Alltech

Alltech

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Amlan

Amlan

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI NOPEMBER 2019

EDISI  NOPEMBER 2019

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Pemasaran

Anang Sam, CHt.


Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

ONE HEALTH CONFERENCE : PENDALAMAN KONSEP BARU MENANGGULANGI PENYAKIT INFEKSIUS

On October 29, 2019

One Health Conference digelar di Bogor Senin (28/10) (Foto : CR)

Maraknya isu mengenai resistansi antimikroba kembali menjadi pembicaraan di Indonesia. Meningkatknya kekebalan mikroba, membuat manusia harus berpikir keras dalam mengatasinya. Oleh karena itu dibutuhkan upaya kolaborasi antar disiplin ilmu yang bekerja secara lokal, nasional dan global untuk mengatasi permasalahan tersebut. Target akhirnya, tentu saja mencapai kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan dan lingkungan. Konsep ini dikenal dengan One health.

"Sekarang sudah saatnya bermitra dengan alam (partnership with nature). Banyak mikroorganisme yang berkembang pesat dan melintasi serta berpengaruh pada banyak sektor, misalnya kesehatan hewan, kesehatan manusia bahkan kesehatan tanah (lingkungan). Perkembangannya sendiri bisa dihambat dengan mengekstrak DNA nya," tutur mantan Menteri Pertanian yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof Bungaran Saragih seraya membuka acara One Health Conference di Bogor, Senin (28/10) yang lalu.

Karena itu, perlu ada konsep serta terobosan dalam sains dan teknologi yang memadukan berbagai disiplin ilmu untuk bisa mencegah sakit atau menyehatkan lingkungan berupa hewan, manusia bahkan tanah."Disinilah kita sepakat untuk mengubah paradigma bagaimana mencegah (prevent) supaya sakit tidak terjadi, maka perlu lingkungan, ternak dan masyarakat yang sehat," tambah Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Prof. drh. Bambang Poerwantara. 

Sehingga muncul konsep One Health yang menjadi bentuk kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu dan berdasarkan interaksi antara manusia, hewan dan lingkungan. "Contohnya bagaimana praktisi perunggasan yang tengah berusaha untuk mengurangi penggunaan antibiotik dalam praktik budidaya unggas," tutur Prof. drh. Bambang.

Karena itu, One Health Conference yang digelar Senin (28/10) kali ini diharapkan mampu memberikan langkah strategis untuk implementasi di lapangan. "Kita mengundang keynote speaker dari Italia dan Belanda. Ada Prof Stefano Mazzoleni dan timnya dari University of Naples, Italia, yang telah menemukan The No Self Principle, postulat tersebut simple-nya diartikan pertumbuhan organisme apapun dapat dihambat oleh DNA organisme itu sendiri, atau kita melawan mikroorganisme pathogen dengan bagian dari si mikroorganisme tadi," tutur Prof. drh. Bambang.

Penemuan dari Prof. Stefano pun memiliki potensi sebagai pengganti antibiotik yang merugikan di masa mendatang, terutama antibiotik yang dicampur dengan pakan hewan. "Penemuan-penemuan terbaru ini juga memiliki potensi untuk mengurangi penggunaan pestisida dan fungisida secara signifikan sehingga membantu sektor pertanian Indonesia menjadi “hijau”," tambahnya.

Dalam paparannya, Prof. Stefano sendiri mencontohkan penggunaan The No Self Principle untuk penanggulangan penyakit coccidiosis. "Kami sedang mengembangkan ini untuk ternak, sebagai contoh kami mengambil beberapa bagian DNA dari coccidia, dan lalu kami sisipkan kepada bahan baku pakan, setelah itu kami berikan kepada ayam, lalu seperti yang kami harapkan, hasilnya cukup baik dan sedang kami ujicobakan lebih lanjut, yang jelas ini memang teknologi yang benar - benar baru di bidang science, termasuk di Eropa, " tutur Prof. Stefano.

Hampir mirip dengan konsep vaksin dimana mikroorganisme pathogen dilemahkan dan kemudian diberikan kepada inangnya yang bertujuan untuk mencegah penyakit tersebut. Hal lain yang Prof. Stefano tuturkan adalah bahwa konsep ini tidak hanya dapat dilakukan pada hewan, tetapi juga pada tumbuhan, bahkan manusia. "Untuk manusia mungkin kami akan mencoba menggunakan sel kanker untuk digunakan melawan sel kanker lain, doakan saja penelitian ini berjalan lancar dan nantinya hasilnya akan kita nikmati bersama untuk kepentingan manusia di seluruh dunia," tutup Prof Stefano. (CR)






Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer