Friday, September 28, 2007

ASOHI dan UPPAI Jalin Kerjasama Tangani AI

Pengendalian Avian Influenza (AI) pada unggas merupakan tanggung jawab bersama semua stakeholder sesuai dengan fungsinya masing-masing. Unit Pengendalian Penyakit AI (UPPAI) sebagai unit khusus Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian yang diberi mandat dalam pengendalian AI perlu mengkoordinasikan kegiatan pengendalian AI di lapangan. Salah satu stakeholder yang diharapkan bekerjasama adalah Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) sebagai organisasi yang mewadahi produsen, importir, distributor, dan pengecer obat hewan di Indonesia.

Adanya kerjasama dengan ASOHI diharapkan dapat mengefektifkan pengendalian AI di lapangan, karena para produsen, importir, distributor dan pengecer obat hewan memiliki tenaga kesehatan hewan lapangan yang bertugas memberikan pelayanan di sektor 1, 2, dan 3, juga memiliki jejaring dengan para pemilik poultry shop sehingga bisa bekerjasama dengan petugas PDS/PDR (participatory disease surveilance / participatory disease response) atau dinas peternakan dan kesehatan hewan setempat dalam hal tukar informasi dan aksi bersama dengan stakeholder lainnya.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara UPPAI Pusat dengan ASOHI di kantor UPPAI Departemen Pertanian, Senin (20/8). Hadir pada pertemuan itu diantaranya dari UPPAI adalah Drh Elly Sawitri, Drh Mastur Aini, dan Drh Memed Zoelkarnaen Hassan. Sementara dari ASOHI antara lain Drh Rakhmat Nuriyanto, Drh Andi Wijanarko, dan Drh Mulyati Sutandi. Infovet hadir berdasarkan undangan khusus diwakili Drh Yonathan Rahardjo dan Wawan Kurniawan.

Lebih lanjut, rencananya kerjasama ini akan diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara ASOHI dan UPPAI-Deptan yang akan digelar saat Rakornas ASOHI tanggal 29 Agustus 2007. UPPAI sebagai unit khusus yang dibentuk Menteri Pertanian bertugas membantu kerja Dirjen Peternakan cq Ditkeswan dalam pengendalian penyakit AI. Lebih jauh tentang UPPAI telah diulas Infovet di edisi Agustus 2007 lalu.

Dalam MoU tersebut ASOHI akan bekerjasama dengan UPPAI (Campaign Management Unit/CMU) untuk mendayagunakan tenaga pemasar obat hewan (technical services/TS) anggota ASOHI yang tersebar di seluruh Indonesia untuk menjadi PDS/PDR sebagai jejaring kerja dari UPPAI di tingkat yang paling bersentuhan dengan kenyataan lapangan.

Selain itu pertemuan rutin berkala antara petugas Dinas bersama dengan UPPAI Propinsi/LDCC dan PDS/PDR dengan ASOHI Tingkat Propinsi akan digelar untuk mengkoordinasikan Technical Services dari para produsen, importir, distributor dan pengecer obat hewan untuk melakukan pembahasan situasi penyakit AI diwilayahnya masing-masing serta merencanakan aksi bersama dalam pengendalian AI di masyarakat.

Selain itu anggota ASOHI daerah bersama PDS/PDR bersama melakukan sosialisasi AI dan surveilance. Bila ditemukan sampel kasus yang dicurigai dilakukan pengujian dengan memanfaatkan laboratorium milik pemerintah dan swasta yang terakreditasi. Sementara untuk meningkatkan kemampuan petugas di lapangan dilakukan pelatihan singkat tentang early detection, early reporting, dan early response.

Drh Rakhmat Nuriyanto (ASOHI) mengungkapkan, sebenarnya ASOHI di daerah telah banyak berperan dalam membantu pemerintah menanggulangi AI sebagai contoh di ASOHI Kalbar yang banyak memberi masukan ke Dinas Peternakan setempat untuk mewujudkan cita-cita Kalbar bebas AI 2008, sementara di Jawa Tengah ASOHI menggelar aksi simpatik vaksinasi massal yang telah digelar sebanyak dua kali,.

Drh Elly Sawitri menambahkan, selain dengan ASOHI, asosiasi lain seperti GAPPI seperti diungkapkan Drh Sudirman dan Drh Teguh juga menyampaikan keinginan untuk membantu UPPAI dalam rangka meningkatkan pengawasan/surveilance terhadap AI di lapangan dengan memanfaatkan TS dari anggota mereka.

“Keberadaan TS-TS ini bisa dimanfaatkan sebagai informan namun bisa juga sebagai investigator. Karena kemungkinan untuk sektor 1 & 2 rekan-rekan TS ini lebih bisa berperan daripada petugas dinas peternakan,” ujar Drh Mastur Aini yang mantan Kepala Dinas Peternakan Subang dan kini ditarik ke pusat untuk bertugas di UPPAI.


Dimulai dengan Pilot Project

Rencananya kerjasama ini akan diawali dengan pilot project yang akan dilakukan di wilayah Sukabumi, Tasikmalaya dan Bali. Saat ini jumlah PDS/PDR yang dimiliki UPPAI telah mencapai 1200 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

Diharapkan dengan bantuan 6.000 personil TS anggota ASOHI yang tersebar di seluruh Indonesia hingga wilayah pelosok, mobilitas mereka bisa dimanfaatkan sebagai tenaga surveilance terhadap munculnya kasus AI di wilayah kerjanya. Sekaligus memberikan sosialisasi public awareness ke peternak melalui komunikasi, informasi dan edukasi. (wan)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template