan oleh peternak terhadap ayam yang terganggu/terhambat pertumbuhannya ini ternyata tidak berbeda, sehingga tidak ada perlakuan khusus soal pakan ini. Namun ada peternak yang memisahkan antara ayam kerdil, sedang, dan normal, karena konsumsi pakan sama ternyata hasilnya berbeda, sehingga tidak efektif untuk pemeliharaan dan pertumbuhan.

Bandingkan bedanya, pada kasus malabsorbsi sindrom, pola makan ayam tetaplah normal, tetap makan banyak seperti halnya ayam normal, akan tetapi ayam tidaklah tumbuh dan berkembang. Hal ini karena penyerapan kurang baik. Sedang kasus Runting dan Stunting tidak tumbuh dan berkembang. Demikian Drh Andi Widjanarko dari PT Pimaimas Citra.

Pakan Bagus?

Oleh sebab itu, “Jangan lupa, pakan haruslah yang bagus,” tutur Drh Suhardi dari PT Sanbe Farma. Bila pada 1-2 minggu pertama muncul gejala kekerdilan yang bakal terjadi, berikan pakan untuk strater, bukan untuk grower. Soal pakan ini, Drh Supandi juga dari PT Sanbe Farma melengkapi, konsumsi pakan harus cukup baik, ditambah dengan vitamin dan elektrolit.

Sediaan vitamin yang dianjurkan mengandung vitamin-vitamin A, D, E, K, demikian juga vitamin yang mengandung asam amino di mana protein ini sangat penting untung pertumbuhan ayam. “Harapannya gejala-gejala yang bisa muncul dapat dicegah, dan ayam menjadi lebih baik pertumbuhannya, efek dari Runting dan Stunting Syndrome dapat diminimalisir,” kata Supandi.

Dari sisi pakan diakibatkan oleh fluktuasi kualitas dari bahan baku pakan, seperti level mikotoksin, level mineral dan vitamin. Demikian Drh Hany Widjaja dari Alltech Indonesia.

Pakan Saat DOC Datang?

Bagaimana teknisnya? Saat DOC tiba segera hitung, tebar, dan beri minum air gula. Teruskan dengan antibiotik spektrum luas dan vitamin elektrolit. Untuk DOC yang lemah beri cekok larutan infus. Demikian Drh Prabadasanto Hudyono dari PT Multibreeder Adirama Indonesia..

Amati di peternakan-peternakan kita. Frekuensi pemberian pakan dengan cara lama, dulu sampai 1-2 hari hanya dengan jagung kering. Dan ini diberikan sampai beberapa hari. Setelah ayam selesai diberi minum dalam rentang waktu ini, baru diberi pakan. Jelasnya, kondisi di lapangan, pemberian pakan starter biasanya ditunda sampai beberapa hari dulu. Demikian pengamatan Praba.

Apakah hal ini masih berlaku sampai sekarang? Bagaimana yang lebih baik? Terkait dengan pertumbuhan fili-fili usus yang tumbuh pada 4-5 jam, ternyata hal ini bukan hal terbaik. Yang lebih pantas diterapkan seiring pertumbuhan fili usus untuk pencernaan ini adalah pakan diberikan tanpa menunggu beberapa hari. Sesaat setelah DOC minum, segera beri pakan, karena semakin cepat fili-fili usus lontak dengan makanan akan semakin baik perkembangannya. Demikian Praba.

Setelah 8 jam kedatangan, tembolok anak ayam perlu diperiksa. Harus sudah terisi pakan 80 persen. Bila kurang dari 80 persen akan memungkinkan terjadi gangguan pertumbuhan. Cara pemberian pakan metode lama, peternak sendiri yang menyaring pakan, memungkinkan mikotoksikosis. Kerugiannya lambat tumbuh. Pertumbuhan yang biasanya cukup pada umur seminggu untuk mencapai berat tertentu, sekarang membutuhkan waktu lebih lama, bisa mencapai umur 10 untuk mencapai berat yang sama. Demikian Praba.

Tempat Pakan

Pemberian pakan pada minggu pertama dapat dengan cara ditebar di atas koran sedikit demi sedikit tetapi lebih sering. Agar, anak ayam dapat mengenal bentuk pakan. Dan, juga ditaruh pada tempat pakan. Seringkali anak ayam memakan sekam apabila tidak diberi alas koran. Demikian Praba mengutarakan pengamatannya di banyak peternakan.

Jumlah tempat pakan/minum 100 ekor antara 3-4 buah. Bila menggunakan box DOC sebagai tempat pakan maka 1 box untuk sekitar 75 ekor. Tetapi perlu diperhatikan bahwa penggunaan box DOC sebagai tempat pakan jangan lebih dari 3 hari. Karena, box akan menjadi lebih lembab dan dapat menjadi media pertumbuhan jamur yang dapat menyebabkan mikotoksikosis yang ujung-ujungnya juga mampu menyebabkan kekerdilan. Pengenalan dengan tempat pakan dalam bentuk tabung gantung dimulai pada usia 7-10 hari. Setelah usia 15 hari hanya digunakan tempat pakan bentuk tabung tersebut. Penggantian secara bertahap. Demikian Praba

Langkah-langkah soal pakan ini ada yang bersifat umum dan ada yang spesifik sesuai dengan kondisi masing-masing peternakan dan berdasar pilihan terbaik bagi para narasumber. Barangkali masih banyak pengalaman lain dari narasumber yang berbeda guna mengatasi permasalahan ayam kerdil.

Sudah tentu yang diinginkan peternak dan praktisi tak akan ada hambatan pertumbuhan. Maka soal pakan, pilihlah mutu dan cara pemberian yang terbaik. Jangan lupa: Ayo! Cari yang terbaik. (YR)

2 komentar:

Anonymous said...

selain pakan dalam memelihara DOC tentunya harus diperhatikan hal lainnya juga.. sperti lingkungan, biosekuriti, manajemen... terimakasih infonya.. bacaan yang cukup menarik..

Dinis on November 28, 2010 at 8:28 AM said...

selain pakan dalam memelihara DOC tentunya harus diperhatikan hal lainnya juga.. sperti lingkungan, biosekuriti, manajemen... terimakasih infonya.. bacaan yang cukup menarik..

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template