Friday, September 28, 2007

Peringatan Hari Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2007

Hari Kebangkitan Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia, akhirnya, diperingati kembali pada 26 Agustus 2007 (dengan pelaksanaan tanggal 27) sebagai peringatan ke 5 sejak 2003. Peringatan di Departemen Pertanian itu dihadiri oleh Direktur Jenderal Peternakan Ir Mathur Riyadi MS, didukung oleh para Direktur Jenderal Peternakan sebelumnya yang kini menjadi 'sesepuh' alias yang dituakan, di mana yang hadir adalah Dr Drh H Soehadji, dan Dr Drh Sofjan Sudardjat MS.

Dirjen Ir Mathur Riyadi MS menyampaikan, penetapan hari lahir peternakan dan kesehatan hewan ini berdasar kesepakatan berbagai pihak melalui penelusuran sejarah yang cermat sehingga ditetapkan hari lahirnya peternakan dan kesehatan hewan adalah tanggal 26 Agustus 1836. Jadilah, tahun ini adalah hari Peternakan dan Kesehatan Hewan yang ke-171. Dihitung dari saat Pemerintah Hindia Belanda menerbitkan plakat pelarangan pemotongan sapi betina produktif pada hari itu.

Thema peringatan pada tahun 2007 ini adalah: "Melalui Hari Lahir Peternakan dan Kesehatan Hewan ke V tahun 2007, Kita Tingkatkan Profesionalisme Peternakan dan Kesehatan Hewan Menuju Tercapainya Swasembada Daging Sapi dan Restrukturisasi perunggasan." Sedangkan Bulan Bakti Peternakan dan kesehatan Hewan tahun dicanangkan mulai 31 Juni sampai minggu ke 2 September 2007.

Dalam sambutannya, Dirjen mengajak semua memanfaatkan momentum untuk menumbuhkan rasa percaya diri mempersatukan gerak langkah dan meningkatkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas yang diamanatkan terutama dalam upaya penanggulangan penyakit Avian Influenza secara cepat dan tuntas, mewujudkan program swasembada daging tahun 2010 serta pembangunan peternakan dan kesehatan hewan lainnya.

Pada acara itu Dr Soehadji menyampaikan paradigma dalam memandang hari besar bagi kaum peternakan dan kesehatan hewan itu selain bisa dari sudut historis seperti yang disampaikan Dirjen Mathur Riyadi dan Dr Drh Sofjan Sudardjat, juga bisa dari kacamata Yuridis dan Empiris.

Dari aspek yuridis ada 2 undang-undang yang dipakai sebagai dasar, yaitu Staatblad 432 tahun 1912 dan UU No 6 tahun 1967 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Dari aspek empiris menurut perkembangannya meliputi periode-periode tahapan peningkatan populasi, terpadu, agribisnis dan global.

Dari sisi agribisnis dikonsep pada saat Menteri pertanian Prof Dr Ir Bungaran Saragih. Sedangkan dari sisi globalisasi adalah kekinian yang mau tak mau disesuaikan oleh masayarakat peternakan dan kedokteran hewan Indonesia, yang tidak bisa dipisahkan dari situasi global.

Peringatan berlangsung sederhana, menghadirkan berbagai tokoh peternakan dan sosiasi peternakan, dan seluruh karyawan Direktorat Jenderal Peternakan yang mengenakan seragam Deptan hijau-hijau, diisi doa dan sykuran dengan pemotongan nasi tumpeng berlanjut ramah tamah dengan mengundang para tokoh dimulai oleh Dr Soehadji menyenandungkan lagu-lagu nostalgia, sebagai simbol benang merah masa lalu, masa kini, dan masa datang yang lebih baik.

Selamat Hari Lahir dan Majulah Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia! (YR)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template