SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Flu Burung Dalam Upaya Pengendalian yang Agak Terlambat

On 12:24:00 AM

Infovet mengikuti acara pertemuan ASOHI dengan UPPAI (Unit Pengendalian Penyakit Unggas) di Gedung C Lantai 9, dipimpin oleh Drh Elly Rachmawati MSc, (PhD?). Sebuah pertemuan berbasis rencana kerjasama ASOHI dengan UPPAi untuk mengendalikan kasua Avian Influenza dengan melibatkan para technical Service sebagai ujung tombak perusahaan obat hewan dalam melayani peternak sampai ke dalam kandang peternak.

Pemerintah merasa kewalahan untuk masuk ke kandang berdasar banyak pengalaman penolakan oleh peternak dan pegawai kandang karena perilaku yang tidak diharapkan. Misalnya, belum-belum sudah membawa blangko sumbangan acara tujuh belasan, pembangunan masjid, dan lain-lain. Berakibat kecurigaan pada diri peternak bertumbuh subur bila didatangi oleh petugas dari pemerintah.

Alhasil bahkan kehadiran Doktor dari instansi pemerintah untuk melakukan penelitian di peternakan pun tidak semudah yang diharapkan, dan hanya dapat teratasi dengan bantuan kerjasama petugas peternakan yang dikenal Doktor yang bersangkutan. Dengan cara itulah si Doktor dapat menggunakan sampel ayam untuk penelitian, meski jumlahnya tak seberapa: 60 ekor dari ratusan ribu ekor ayam

Intinya, bagaimana mengurangi kecurigaan peternak terhadap kedatangan petugas dari pemerintahan? Sudah barang tentu bilamana perhatian yang diberikan oleh pemerintah adalah tulus dan tidak terkesan ada maunya. Hukum alam sudah menyatakan siapa yang melakukan kebaikan sudah barang tentu akan menunai hasilnya. Bila perhatian tulus diberikan, tanpa perilaku minta-minta yang tidak wajar seperti contoh permintaan bantuan acara tujuhbelasan, maka peternak pun mempunyai kepedulian bula untuk saling membantu dengan instansi pemerintah.

Contoh terdekat adalah Bupati Kabupaten Tangerang, yang dikenal peduli pada peternak dan memberikan simpati dan empati kepada peternak, membuat peternak merasa dipedulikan, diayomi oleh pemimpinnya. Tidak permintaan yang bukan-bukan dilakukan oleh pemerintah dalam pimpinan Bupati ini, sehingga rakyat pun mau mendengar setiap kebijakannya untuk didukung, bila kebijakan itu positif!

Menurut Drh Ketut dari PT Vaksindo Satwa Nusantara selaku wakil dari ASOHI, permasalahan AI memang kompleks. Ketika disinyalir sudah terjadi perubahan genetik virus AI yang high pathogenic menjadi low pathogenic, hal itu masih belum secara sempurna dapat dibuktikan kebenarannya.

Drh Elly menceritakan bahwa pihaknya telah menyerahkan 200-an sampel sediaan virus AI untuk diperiksa oleh Dr Drh Darminto Kepala BBalitvet selaku pakar penelitian virologi, dan Dr Darminto tampaknya dapat membuktikan perkembangan terbaru pada virus AI.

Sementara Drh Hadi Wibowo mengutarakan bahwa inti dari perlawanan tubuh ayam terhadap serangan virus Avian Influenza ialah dengan ketahanan yang kuat, yang dapat ditingkatkan dengan pemberian imunomodulator. Hal ini menurut Drh Hadi sudah dibuktikan dengan penelitian yang memastikan bahwa imunomodulator sangat membatu meningkatkan ketahanan tubuh ayam.

Drh Rahmat Nuri selaku Ketua Bidang Organisasi pun menyampaikan bahwa posisi ASOHI di sini adalah sebagai supporting team dalam kegiatan yang dilakukan oleh UPPAI yang telah terorganisir mulai dari pusat, propinsi, kabupaten bahkan daerah-daerah di bawahnya. (yonathanrahardjo)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer