EDISI DESEMBER 2017

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Rahasia Para Pemimpin Sukses

On 9:56:00 PM

Tatkala kita ditunjuk sebagai pemimpin, kemampuan apa yang wajib kita miliki? Ada yang berpendapat kita wajib punya kemampuan menyusun dan menjalankan visi misi organisasi, ada berpandangan bahwa kita wajib punya langkah perbaikan di 100 hari pertama. Macam-macamlah tuntutan menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin di lembaga formal maupun non formal.

Di level managerial, tuntutan sebagai manager tampak sederhana, tapi juga tidak mudah. Mereka dituntut bisa mengayomi bawahan dan bisa berhubungan baik dengan atasan.

Coba kita simak keluhan para manager dan supervisor.
“Saya sudah memberi instruksi begitu jelas ke bawahan saya tapi mereka tidak peduli. Anak buah kok sangat sulit diatur, nggakseperti saya dulu ketika jadi bawahan,”

“Saya sudah memberi bonus terbaik pada anak buah saya, tapi mereka tidak termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” ini keluhan yang lain lagi.

“Saya sudah menyusun deskripsi tugas yang jelas untuk semua anak buah saya, tapi anak buah tidak bisa mematuhi pekerjaan tersebut. Generasi sekarang memang pemalas,” kata yang lain lagi.
Leadership dan manajerial tidaklah hanya sekedar visi, misi dan strategi. Bukan juga tentang struktur organisasi, bukan pula semata-mata soal deskripsi tugas . Tak kalah pentingnya adalah memahami pola berpikir orang lain, khususnya anak buah atau orang yang dipimpin. Inilah jusru yang jarang dibahas di seminar dan training leadership manapun.

Saran-saran yang paling sering kita dengar tentang leadershipadalah tentang keteladanan, cara memotivasi dan mendorong anak buah, ataupun cara menggambarkan  visi misi organisasi. Jika kita sudah punya visi yang jelas dan  sudah mampu memberi teladan sikap yang baik, apakah kepemimpinan kita akan efektif? Belum tentu.

Buku karya Agus Purwanto berjudul “Kenali Kekuatan Pola Berpikir Anda”, cukup gamblang menggambarkan bagaimana ragam pola berpikir manusia dan bagaimana aplikasinya untuk kepemimpinan.

Jika dalam bekerja Anda merasa nyaman bekerja pada struktur organisasi yang jelas dan  tata aturan yang ketat, kemungkinan besar pola pikir anda adalah tipe Struktural.  Jika ada anak buah Anda yang tipenya seperti ini, Anda mudah menanganinya.  Tata aturan perusahaan yang jelas akan membuat ia bekerja dengan tenang. Jika berprestasi, dikasih surat  ucapan selamat dan terima kasih, maka surat itu akan memotivasi dirinya. Ia akan pajang di kamar atau ruang kerjanya. Jika dia tidak mencapai target dan tidak dapat bonus, orang tipe ini akan paham dan tidak mengeluh. Namun janganlah mengira bahwa anak buah Anda yang lain juga punya pola pikir yang sama.

Ada orang yang lebih kuat dalam analisa tentang mengapa dan bagaimana. Ia adalah tipe analytical. Tipe ini mengambil keputusan didasarkan pada analisa tajam tentang mengapa harus ini, mengapa harus begitu dan bagaimana dampaknya. Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treat) cocok untuk tipe ini.

Namun banyak orang yang apriori dengan analisa ini. “Nyatanya sudah menggunakan SWOT perusahaan nggak maju juga. Saya sudah paham masalahnya tanpa SWOT, dan saya yakin bisa memajukan usaha ini dengan insting saya,” kata seorang karyawan. Orang ini kemungkinan bukan masuk kategori pola pikir Analytical.

Bisa jadi ia punya pola pikir konsentual atau bisa juga tipe sosial. Tipe konsentual akan berpikir tentang-ide-ide baru, tentang hal-hal yang kurang lazim dan  unik. Istilah anak sekarang, anti mainstream. Mereka yang bepikir tipe ini sering membayangkan sesuatu yang jarang dipikir orang lain.  Tatkala ada temuan teknologi android, ia sudah bisa membayangkan bagaimana caranya teknologi ini bisa jadi remote control, menjadi cctv dan sebagainya. Bahkan ketika duduk di suatu ruangan dan melihat lengkungan garis di tembok, ia bisa membayangkan bentuk gambar lain misalnya gunung, langit atau apapun yang kemudian melahirkan ide baru.

