SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :OPEN ATAU CLOSE HOUSE-KAH PILIHAN ANDA?

SAATNYA REKONSTRUKSI KANDANG :
OPEN ATAU CLOSE HOUSE-KAH PILIHAN ANDA?

(( Rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan komponen-komponen seperti kandang, kipas, cooling pad, temptron yang berfungsi sebagai pengontrol utama, panel kontrol listrik, tirai untuk samping kanan dan kiri plafon, dan listrik yang bisa bersumber dari PLN dan Genset. ))

Kandang dan ternak ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Kandang merupakan “rumah” atau suatu tempat yang difungsikan untuk tempat berlindung bagi ayam, tempat melakukan aktivitas produksi dan reproduksinya serta tempat yang memberikan jaminan perlindungan bagi ternak dari berbagai gangguan binatang buas dan bahaya maling.
Berdasarkan ini, maka pembangunan kandang untuk ayam perlu disesuaikan dengan kebutuhan ayam dan sesuai pula dengan kondisi keuagan yang dimiliki oleh peternak. Berbagai macam bentuk kandang sering diperdebatkan dalam hubungannya dengan fungsi kandang itu sendiri.
“Pilihan model dan sistem kontruski kandang sebenarnya bukan disesuaikan dengan keinginan peternak namun perlu dipertimbangkan dari kenyamanan ayam yang dipelihara yang secara nyata akan memberikan hasilnya berupa daging dan telur,” papar Ir Ahmadi dari Charoen Pokphand Indonesia mengawali presentasinya pada event Indo Livestock 2008 di Jakarta Convention Centre tanggal 2 Juli 2008 lalu.

Kandang Sistem Terbuka

Menurut Ir Ahmadi, di lapangan bentuk kandang yang umum dijumpai adalah kandang sistem terbuka atau open house baik sistem panggung maupun sistem postal dengan lantai beralasakan sekam, serutan gergaji kayu dan beberapa peternak pernah juga menggunakan jerami.
Menurutnya, model kandang sistem terbuka memberikan kontribusi yang kurang bagus bila dibandingkan dengan model kandang sistem tertutup. Hal ini dikemukakannya berdasarkan pengalaman lapang yang dimilikinya dalam kurun waktu yang cukup lama.
Di samping itu, model kandang sistem terbuka tidak sesuai lagi dengan perkembangan mutu genetic ayam ras saat ini, yakni ayam dengan strain-strain modern dengan tingkat pertumbuhan yang cepat bila dibandingkan dengan strain-strain ayam tempo dulu.
Sementara itu, pengetahuan sebagian peternak akan pentingnya kesehatan lingkungan untuk meningkatkan kesehatan pribadi juga memberikan peluang pada renovasi atau rekonstruksi kandang ayam broiler dan layer model terbuka ke model tertutup.
Kandang model tertutup dimaksudkan untuk meminimalisir kontak antara ayam dengan kondisi lingkungan di luar kandang. Menurut Ir Ahmadi bahwa tujuan pembangunan kandang sistem tertutup adalah menciptakan lingkungan ideal dalam kandang, meningkatkan produktivitas ayam, efisiensi lahan dan tenaga kerja serta menciptakan usaha peternakan yang ramah lingkungan.
Namun sejauh ini rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup dihadapkan pada kendala modal yang dimiliki peternak masih jauh dari cukup untuk pengembangannya. Di samping itu, kendala lain yang dihadapi peternak adalah teknologi yang dipunyai masih kurang serta minimnya infrastruktur. Lalu apa yang dimaksud dengan kandang sistem tertutup?

Kandang Sistem Tertutup

Menurut Ir Ahmadi kandang sistem tertutup atau close house merupakan sistem kandang yang harus sanggup mengeluarkan kelebihan panas, kelebihan uap air, gas-gas yang berbahaya seperti CO, CO2 dan NH3 yang ada dalam kandang, tetapi disisi lain dapat menyediakan berbagai kebutuhan oksigen bagi ayam.
Berdasarkan ini, kandang dengan model sistem tertutup ini diyakini mampu meminimalkan pengaruh-pengaruh buruk lingkungan dengan mengedepankan produktivitas yang dipunyai ayam.
Secara konstruksi, kandang sistem tertutup dibedakan atas dua sistem yakni pertama sistem tunnel dengan beberapa kelebihan yang dimilikinya seperti mengandalkan aliran angin untuk mengeluarkan gas sisa, panas, uap air dan menyediakan oksigen untuk kebutuhan ayam. Sistem tunnel ini lebih cocok untuk area dengan temperatur maksimal tidak lebih dari 30 0C.
Sistem kedua adalah evaporative cooling sistem (ECS). Sistem ini memberikan benefit pada peternak seperti mengandalkan aliran angin dan proses evaporasi dengan bantuan angina. Sistem kandang tertutup ini hanya cocok untuk daerah panas dengan suhu udara di atas 35 0C. Lalu dari mana sumber panas dan sumber uap airnya?
Dijelaskan Ir Ahmadi bahwa sumber panas berasal dari ayam itu sendiri, sinar matahari yang ditransfer secara radiasi, panas dari brooder pada masa brooding dan panas dari proses ferementasi dalam sekam. Sementara itu sumberi uap air dikatakannya dapat berasal dari kelembaban lingkungan, proses evaporasi, sisa air yang dikeluarkan bersama dengan feses, dan air minum yang tumpah.

Rekonstruksi

Untuk rekonstruksi kandang terbuka menjadi kandang tertutup membutuhkan komponen-komponen seperti kandang, kipas, cooling pad, temptron yang berfungsi sebagai pengontrol utama, panel kontrol listrik, tirai untuk samping kanan dan kiri plafon, dan listrik yang bisa bersumber dari PLN dan Genset.
Namun dikatakan Ahmadi bahwa pada kandang model sistem tertutup tetap masih bisa dijumpai kegagalan-kegagalan.
Kegagalan dimaksud akibat desain kandang yang kurang tepat, kurang memahami manajemen kandang tertutup, kurangnya perawatan peralatan kandang, permasalahan kipas terkait mutu dan kuantitasnya, sumber penerangan terkait sering padamnya, luas inlet yakni perbandingan luas area dengan kuantitas kipas yang dimiliki, program minimalisasi amoniak yang kurang efektif, posisi kandang satu dengan yang lainnya yang kurang diperhatikan, serta pemasangan tirai yang kurang rapat.
Dari sisi produktivitas sejauh ini kandang sistem tertutup terbukti memberikan performa terbaik bila dibandingkan dengan kandang sistem terbuka.
Sementara itu Ir Jarot Rustanto juga dari Charoen Pokphand Indonesia menyatakan bahwa untuk ayam petelur sistem kandang tertutup mampu meningkatkan performa baik produksi telur maupun kualitas telur.
Di samping itu, kontrol penyakit menular lebih mudah diantisipasi bila dibandingkan dengan kandang sistem terbuka. Terkait kualitas telur, Jarot menjelaskan bahwa telur yang dihasilkan warnanya coklat seragam, kerabang telur cukup keras, keretakan telur cukup rendah, warna kuning telur cerah, bentuk kuning telur cembung, dan putih telur cukup kental bila dibandingkan dengan telur yang dihasilkan layer dengan sistem terbuka.
“Ini merupakan prestasi yang saat ini diraih oleh beberapa peternak binaan saya di daerah Jawa Timur yang sudah menerapakan sistem pemeliharaan dengan sistem kandang tertutup ini,” jelas Jarot.
Di samping itu, harga telur dari kandang tertutup berbeda jauh dengan harga telur yang diproduksi dari kandang sistem terbuka.
Lalu apa kendalanya? Modalkah atau kemauan peternak? Bila modal, ini merupakan alasan yang kurang tepat karena secara ekonomi, biaya per ekor ayam untuk ayam broiler hanya Rp 19.350 yang disesuaikan dengan usia ekonomi kandang dimaksud. (Daman Suska).

12 komentar:

sopyanharis_97 on January 27, 2009 at 11:56 PM said...

Semakin banyak yang mulai berbicara begitu bermanfaatnya sistem kandang Closed House...

Dan sayangnya, begitu banyak juga pengusaha kita yang menelan mentah-mentah kalimat ini. Pada dataran ini ketika pengusaha berani ambil peluang untuk membangun kandang Closed House tetapi hasilnya adalah tidak sesuai yang diharapkan, maka si kambing hitam adalah "Teknologi Kandang Closed House tidak terbukti bermanfaat"...

Padahal, begitu mudahnya berbicara Closed House tidak sejalan dengan begitu mudahnya menerapkan Closed House, dan bagi pengusaha Indonesia hal yang paling sering adalah menerima mentah-mentah pendapat tersebut.

Ingatlah... Closed House itu hanya sebuah sarana... Closed House itu hanya sebuah teknologi sistem perkandangan... Kuncinya adalah awarness dari pengusaha ternak itu sendiri terhadap ayam yang dimilikinya.

Ketidakpahaman detail manajemen pada kandang Closed House, justru akan membuat ayam yang didalamnya semakin sengsara...

Jadi... sebelum Anda beralih ke kandang Closed House, pelajari lebih detail sisi teknisnya. Dan satu lagi, bergurulah pada sang Ahli... siapa itu sang Ahli... ya si pelopor Closed House di Indonesia.

Salam,

dari pemerhati Closed House

Andi Lumbanraja on January 30, 2009 at 1:40 AM said...

Saya tertarik mempelajari sistem closed house, mudah2an bukan karena "kelatahan" yg banyak dilakukan oleh bangsa ini (sadar/tidak sadar), melainkan lebih kepada penguasaan akan teknologi baru yg dapt mendukung perubahan2 yg terjadi.

Saya sangat setuju dengan opini bapak, bahwa yg terpenting adalah awareness dari si peternak, dan cukupnya penguasaan akan teknologi (closed house-red) yg diterapkannya sehingga ia tidak menciptakan "neraka" baru buat hewan peliharaannya.

Oleh karena hal tsb saya berminat untuk dapat berbagi, atau tepatnya menjadi murid, dari pihak yg ahli di bidangnya (closed house-red). Apalagi aplikasi di lapangan seringkali membutuhkan modifikasi/improvisasi yg tidak didapatkan pada text book.

Saya sangat berterima kasih jika ada yg mau berbagi & memberikan pencerahan kepada saya.

Andi
Ph: 0815-8828837
Email: andilumbanraja@yahoo.co.id
YM: asolo32@yahoo.com
FB: andilumbanraja@yahoo.co.id

David Purba on February 15, 2009 at 9:23 AM said...

saya sangat tertarik pada pembahasan masalah kandang, contohnya konstruksi kandang yang harus sesuai dengan lokasi, dan yang terpenting mengenai teknis perkandangan..

saat ini saya ingin membangun sebuah kandang pada sebuah bangunan gudang bekas mebel dengan konstruksi gudang sudah permanen (kl bisa dibayangkan,tingginya 10m,lebar 20m dan panjang 50m)lokasi dekat dengan pantai(50 m)...
adakah rekan2 yang bisa membantu bagaimana caranya mengubah gudang tersebut menjadi sebuah kandang??

saya pernah mendengar bahwa saat ini ada peternak yang membangun kandang ayam tepat dipinggir pantai...
kandang seperti apa yang cocok untuk daerah pantai serta peralatan yang bagaimana yang digunakan??apalagi jaraknya sangat dekat dengan pantai...

saya harap forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan khususnya untuk peternak pemula yang masih awam terhadap teknologi

saya sangat berterimakasih sekali jika ada rekan2 yang mau berbagi dan memberikan pencerahan kepada saya,,,,

salam,

David

Ph: 085214842920
Email: simalungunboy@yahoo.com
YM: mr_cuex2005@yahoo.com
Fb: mr_cuex2005@yahoo.com

Anonymous said...

seiring dengan semakin sedikitnya lahan terbuka yang ada untuk peternakan, kandang closed house merupakan salah satu cara yang efektif guna mengatasi masalah tersebut. kandang closed ini memang difungsikan untuk "memanusiakan" ayam dengan harapan agar bisa menghasilkan produksi yang maksimal.
tetapi berdasarkan informasi yang saya terima dari para pembeli ayam yang sering mangambil ayam di kandang saya, biasanya mereka menemukan banyak sekali ayam yang tidak tahan terhadap perubahan suhu didalam kandang dan diluar kandang. dengan kata lain, ketika mereka memuat ayam2 ke dalam keranjang dan sesudah sampai di tujuan banyak ayam yang mati karena kepanasan selama perjalanan. dan para penjual pun akhirnya kapok tidak mau lagi mengambil ayam yang bersal dari kandang closed house. ini tentunya berbeda sekali dengan ayam yang berasal dari kandang terbuka.
mungkin karena ayam "keenakan" didalam kandang yang "berAC" dan ketika dikeluarkan ayam akan stress dan akhirnya meninggal.
ini merupakan hal yang harus di cermati juga ketika kita akan beralih ke kandang closed house. selain investasi yang besar juga masalah yang saya utarakan tadi. semoga pencetus closed house bisa memikirkan masalah seperti ini.
salam..
dari peternak ayam

