Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

EDISI JULI 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Penyakit Pernafasan Ternak Ada Apa?

On 3:57:00 PM

Kembali ke Infovet
Fokus Edisi 156 Juli 2007

AI masih merajalela? Menyilih bentuk menjadi berbagai model? Ada apa sebenarnya? Bagaimana dengan penyakit pernafasan? Bukankah AI juga penyakit pernafasan?

Peternak punya beberapa sikap yang tampak dari investigasi di lapangan. Ada yang tenang-tenang saja karena tahu perbedaan jelas antara AI dengan penyakit-penyakit pernafasan yang lain. Ada yang khawatir itu benar-benarAI!
Yance Peternak ayam petelur di Krian Sidoarjo berpendapat sebetulnya mungkin sudah sedari dulu penyakit AI itu ada, namun karena terbatasnya pengetahuan, maka baru ketahuan keberadaannya.

Ia pun mengaku peternakannya tidak pernah dijamah AI ini. Keyakinannya bahwa itu bukan AI sangat mudah dipahami, ternyata peternak ini mempunyai pengalaman panjang semenjak ia beternak sejak 1970-an yang merupakan bisnis melanjutkan yang telah dikerjakan orang tuanya yang semula adalah slep padi pada tahun 1963.

Sejalan dengan pengetahuannya akan berbagai penyakit ternak yang tentu sebagian besar didapat dari para petugas teknis kesehatan hewan yang melayani peternakannya, ia tetap waspada terhadap penyakit AI dengan melakukan vaksinasi secara teratur. Hal ini merupakan kewaspadaan yang sama terhadap penyakit-penyakit lain.

Untuk menyatakan bahwa penyakitnya merupakan penyakit pernafasan, bila penyebabnya karena virus, Yance mengatakan tidak ada tanda yang khas seperti ngiler atau ngorok.

Namun bila penyebabnya bakteri, ia mengatakan ada tanda hidung meler, juga bisa ada darah.
Pada saat pergantian musim seperti sekarang, ketrampilan mengamati kelainan penyakit pada ayam sangat penting. Umumnya ayam menderita ngorok. Kebanyakan penyakit tanda pertama kali memang mengorok ini.

Selanjutnya, manifestasi dari gangguan pada tubuh ayam dengan gejala ngorok itu, bila gangguannya pada pernafasan, muncul penyakit karena bakteri seperti CRD, pada pencernaan muncul Kolera juga karena bakteri.

Karena air yang tidak sesuai kaidah kesehatan, bisa memunculkan penyakit bakteri Kolibasilosis yang selanjutnya bisa mengarah kalau pencernaan terjadi Kolera, kalau manifestasinya pernafasan timbul CRD tadi.

Deret Ukur dan Deret Hitung
Mengamati tipe kematian ayam juga sangat penting. Menurut Yance, bila kematiannya merupakan deret ukur, dengan kematian cepat dan sangat banyak, itu pertanda penyebab penyakitnya adalah virus.

Sedangkan bila penyebabnya bakteri, tipe kematian merupakan deret hitung, tidak sebanyak dan secepat kematian karena virus!

Sesudah itu, untuk memastikan penyakit yang menyerang, perlu dilakukan bedah bangkai.
Misalnya setelah tahu kematian karena virus ND ganas yang sangat cepat sekali kematiannya, yang hampir sama dengan kematian karena AI, keduanya dapat dibedakan dengan mengamati kelainan pada ayam.

Berdasar pengalaman Yance, kelainan tubuh ayam karena AI sangat spesifik, yaitu kulit bercak-bercak kebiruan, kaki ada perdarahan seperti orang kerikan karena masuk angin. Badannya gosong kebiru-biruan, sedangkan tulang kering seperti tergores.

Yance mengungkap perbandingan, "Pada beberapa penyakit ada perdarahan dada."

Dengan pengalamannya, begitu tubuh ayam dibuka, Yance mengaku peternak bisa langsung melihat keainan penyakitnya. Bila dengan bedah bangkai ini masih membingungkan, baru diperiksa di laboratorium.

Dari Gumboro ke AI

Sementara itu H Asikin SH MH dari PT Paeco Agung Surabaya mempunyai pengalaman di daerah Jawa Timur, ia menjumpai peternakan-peternakan di Blitar dan Tulungagung, yang semula ayamnya terserang Gumboro dan Coriza, selanjutnya terjadi komplikasi dan mengakibatkan kematian bertambah.

Semula peternak beranggapan itu adalah penyakit Gumboro dengan kematian 50 persen. "Sebetulnya bukan Gumboro saja, tapi juga disertai dengan masuknya Coriza, dan selanjutnya juga muncul gejala-gejala AI," katanya.

Yang diserang adalah ayam petelur umur 28-35 hari. Saat itu peternak bingung, program yang baik di satu peternakan dilanjutkan dengan program-program yang terus berkembang ternyata tidak dapat menghambat kasus yang sering muncul.

Pada saat itulah ditanyakan vaksinasi Gumboro tiga kali atau lebih? Menggunakan vaksin strain hot/ ganas? Menurut Asikin, selama ini ada pakar yang menyatakan strain hot cukup beresiko diberikan, tapi distributor vaksin menegaskan selama cara vaksinasi benar, menggunakan vaksin hot tidaklah menjadi masalah dan tidak bermasalah.
Diceritakan, umumnya yang terserang Gumboro masih menggunakan dua kali vaksinasi. "Kasus-kasus baru yang ditemui di beberapa tempat seperti itu," tegas Asikin. Dengan demikian terdapat gambaran antara berbagai penyakit yang ada dan penyakit pernafasan yang menjadi sorotan kali ini. (Yonathan Rahardjo)

Next
« Prev Post
Previous
This is the oldest page

1 komentar:

thanks ya......
dri td nyari artikel tentang respirasi pada hewan susah bgt

Artikel Populer