Thursday, July 24, 2008

MUSIM PERALIHAN, ANGIN KENCANG dan VITAMIN

Edisi 168 Juli




(( Langkah yang lain adalah secara sistematis memperhatikan program yang sudah jalan dan mempersiapkan secara lebih dini stock multivitamin untuk menghadapi udara panas. Tersedianya stock multivitamin menjadi penting, agar gangguan performans ayam tidak terganggu. ))

Sedikitnya sebanyak 7 kandang ayam potong dan petelur di berbagai daerah di Pulau Jawa roboh dan rusak. Menurut informasi dan laporan Tim Pemantau Lapangan Infovet di Sukabumi,Banyumas, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Blitar sejumlah kandang rusak ringan sampai berat, bahkan di Banyumas dan Semarang 2 buah kandang roboh.
Meninggalkan bulan April khususnya pada bulan Mei dan memasuki Juni-Juli 2008 ini, ada fenomena alam yang patut mendapatkan perhatian masyarakat dan khususnya para peternak unggas.
Perhatian itu menjadi penting oleh karena mengingat sebagai suatu kesatuan dari siklus musim di negara tropis, maka sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim kering atau kemarau pada kisaran Mei tahun ini.
Namun pada kenyataanya pada Juni tahun ini masih saja ada sebagian wilayah di Indonesia, seperti Kalimantan dan sebagian Sulawesi masih saja didera banjir karena hujan dengan intensitas tinggi. Diperburuk dengan gundulnya hutan, maka banjir besar melanda sebagian dari dua pulau itu.
Hujan tahun ini, yang termasuk dalam kategori intensitas tinggi dan panjang waktunya (6-7 bulan), ternyata telah menimbulkan aneka bencana aIam di negeri ini. Menurut informasi dari berbagai lembaga pemantau iklim di dunia, yang dapat kita akses dari internet, maka musim kering di Indonesia kali ini diperkirakan akan berjalan lebih pendek dari pada musim hujan.
Artinya anomali musim kali ini, bukan saja akan berpengaruh terhadap aneka sektor kehidupan akan tetapi juga sudah pasti adanya kemungkinan dampak buruk. Tentunya bidang peternakan akan kena imbasnya juga
Sangat berbeda dari musim-musim kemarau sebelumnya, yang umumnya di Indonesia jauh lebih panjang waktunya di banding musim penghujan, ternyata musim kemarau tahun 2008 ini jauh lebih pendek. Sehinga ada fenomena alam yang pasti berbeda dari pada tahun-tahun sebelumnya. Atas dasar kondisi demikian para peternak unggas dituntut untuk lebih waspada dan mutlak perlu mengantisipas segala sesuatu kemungkinan yang bisa muncul dan sanggat merugikan.
Secara kebetulan ada artikel wawancara pada sebuah koran nasional yang mengupas tentang musim peralihan. Dan jika dikaitkan dengan aktifitas dunia perunggasan berita itu menjadi menarik dan sangat relevan. Mengapa menarik dan relevan? Oleh karena ada peringatan akan datangnya angin kencang yang berputar dan suhu udara yang lebih panas tetapi justru lamanya musim kemarau jauh lebih pendek dari tahun sebelumnya.
Pada 22 April 2008 dipaparkan hasil wawancara dengan pakar iklim dari Universitas Gadjah Mada Yogyakakarta Dr Ir Sunarto. Sang Pakar berujar, bahwa kemungkinan terbesar adanya potensi ”angin kencang berputar” atau ’puting beliung’ pada musim peralihan ini di kawasan sebagian besar Indonesia.
Beberapa kawasan yang lokasinya berada pada lembah diantara pegunungan yang mengapit, akan sangat besar potensi munculnya angin kencang berputar yang dapat mengancam pemukiman penduduk yang berada di kawasan itu. Sunarto yang juga Kepala Pusat Studi Bencana Alam UGM Yogyakarta itu, wanti-wanti atau mengingatkan dengan penuh sangat, agar warga mengantisipasi dampak dari fenomena alami itu.
Atas dasar peringatan itu, maka beberapa kawasan yang kemungkinan muncul fenomena alam itu dan terkait dengan lokasi kawasan perunggasan dapat disebut mulai dari Aceh sisi timur, Sumut sisi timur dan selatan, kemudian Sumbar sisi selatan termasuk Riau daratan.
Selain itu Lampung selatan, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Ciamis, Banyumas, Bantul, Kulon Progo, Sleman Magetan, Madiun Blitar dan Malang, Jember, Jombang. Daerah yang disebut diatas memang kantung-kantung perunggasan. Atau sebut saja sebagai sentra kandang ayam potong maupun petelur.
Peringatan itu menjadi penting, oleh karena harus kita akui akurasi prediksi dari Badan Meteorologidan Geofisika (BMG) Indonesia saat ini sudah semakin baik oleh karena dukungan peralatan dan SDM serta koneksi dengan negara-negara maju.
Mengingat usaha perunggasan yang padat modal dan teknologi itu, maka sudah selayaknya kini para peternak juga mempertimbangkan dengan seksama informasi tentang musim.
Kembali pada paparan Sunarto, bahwa cuaca pada musim peralihan akan bersifat labil. Artinya sangat mudah sekali berubah-ubah secara drastis. Cuaca yang semula mendung hitam seperti hendak turun hujan, dengan cepat akan menjadi cerah, terang benderang, dan bahkan suhu udara akan menjadi panas menyengat.
Hal ini, berakibat air yang berada di dalam tanah akan panas. Sehingga penguapan air di dalam tanah itu tinggi, sehingga kemudian akan kita rasakan udara panas atau gerah yang sangat. ”Dari atas bumi kita menerima panas sinar matahari, sedangkan dari bawah tanah terjadi penguapan air. Bumi tempat kita berpijak akhirnya menjadi sangat panas udararanya.
Dari peringatan yang diungkapkan di atas, ada 3 (tiga) hal yang patut mendapat perhatian ekstra dari para peternak unggas di Indonesia. Pertama, potensi angin kencang berputar, atau umum menyebut sebagai puting beliung akan muncul dan dapat mengancam bangunan kandang.
Kedua, suhu udara yang meningkat akan berpengaruh besar terhadap performans ayam secara umum, jika tidak ada upaya antisipasif.
Ketiga, mengingat hampir sebagian besar lokasi kandang ayam komersial maupun pembibitan berada di kawasan yang termasuk katagori rawan terjangan angin kencang dan juga udara panas,maka peringatan itu tidak bisa dianggap sepele.
Langkah antisipasi antara lain dengan memeriksa kembali konstruksi bangunan kandang dan pergudangan. Teruatama tiang penyangga bangunan dan atap penutupnya. Pohon-pohonan yang rentan roboh harus dipangkas cabang dan rantingnya. Tirai penutup sisi kandang harus diamati apakah masih layak dan mampu berfungsi.
Kemudian selain itu perlu memeriksa sumber mata air agar tidak terjadi defisit air dalam memasuki kemarau ini, meski diperkirakan lebih pendek. Langkah yang lain adalah secara sistematis memperhatikan program yang sudah jalan dan mempersiapkan secara lebih dini stock multivitamin untuk menghadapi udara panas. Tersedianya stock multivitamin menjadi penting, agar gangguan performans ayam tidak terganggu.
Selain itu sudah pasti bisa ditebak, pada ayam petelur dimana produksi jagung dan katul akan mengalami masalah. Prediksi panen jagung memang masih belum mengkhawatirkan,karena kemungkinan besar terjadi panen raya. Akan tetapi panen raya padi mungkin sedikit mengalami penurunan. Akibatnya harga katul akan terdongkrak.
Dengan paparan situasi musim peralihan memasuki musim kemarau di atas seyogianya semua stake holder peternakan mengambil langkah antisipasif sesuai dengan kompetensi kegiatannya masing-masing. Dengan demikian, harapan terwujudnya usaha perunggasan yang kokoh dan mandiri akan terwujud. Semoga. (iyo/KT)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template