SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Segera Dibuka Peternakan Apung Pertama di Dunia

On 11:55:00 AM

Konsep peternakan apung di Kota Rotterdam yang rencananya dibuka November tahun ini (Foto: NBCNews)


Seperti apa bayangan kita, menyaksikan tempat pemerahan sapi di atas lautan? Kira-kira sapi-sapi itu akan mabuk lauk tidak ya?

Rupanya perusahaan Belanda sedang mengembangkan peternakan sapi perah lepas pantai. Tempat pemerahan sapi ini dibangun di atas beton apung di lepas pantai Rotterdam. Tempat ini berada sekitar 80 kilometer di baratdaya kota Amsterdam.

Bersumber dari kompas.com yang melansir dari NBCNews, peternakan tersebut diklaim sebagai peternakan apung pertama di dunia. Peternakan terapung ini dapat memproduksi susu dan yogurt di dekat pusat kota Rotterdam dan menempati lahan tak terpakai.

Rencananya, peternakan ini akan dibuka pada musim gugur tahun ini. Sapi-sapi ini akan mulai menempati ruang peternakan pada November mendatang. Pada bulan Desember, peternakan ini akan mulai memproduksi 200 galon susu dan yogurt per hari.

Peternakan apung saat ini masih dalam tahap konstruksi (Foto: NBCNews)

Konsep peternakan apung ini juga bisa diadopsi kota-kota lain. Bukan hanya sebagai peternakan, konsep ini bisa pula diadopsi menjadi lahan pertanian apung. Peternakan ini mampu menampung 40 sapi jenis Meuse-Rhine-Issel. Jenis sapi ini terkenal karena memiliki usia panjang dan kuat dari segi kesehatan dibanding jenis lainnya.

Selain memproduksi bahan makanan, tempat ini juga menyediakan pupuk dari kotoran sapi. Kotoran tersebut dikumpulkan dengan menggunakan robot. Sapi-sapi di peternakan ini akan dikumpulkan di lantai kedua. Lantai ini akan berfungsi khusus sebagai kandang sapi. Sapi-sapi tersebut akan diperah secara otomatis oleh robot. Sementara lantai atasnya merupakan kebun penuh rumput dan tanaman sebagai bahan pakan sapi di peternakan. Pada lantai paling bawah terdapat tempat pengolahan dan pengepakan produk susu.

Meski sudah mendapatkan pakan dari peternakan, ternak-ternak tersebut juga bisa keluar untuk merumput di daerah terdekat. Bangunan peternakan ini akan ditambatkan ke dasar pelabuhan, sehingga tetap stabil saat cuaca badai.

 "Kami menanyakan pada dokter hewan di Utrecht apakah sapi-sapi tersebut akan mabuk laut buruk saat badai, tetapi mereka menyatakan tidak," ungkap Minke van Wingerden, Ketua Proyek pembangunan peternakan ini.

Kendati demikian, tidak semua orang nyaman dengan konsep peternakan terapung ini. Weslynne Ashton , seorang profesor manajemen lingkungan keberlanjutan dari Institute of Technology in Chicago mengatakan memindahkan peternakan di atas air merupakan tindakan yang ambisius.

Dia menambahkan, peternakan ini malah bisa mencemari lingkungan air sekitarnya. Selain itu, transportasi yang digunakan untuk mengangkut hasil peternakan ke kota bisa dialokasikan untuk hal lain. "Kami mencoba berbagai eksperimen untuk menemukan solusi terbaik dalam memberi bahan makanan bagi populasi masyarakat kota yang terus tumbuh secara berkelanjutan," ungkap Ashton. **



Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer