SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Infovet 157, Agustus 2007 - MERDEKA DENGAN KOMUNIKASI

On 7:33:00 AM


Kisah-kisah ini adalah kisah nyata dialami pada dua perusahaan obat hewan. Kisah pertama seorang pemimpin perusahaan sanggup menurunkan diri, bergaul dengan para karyawannya.
Para karyawan pun mesti sanggup mengerti dan menyesuaikan diri. Jangan sampai bersikap “dikasih hati merogoh ampela”.
Bagaimana pun direktur utama perusahaan adalah direktur utama. Sedangkan sopir adalah sopir. Meski sang direktur utama mengajak semua karyawan termasuk si sopir makan bersama pada satu meja makan, hal itu tidak menurunkan derajat sang direktur utama sebagai direktur utama.
Jangan sampai si sopir lupa diri. Meski dengan alasan masih sibuk bekerja maka ia ikut bergabung dalam jamuan makan bersama semua karyawan lain bersama Sang Direktur Utama, dengan hanya menggunakan kaos singlet.
“Nah ini tidak benar, kalau makan bersama begini, kamu harus berpakaian sopan!!” hardik sang direktur utama. Si sopir terdiam. Tak dapat menelan makanan di mulutnya. Ia beringsut mundur dari jamuan makan dan tak pernah kembali bergabung dalam jamuan makan bersama para karyawan bersama Sang Direktur Utama.
Kisah kedua adalah perusahaan obat hewan yang memulai dengan melayani secara eceran (freelance) seraya menjadi koresponden (wartawan daerah) sebuah Majalah Peternakan dan Kesehatan Hewan. Sebagai wartawan, ia menjalankan tugas peliputan dengan penuh dedikasi dan menjalin hubungan dan komunikasi sebaik-baiknya dengan para narasumber.
Pengenalan para narasumber terhadapnya menjadi begitu baik mengingat ia juga dokter hewan dan para narasumber itu adalah kalangan yang dekat dengan dunia kesehatan hewan. Bahkan banyak di antara mereka adalah para peternak dan dokter hewan yang membutuhkan obat hewan, dan secara tidak langsung atau langsung dilayani kebutuhannya, bilamana mereka membutuhkan obat hewan. Di sini sekaligus ia berperan sebagai penjual obat hewan.
Mulai merintis sejak tahun 1995, semula dia lah yang datang pada para narasumber sekaligus pembeli obat hewannya. Segala kebutuhan mereka ia penuhi, dengan kompensasi yang ringan, tidak terlalu menekan pembayaran obat hewan yang diambil, namun justru ia yang menanggung pembayaran ke perusahaan induk.
Para pembeli obat hewan itu selanjutnya pun merasa butuh pelayanan berikutnya, sementara mereka mempunyai tanggungan pembayaran yang belum dilunasi. Merekalah yang selanjutnya datang ke toko sekaligus kantor penjual freelance yang wartawan majalah kesehatan hewan dan peternakan itu, untuk membayar tanggungan sekaligus untuk mendapatkan pelayanan berikutnya.
Alhasil, kini perusahaan obat hewan yang semula freelance itu kini berkembang menjadi cabang perusahaan obat hewan yang lebih besar. Melayani daerah yang begitu luas, semula tenaga pemasarannya adalah ia sendiri, sekarang sudah mempunyai lima orang tenaga pemasaran yang beberapa orang di antaranya adalah dokter hewan, dengan penghasilan yang boleh dikata lumayan.
Kemakmuran wartawan sekaligus distributor obat hewan itu pun meningkat dengan pesat dan sejajar dengan para temannya yang terlebih dulu menjalankan bisnis obat hewan, yang rata-rata mereka dulunya (bahkan sampai kini) adalah narasumbernya sebagai wartawan.
Tahu menempatkan diri, adalah kunci komunikasi. Dengan komunikasi yang baik segala kemungkinan sukses bakal teraih. Pun, dengan komunikasi, masalah kelangkaan susu, penanganan Avian Influenza, meroketnya harga bahan baku pakan, dan semua yang sangat erat dengan penghidupan dan kehidupan dunia peternakan dan kesehatan hewan pastilah: dapat teratasi dengan baik.
Apalagi bangsa Indonesia sudah merdeka selama 62 tahun, usia yang tidak sedikit untuk menjadikan insan bangsa ini matang berkomunikasi, memperbaiki semua kekeliruan pengelolaan kekayaan alam yang masih saja dikuasai asing sampai kini, membuat kesejahteraan bangsa masih saja tertinggal dan belum terpenuhi sesuai cita-cita Proklamasi.
Dengan komunikasi yang baik kita rebut kemerdekaan dalam arti sesungguhnya di era penjajahan moderen (baca: ekonomi) saat ini. (Yonathan Rahardjo)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer