Wednesday, June 4, 2014

Wamentan Luncurkan Pejantan Sapi Bali


Bibit sapi yang di-launching telah mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Produk
Bertempat di Jembrana, Bali, Sabtu (26/4) Wakil Menteri Pertanian didampingi Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, perwakilan Kepala Daerah Propinsi Bali, dan beberapa Kepala Dinas yang membidangi peternakan, me-launching sapi Bali bibit hasil Uji Performans dan Uji Zuriat di Pusat Pembibitan Pulukan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Bali.

Dalam sambutannya Wakil Menteri Pertanian mengatakan bahwa, “Launching bibit sapi Bali ini memiliki makna tidak hanya sekedar pelaksanaan panen bibit, melainkan suatu kegiatan yang berlanjut, yaitu sebagai awal dari pelaksanaan perbibitan melalui proses metode pengujian seleksi uji performan yang dilakukan di sentra-sentra ternak dan berharap ke depan tidak hanya sapi Bali dari BPTU-HPT Bali saja yang di-launching,  namun sapi Bali yang berada di masyarakat dan ternak lokal lainnya yang berada diseluruh Indonesia seperti sapi PO, sapi Madura, sapi Aceh dan ternak lainnya.”

Acara launching Bibit Sapi Bali ini merupakan perwujudan salah satu tupoksi BPTU-HPT Bali, yaitu pemberian informasi, dokumentasi dan distribusi bibit ternak unggul. Bibit sapi yang di-launching telah mendapatkan sertifikasi dari Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Benih dan Bibit ternak.

Selain melaksanakan launching, juga dilakukan penyerahan bibit ternak ke beberapa daerah dan UPT dalam rangka meningkatkan kualitas bibit di masyarakat.  Total sapi yang di-launching berjumlah 83 ekor ternak bibit terdiri dari 39 ekor hasil sertifikasi tahun 2013 dan 44 ekor hasil sertifikasi tahun 2014. 
Kedelapan puluh tiga ekor bibit sapi tersebut diserahkan kepada beberapa daerah, antara lain Kalimantan Timur 50 ekor, Propinsi Bali 10 ekor, BBIB Singosari 10 ekor, BET Cipelang 10 ekor, BIBD Riau 3 ekor.  Penyebaran bibit ini diharapkan akan menjaga arah pengembangan populasi sapi potong terutama sapi Bali diikuti dengan perbaikan mutu genetiknya.

Pada acara tersebut, Wamentan juga menyampaikan bahwa, tahun 2012 Kementerian Pertanian telah mencanangkan swasembada semen beku, sedangkan tahun 2013 telah mencanangkan swasembada Bull (sapi pejantan unggul).  Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa, pada tahun 2013 merupakan prestasi bagi Balai Inseminasi Buatan (BIB) Nasional karena telah mampu mengekspor semen beku ke Myanmar, Kamboja, Kyrgyz, Kazakhstan, Afganistan dan Malaysia. 
Wakil Menteri Pertanian meminta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk dapat memproduksi semen beku sapi Bali secara besar-besaran dalam kurun waktu 1 sampai dengan 2 tahun ke depan, sehingga dapat mendorong pengembangan sapi Bali lebih cepat. (wan)


0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template