Wednesday, October 31, 2007

PENCEGAHAN DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT PERNAFASAN PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR

Seperti kita ketahui bahwa penyakit pada ayam umumnya mempunyai daya serang spesifik. Misalkan jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan, saluran pernafasan, sistem kekebalan dan saluran reproduksi.
Namun juga tidak jarang kita temui jenis penyakit yang menghantam lebih dari 1 sistem, misal : ND, AI, dan Kolera. Di lapangan, usaha yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penyakit adalah :

I. PENCEGAHAN PENYAKIT
Pencegahan terhadap penyakit adalah usaha yang lebih utama ketimbang mengobati. Sudah barang tentu semua bentuk usaha untuk mencapai ayam tidak sakit adalah rentetan kegiatan yang panjang dan saling mengkait. Langkah awal yang perlu dilakukan dalam pencegahan penyakit adalah :

A. Mengenali Besarnya Ancaman.
Untuk mengenali besarnya ancaman penyakit terhadap usaha peternakan yang dikelola maka kita harus :
1. Memiliki catatan kasus penyakit yang pernah terjadi di farm maupun di lokasi sekitar farm ( radius 1 km ). Catatan ini sangat penting untuk mengantisipasi terjadinya rebound penyakit. Catatan penyakit dibuat secara sistematis lengkap dan sederhana, sehingga siapapun yang membaca dapat memahami seberapa besarnya ancaman penyakit yang mungkin timbul. Catatan penyakit ini dibuat selama 12 ( dua belas ) bulan bisa dimulai dari bulan Januari berakhir di Desember atau bisa dari awal bulan musim penghujan sampai akhir bulan musim kemarau . Isi catatan penyakit meliputi :
a. Umur ayam diserang
b. Tingkat penyebarannya (morbiditas)
c. Angka Deplesi (mortalitas & culling)
d. Lamanya outbreak atau terjadinya penyakit (tgl....... bulan………s/d
Tgl………..bulan…………….)
e. Kerugian yang ditimbulkan ( misalkan : telur , ayam, pakan )
f. Total kerugian ( dalam rupiah )
g. Diagnosa penyakit

2. Memiliki buku pintar
Buku pintar ini sangat membantu untuk petugas lapangan dalam mengenali penyakit lebih dini. Korelasin sangat erat dalam pengambilan tindakan antara cukup dicegah (karantina) atau dimedikasi.Dalam penyusunan buku pintar mungkin perlu bantuan dokter Hewan yang sudah punya pengalaman cukup dalam identifikasi dan diagnosa penyakit pada ayam. Isi buku pintar meliputi
a. Nama penyakit
b. Penyebab penyakit
c. Umur ayam yang diserang ( kerentanan )
d. Gejala penyakit yang spesifik ( 3 atau 4 gejala ), pada ante mortem dan post mortem
e. Tingat penyebarannya (morbiditas)
f. Virulensinya (keganasan yang mengakibatkan ayam mati dan culling)
g. Biasa muncul pada bulan,musim, cuaca
h. Cara pencegahan
i. Cara pengobatan

Dengan adanya dua macam catatan tersebut diatas akan memudahkan kita dalam mengenali ancaman penyakit yang bisa muncul tanpa izin.

B. Mengenali Route Penyakit.
Masuknya agen penyakit yang patogen maupun nonpatogen kedalam lokasi farm adalah kerugian. Sayangnya kerugian ini tidak tampak jelas dan kongkrit. Sehingga perlu kajian khusus untuk mengenali route penyakit yang misterius ini. Hal - hal yang bisa dikendalikan adalah :
a. Desain Kandang , Perkantoran dan Gudang.
Pada prinsipnya model kandang slate yang jarak cages dengan tanah lebih tinggi/jauh lebih baik. Perkantoran yang terpisah tidak sambung menyambung dengan gudang akan lebih banyak untungnya. Gudang berpintu dua artinya pintu masuknya barang dari luar ke gudang berbeda dengan pintu keluarnya barang dari gudang ke kandang akan memudahkan dalam pemotongan route masuknya agen penyakit ke dalam lokasi farm.
b. Burung Liar.
Jenis burung yang ada di farm biasanya burung gereja dan terkukur. Hal ini bisa diatasi dengan selalu menjaga kebersihan halaman gudang pakan dan tidak ada lubang pada gudang pakan yang bisa diterobos burung.
Burung Dali/Sriti/Walet, jenis burung ini bisa diantisipasi dengan memasang jaring pada jalur-jalur burung terbang dan meminimalkan adanya jaringan listrik (kabel) yang menggantung bebas baik didalam maupun di luar kandang.
Burung Ocehan (Ciblek. Kutilang, Prenjak, Trocok dll) bisa dibuat tidak kerasan dengan meminimalkan tanaman keras yang ada di lokasi farm dan tanaman yang mengahasilkan nektar dan biji-bijian
c. Tikus dan Curut
Kedua binatang ini tergolong sulit di basmi, yang penting senantiasa di kontrol populasinya jangan sampai berkembang. Karena kandang ayam ya ….kandang
Ayam bukan supermaket yang bersih dan wangi.
d. Lalat, Semut, Kutu, Coro, dan Cacing Tanah.
Cuaca adalah penyebab berkembangnya binatang binatang tersebut diatas, akan tetapi bisa kita siasati secara maksimal dengan menggunakan obat yang bisa menekan perkembangan larvanya. Misalkan penyemprotan Dichlorvos di atas kotoran ayam atau penggunaan Cyromazine lewat pakan
Dengan peternak mau menjadi detektif maka mereka akan tahu dari mana pintu masuk agen penyakit. Sehinnga sudah siap senapan untuk membidiknya satu persatu. alhasil ayam tetap hidup nyaman dan telur tiap hari masuk gudang dan jadi uang yang halal.

II. IDENTIFIKASI PENYAKIT
Identifikasi penyakit pernafasan pada ayam petelur adalah sesuatu yang jauh lebih mudah dikerjakan ketimbang tindakan pencegahan dan mengetahui rute penyakit. Rating kejadian penyakit pernafasan pada ayam petelur yaitu :
A. Chronic Respiratori Disease ( CRD )
Penyakit pernafasan yang sangat klasik, disebabkan oleh Golongan Mycoplasma, gejalanya ayam ngorok kering, kepala selalu bergerak (tolah-toleh) terus terusan, telur putih dan telur retak jumlahnya akan meningkat sesuai berat ringannya penyakit .pengobatan bisa menggunakan Tylosin atau preparat Quinolon selama 5 (lima) hari berturut turut.
B. CRD Complex
Penyakit pernafasan yang sering terjdi di layer usia 40 minggu keatas. Akibat dari kontaminasi E.Coli dalam air minum dan Mycoplasma. Gejala klinisnya ayam ngorok, morbiditas diatas 25 % jadi kalau dikontrol pada malam hari suara ngorok sangat ramai. Diikuti dengan kenaikan jumlah telur putih dan telur retak.Angka kematian naik Pengobatan bisa dilakukan seperti kasus CRD
C. Coryza
Penyakit bakterial yang sering menyerang pada awal produksi atau saat produksi puncak. Karakter penyakit ini nyebelin, karena penyelesaiannya tidak sesuai dengan teori yang ada. Gejala penyakit adanya leleran yang keluar dari sinus hidung biasanya berbau sangat amis.
Jumlah telur putih dan kasar meningkat, telur retak juga naik, pada kejadian yang ekstrem diikuti kebengkaan didaerah sinus hidung sampai kelopak mata sehingga mengakibatkan kebutaan unilateral dan bilateral. Pengobatan bisa menggunakan preparat Tetracyclines
D. ILT Penyakit Viral yang sering muncul di usia 8 – 10 minggu. Penyakit tidak
akan menjadi serius apabila dalam pemeliharaan Pullet sudah diprogram vaksin ILT. Yang perlu diperhatikan adalah reaksi post vaksinasi. Berilah antibiotik selama 5 (lima) hari berturut turut setelah vaksinasi. Biasanya reksi postvaksin akan hilang setelah 10 hari. Antibiotik yang bisa digunakan Doxyciclin atau Oxytetracycline.
E. IB
Penyakit viral yang biasa menyerang ayam pada waktu puncak produksi,atau setelah puncak. Gejala klinisnya peningkatan jumlah telur yang bentuknya aneh aneh, penurunan gr/btr, produksi( % HD) turun.
Penyakit ini menjadi sangat sangat fatal apabila terjadi komplikasi dengan ND. %HD bisa habis (tinggal 2 – 5 %) dan kematian ayam bisa 100 % (ini tidak teori betul betul terjadi sehingga kontrol terus titer IB). Dalam mendiagnosa jangan keliru dengan IB varian yang sekarang baru ngetren.

F. AI
Penyakit viral yang terhitung sudah aman terkendali. Dengan gejala penyakit terjadinya pendarahan di mana mana dari bawah kulit, daging , dan organ dalam. Antemortem tubuh ayam sangat panas pial biru dan mati dengan cepat. Jaga biosecurity dan program vaksin dijalankan insyaalloh beres.
Dengan memahami tulisan yang sangat sederhana ini mudah–mudahan para peternak khususnya layer akan lebih waspada terhadap intaian penyakit pernafasan di indonesia. Karena dinegeri ini kaya debu dan hampir semua penularan penyakit pernafasan lewat udara maka solusinya buatlah filter alami untuk membuat kualitas udara yang ada di farm dan sekitarnya menjadi bersih.

Drh Agus Wahyudi Bawono
Praktisi Layer komersil dan Broiler komersil

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template