Friday, March 9, 2012

“ND TIPE 7” SANGAT TERKAIT PENYAKIT IMUNOSUPRESIF

Berbagai kenyataan lapangan yang dibicarakan peneliti sebagai ND tipe 7 terkait dengan banyak faktor penyakit imunosupresif. Praktisi perunggasan sangat perlu untuk meneliti kenyataan lapangan dengan jeli dan intensif sehingga dapat tahu secara pasti apa yang sesungguhnya terjadi.

Kasus penurunan ketahanan tubuh atau imunosupresif sangat berarti dalam memunculkan berbagai jenis penyakit, seperti yang dijumpai pada peternakan di Jawa Tengah berpopulasi 500.000 ekor ayam. Kasus imunosupresif ini dapat diakibatkan oleh keberadaan jamur dalam pakan jagung penyebab munculnya mikotoksin atau racun jamur. Maka ketika menyoal prediksi kasus penyakit pada ayam pada 2012 seorang pengamat hanya berkutat terutana pada AI, ND dan IB, praktisi ahli perunggasan Drh Prabadasanta Hudyana langsung mengontak Infovet untuk memberikan masukan komentar dan yang kiranya berguna bagi pembaca.

Tipikal serangan IB saat ini menurut Manager Technical Support and Laboratory Service (TSLS) PT Multibreeder Adirama Indonesia ini, pada ayam petelur ayam rentan dan mudah sakit akan tetapi tidak mati. Manifestasi serangannya ayam mudah ngorok dan bila diobati ngorok bakal hilang. Dengan kondisi ini, tipikal IB asli yang menyerang respirasi sudah bergeser ke manifestasi serangan ke sistem reproduksi di mana telur menjadi benjol-benjol, ginjal bengkak dan terdapat kista pada organ reproduksi.

Jangan Lupakan Mikotoksikosis
Penyakit imunosupresif ini bukan hanya berkutat pada penyakit IB (Infectious Bronchitis), AI (Avian Influenza) dan berbagai penyakit lain yang diprediksi bakal menyerang pada 2012 seperti yang diungkap Drh Hewan Wayan Wiryawan dalam Infovet edisi Desember 2011, sebagai penyakit yang tidak boleh dilupakan bakal menjadi ancaman di tahun 2012, adalah mikotoksikosis. Demikian Drh Yohanes Prabadasanta Hudyana mengungkap kepada Infovet Jawa Timur begitu menerima kiriman Infovet edisi Desember 2011, dan ternyata dalam prediksi itu tidak disebutkan penting (mikotoksikosis) tersebut.

Menurut dokter hewan grup PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk ini, ayam makan tiap hari, membutuhkan jagung begitu banyak, sementara jagung sangat rentan dengan serangan jamur yang mengandung mikotoksin. Bahkan saat ini keberadaan mikotoksin pada jamur sudah di luar ambang batas. “Oleh karena resiko mikotoksin tinggi, penggunaan mikotoksin binder saat ini sangat populer di kalangan peternak, baik pada peternakan ayam pedaging maupun ayam petelur. “Baik pada broiler maupun layer,” katanya.

Bahkan menurut Drh Praba, ancaman terbesar dari keberadaan mikotoksis itu berasal dari jagung impor. Secara ayam makan jagung setiap hari, maka dari pakan jagung yang dikonsumsi itu sangat mungkin ada mikotoksin yang nyantol baik itu di hati, ginjal, misalnya. Hal inilantaran kandungan mikotoksin lebih dari standar toksin/ mikotoksin yang diperbolehkan.... (yonathan)

Artikel selengkapnya baca majalah Infovet edisi Januari 2012.

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template