Anonymous said...

saya sebelumnya tdk pernah sama sekali mengerti n tau tentang berternak ayam.awal ketertarikan saya pada ayam.saat suatu ketika diajak teman saya kebogor n membicarakan bab ayam n dengan kandang sistem close house.dari pembahasan yg sering saya dengar akhirnya saya tertarik menbikin begitu pulang dari bogor.1,5bln langsung jadi kandang saya dengan luas 12m x 50m 3lantai dari masing2 lantai tingginya 1800cm.yang bisa menampung 26.000 ekor ayam.sangat2 bersukur saya karena benar sekali sangat mudah berternak ayamnya.padahal saya tdk punya basic peternak sama sekali n tadi ngerti ayam pun ngak.pokoknya jadi bener2 mudah jadinya saya aja sampai heran,kok mudah ya piara ayam.dan saya akhirnya bisa bikin lagi 5bln dari kandang yg pertama jarak waktunya.saya bikin dimadura dengan luas 12meter x 100meter 2lantai dan hasilnya baru 2 minggu yg lalu panen dengan populasi 35000 hasilnya sangat2 memuaskan.jangan ragu untuk bikin kandang close karena performen pasti dapat.dan mortalitas kecil.kurang dari 2% aja.asal desain kandangnya benar pasti hasilnya bagus.

salam

budi

contact me@ 081357466466

wahid budiono (menchul25@yahoo.com)

MARI KITA KOMSUMSI PROTEIN HEWANI on October 22, 2010 at 5:33 AM said...

semoga kandang Close Hause bermanfaat bagi peningkatan kebutuhan daging dan terlur demi memeuhi kebutuhan dalam negeri...karena indikasi bangsa ini dikatakan berhasil adalah terpenuhinya kebutuha protein bagi tubuh sehingga mampu menghasilkan generasi-genesi yang cerdas dan kreatif...amin

MARI KITA KOMSUMSI PROTEIN HEWANI on October 22, 2010 at 5:35 AM said...

close hause memang primadona tapi butuh biaya yang cukup tinggi

Anonymous said...

saya mulai mencoba beternak ayam.dan sepertinya saya ingin membangun kandang tipe closed.luas tanah saya 20m x 18m, dan jika diperlukan ada persiapan tanah lagi..ini saya maksudkan sebagai proyek percontohan bagi diri saya sendiri.selain itu juga untuk menyesuaikan permodalan..
jika ada yang berkenan membantu dan membimbing, saya akan sangat berterimakasih.saya sangat membutuhkan saran, karena saya masih sangat pemula.saran tentang persiapan kandang, dan besaran biaya yang harus dipersiapkan dengan luas tanah seperti di atas, dan bisa digunakan untuk menampung berapa ekor..lokasi tanah didaerah perbukitan dan dekat area persawahan..
sekian dan terima kasih

adityas.
085646410007
adityas_male@yahoo.com

TOKO MAJU BERSAMA Pakan dan Alat Ternak Serdang Bedagai TOKO MAJU BERSAMA Pakan dan Alat Ternak Serdang Bedagai on September 2, 2011 at 7:36 AM said...

saya masih baru belajar beternak, terima kasih informasi yang berguna ini...

TOKO MAJU BERSAMA Pakan dan Alat Ternak Serdang Bedagai on September 19, 2011 at 5:39 AM said...

salam perkandangan........

Anonymous said...

salam kenal,

saya mau tanya bagaimana cara memulai membangun kandang ayam broiler
apakah punya rancangan design dan rab yang baik untuk ayam broiler
karena saya masih awam, saya seorang pegawai tapi ingin mebuka usaha sendiri c
mohon infonya,

fariedfirsawan@yahoo.com

iwan said...

kapan peternak di untungkan tidak cuma menjadi perahan INTI RAKYAT

Post a Comment

Info Lowongan

Info Lowongan
 

Arsip Artikel

Followers

Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template