Orang dengan tipe ini gampang bosan dengan suasana monoton. Tidak nyaman bekerja dalam struktur hirarki organisasi dan tidak suka dikekang dengan tata aturan yang ketat. Jika ia berprestasi, ia tidak suka dengan hadiah wisata yang umum seperti ke Bali, Jogya atau kota lainnya. Sangat mungkin dia akan sangat antusias jika diberi hadiah wisata yang aneh, misalnya ke nusakambangan, naik perahu malam hari dan masuk ke area rumah tahanan.

Lain lagi tipe Sosial. Meskipun sama-sama kategori otak kanan, tipe ini berbeda dengan konseptual. Orang bertipe sosial lebih berpikir tentang “siapa”. Seorang teman bercerita, kalau libur ke luar kota, misalnya di Bali selama 3 malam, maka ia menjadwalkan pindah hotel setiap hari. “Biar saya nambah kenalan di  beberapa hotel,” demikian alasannya. Itulah contoh tipe sosial. Orang yang pola pikirnya masuk kategori ini, jika datang ke pameran, informasi yang pertama dicari adalah siapa saja teman atau relasi yang akan hadir di pameran.

Jika mau seorang pemimpin perusahaan mau mem-PKH karyawan, maka masing-masing tipe akan mempunyai pertimbangan yang berbeda. Bagaimana bedanya? 

Selengkapnya bagaimana teknik leaderhip yang aplikatif ini akan dijelaskan pada workshop terbaru dari GITA Organizer dengan topik .

  “Modern Leadership with EmergeneticsModel”
Membedah  rahasia kepemimpinan sukses dengan model psikometric terkini

Benefit  untuk peserta

    •  Meningkatkan adaptability dan Flexibility dalam memimpin tim.
    •  Dapat memberikan motivasi luar biasa kepada tim
    •  Meningkatkan kolaborasi dan team-work secara otomatis dengan        mamahami model emergenetics
    •  Menciptakan kantor bebas konflik
    •  Membahagiakan Anda dan tim dalam hubungan sehari-hari
    Peserta
    •  Manager & Supervisor (bidang apa saja)
    • Siapa saja yang  tertarik menjadi pimpinan yang mudah menyesuaikan diri dengan atasan dan bawahannya
    Waktu dan Tempat


    •  Hari, tanggal     : Kamis 24 Agustus 2017
    •  Pukul               : 09.00-15.00 WIB
    •  Tempat             :  Hotel Amaris, Pancoran - Jakarta Jl. Raya Pasar Minggu No. 15A, Pancoran, Jakarta Selatan, Phone: (62-21) 7949 777
    Trainer 
         
    Agus E. Purwanto
    • Certified Associate mergenetics International– Asia, NLP Practicionersbersertifikat.
    • Facilitator program pelatihandanpraktisi di bidang Sales, Marketing, Product Development,  Bisnis Development,dan UMKM. Mengikutibanyak program pelatihan di dalam negeri maupun di luar negeri terutama dalam bidang penjualan, kreativitas, dan psikometri.
    • Penulis buku  “Kenali Kekuatan Pola Berpikir Anda"

      Pendaftaran&Informasi :

    • Telepon : (021) 782  9689, 08777 829 6375(Mariyam)
    •  Fax         : (021) 7820408
    •  Email:gallus.marketingeo@gmail.com.
    •   Pembayaran via transfer Bank Mandiri Cab. Jakarta-Ragunan no126.0002074119 a/n PT Gallus Indonesia 
        Investasi Haya Rp 850.000/orang (harga normal Rp 1.500.000). Harga sudah termasuk lunch, break, sertifikat
        Peserta wajib membawa buku karya Agus Purwanto : “Kenali  Kekuatan Pola Berpikir Anda
        Buku bisa beli di toko buku Gramedia, Gramedia.com atau pesan ke penyelenggara
       Hubungi Gita Organizer:

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »

    Artikel Populer