Wednesday, October 31, 2007

Waspada Kolera Merajarela

Tahun ini, nampaknya tidak seperti tahun-tahun kemarin. Bulan Mei yang seharusnya sudah masuk musim kemarau, ternyata tahun ini masih turun hujan dengan cukup deras. Keadaan ini tentu harus di waspadai. Penyakit apa saja yang muncul? Ditemui disela kesibukannya, Drh Hadi Wibowo melaporkan saat ini masalah klasik E Coli kembali muncul. Disisi lain, dibeberapa peternakan ditemukan kasus Kolera .
Menurut Hadi, E Coli merupakan masalah klasik yang disebabkan oleh kondisi lingkungan dan manajemen yang buruk. “Bila ingin terbebas dari E Coli jagalah kebersihan (Biosekuriti dan sanitasi) dan tingkatkan kualitas manajemen,” katanya. Sedangkan untuk Kolera , Hadi menekankan, bahwa penyakit ini menyebabkan kerusakan permanen khususnya pada indung telur. “Persoalan ini tentu akan sangat merugikan khususnya bagi peternak ayam petelur,” tegasnya.
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida tipe A carter atau tipe O grup 5 Namioka atau tipe 2 dan 4 Rober yang bersifat ganas dan kronis. Gejala klinis: diare berair berwarna kuning coklat kehijauan, ayam sukar bernapas, jengger kebiruan dan leher sering dimasukkan ke badan. Angka kesakitan penularan sampai 50% dan kematian sampai 20%. Penurunan produksi telur sampai 30%
Gejala yang lain, biasanya menyerang ayam umur 4 bulan keatas, bisa berlangsung secara perakut/menahun, ayam sering mati mendadak tanpa gejala yang jelas. Pada bentuk akut terjadi peradangan selaput lendir mata disertai keluarnya kotoran. Tinja sangat encer, berwarna kekuningan, pial dan tulang membesar, sendi kaki meradang dan seringkali lumpuh serta tortikolis
Gejala khusus, umumnya terdapat perdarahan titik-titik atau bercak darah pada jantung, dibawah selaput serosa, pada selaput lendir empedal atau pada lemak perut. Hati membengkak dan berwarna gelap karena bendung darah. Kantung empedu membesar
Penularan bisa terjadi melalui pencemaran pakan atau air oleh lendir hidung dari ayam yang sakit. Kandang yang penuh sesak, kedinginan, kepayahan dan sanitasi lingkungan yang jelek dapat menurunkan daya tahan tubuh terhadap infeksi spesifik kolera.

Pencegahan Dan Pengobatan
Kolera unggas diperkirakan telah lama ada di Indonesia. Kejadian pertama dilaporkan oleh Bubberman pada tahun 1912. Pernah dilaporkan adanya letupan penyakit ini di Bogor-Jawa Barat, pada ayam petelur dan itik. Oleh karenanya, diperlukan vaksinasi apa bila ditemukan dengan jelas kolera-nya. (konsultasikan dengan dokter hewan anda untuk meneguhkan diagnosa). Vaksinasi kolera unggas yang dianjurkan adalah umur 6 – 8 minggu dan di ulang umur 8 – 10 minggu.
Bila terjadi kasus, biasanya dokter hewan akan merekomendasikan antibiotika antara lain streptomycine, chloramphenicol, terramicyne, dan preparat-sulfa melalui air minum atau pakan

Diagnosa banding
Bila terjadi penurunan produksi telur, maka penyakit-penyakit yang harus diwaspadai adalah, penyakit infeksius yang disebabkan virus : ND, IB, AI, EDS, penyakit infeksius-bakteri: Snot, Coli, CRD Kolera,Pasteurella dan Pseudomonas. penyakit infeksius parasit: Leucocytozoonosis dan cacing serta jamur.
Pada gangguan non infeksius, disebabkan kondisi pullet yang tidak optimal, pakan kualitas rendah, air tidak memenuhi syarat dan kondisi lingkungan yang kotor. Dan suhu lingkungan yang tidak nyaman bagi ayam. (Sapto)


0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template