Friday, December 4, 2015

SEKELUMIT MANAJEMEN PRODUKSI AYAM BROILER

Type ayam ras pedaging atau istilah kerennya ayam broiler, sebelumnya merupakan hasil sampingan (by product) dari ayam petelur. Namun saat ini industri peternakan ayam ras pedaging sudah banyak berdiri khususnya untuk menghasilkan ayam pedaging, meliputi budidaya ayam broiler (farming operation) dan industri pengolahan daging ayam.
Tidak ada data yang jelas mengenai jumlah dan skala usaha di berbagai negara di dunia ini. Namun yang pasti, perkembangan jumlah dan skala usaha budi daya ayam selalu  bertambah dari tahun ke tahun sejalan dengan pertambahan populasi penduduk yang membutuhkan produk peternakan ayam broiler dan peningkatan mampu dan sadar gizi masyarakat.
Problem yang dihadapi peternakan ayam pedaging adalah keterbatasan lahan, sehingga peternak yang bersangkutan harus menyiasati perencanaan dan pembangunan kandangnya, antara lain dengan membangun kandang modern yang dilengkapi peralatan serba otomatik. Dengan cara ini kandang mampu menampung jumlah ayam lebih banyak dengan tenaga kerja yang dipakai lebih sedikit. Tenaga kerja pada usaha budi daya ayam broiler hampir 95% dilakukan dengan Sistem Kontrak Per Periode. Tenaga kerja dibayar berdasarkan berat daging ayam yang dipanen atau ayam yang dijual per ekor. Sistem upah borongan merupakan cara yang paling sederhana dan saling menguntungkan antara pemilik modal (inti) dan peternak pelaksana (plasma).

Berbagai Jenis Permodalan
1. Modal Mandiri : permodalan usaha ayam broiler murni menggunakan modal peternak sendiri, tidak meminjam ke Bank atau pihak lain.
2. Pola Kemitraan : yaitu beternak ayam broiler dengan cara menjalin kerjasama, baik dengan pemodal, perusahaan pakan, maupun perusahaan pembibitan (yang memproduksi DOC).
Pola Kemitraan antara lain dapat dalam bentuk
a) Pola Simpan Pinjam, yaitu peternak meminjam modal untuk  usaha budidaya ayam broiler kepada pihak pemodal seperti Bank. Pada akhir periode atau dalam jangka waktu tertentu, pinjaman harus dikembalikan dengan tambahan prosentase bunga atau prosentase keuntungan, yang jumlahnya telah disepakati terlebih dahulu.
b) Pola Kemitraan dengan Perusahaan Pakan : dimana peternak bermitra hanya sebatas suplai pakan ternak, selebihnya peternak yang menyediakan. Peternak memiliki wewenang penuh untuk mengelola usahanya, namun peternak memberikan jaminan senilai pakan yang akan digunakan kepada perusahaan pakan ternak tersebut.
c) Pola Kemitraan Bagi Hasil : dimana  prosentase pembagian hasil (keuntungan) untuk peternak 20% dan untuk pemodal 80%, peternak hanya hanya menyediakan kandang dan peralatannya, sedang hal-hal lain seperti biaya operasional, pakan, obat-obatan, vaksin disuplai dari pemodal atau perusahaan peternakan.
d) Pola Kemitraan Inti Plasma : peternak berperan sebagai plasma dari perusahaan pemodal/perusahaan peternakan yang berperan sebagai inti yang mensuplai biaya operasional, pakan, obat-obatan dan vaksin. Pada pola ini ditawarkan bagi hasil atau kontrak harga, biasanya hasil panen broier diambil (“ditangkap”) oleh pihak inti dan kemudian dilakukan hitung-hitungan pembagian hasil sesuai kesepakatan awal. Segi positif pola ini ialah terjadi transfer teknologi dari pihak inti ke plasma agar lebih maju dan kelak bisa mandiri dalam usahanya.

Skala Usaha Broiler Komersil
Terdapat 3 macam skala usaha peternakan ayam broiler, antara lain : 1) Skala Kecil (Peternakan Rakyat), jumlah ayam  yang dibudidayakan 1.000 – 50.000 ekor, tetapi umumnya  5.000 – 25.000 ekor. Karakteristik Peternanakan Rakyat  ialah modal terbatas, kontinuitas usaha sepanjang tahun tidak berjalan lancar, perkandangan dibangun sederhana, lokasi dekat perumahan penduduk dan kepemilikannya bersifat perorangan.
2) Skala Sedang (Peternak Mapan / Peternak Besar), jumlah ayam yang dimiliki 50.000 – 500.000 ekor, status kepemilikan masih perorangan, manajemen pemeliharaan lebih maju dibanding peternakan rakyat, secara legal belum membentuk perusahaan berbadan hukum.
3) Skala Besar (Skala Perusahaan), peternakan ayam broier ini sudah bernaung dibawah perusahaan yang secara legal sudah memiliki Badan Hukum (PT atau CV), jumlah ayam yang dipelihara bervariasi, umumnya diatas 100.000 ekor sampai juataan ekor. Operasional perusahaan ada yang dikelola sendiri, ada juga yang bermitra dengan peternakan rakyat dengan pola kemitraan.

Perencanaan Skala Usaha
Suatu peternakan ayam broiler sebenarnya adalah “pabrik daging ayam”, dimana berlaku prinsip-prinsip manajemen pada umumnya sebagaimana yang berlaku di pabrik/industri, hanya yang membedakannya peternakan ayam broiler mengelola “benda bernyawa” yang memerlukan ketelitian ekstra dibandingkan pabrik yang mengelola benda mati. Salah satu yang dituntut agar teliti ialah dalam perencanaan produksi dan perencanaan pembangunan kandang, agar perputaran “roda pabrik daging ayam” berjalan normal dan sesuai target produksi yang diharapkan serta memberikan keuntungan (profit) semaksimal mungkin.

Selengkapnya silahkan baca Majalah Infovet eds November 2015

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template