Thursday, August 16, 2007

Infovet 153, April 2007 - INDAH PENUH BUNGA WARNA-WARNI

Presiden SBY mengajak bangsa Indonesia bermimpi yang halal, bahwa tahun 2030 Indonesia menjadi negara terbesar di dunia di bidang ekonomi setelah Cina, India, Amerika dan Uni Eropa. Pendapatan per kepala Rp 164 juta per tahun. Lalu sedikitnya 30 perusahaan Indonesia masuk 500 perusahaan dunia. Dan, pengelolaan kekayaan berkelanjutan serta kualitas hidup masyarakat moderen yang merata.

Mimpi adalah bunga tidur, maka kalau ingin bermimpi demikian, lebih baik tidur saja? Tanpa bekerja keras? Tanpa dipenuhi kebutuhan pangan untuk meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak yang baik untuk produksi mimpi yang berkualitas? Dan membiarkan korupsi merajalela? Bahkan diberi contoh oleh pimpinan negara yang memberi sinyal adanya kemudahan-kemudahan pejabat menjalankan bisnis meski harus melangkahi peraturan yang berlaku?

Ya, saat tulisan ini dibuat, Wakil Presiden RI sedang ketahuan boroknya mendapat kemudahan untuk perusahaan Bukaka-nya dalam memasukkan helikopter bekas dari Jerman untuk proyek mengatasi bencana alam tanpa membayar bea cukai dengan mendapat memorandum dari Presiden RI. Suatu sinyal kebodohan dalam memberantas Korupsi.

Saat kita diajak bermimpi, bahkan pemenuhan kebutuhan gizi protein hewani kita masih terseok-seok bahkan lebih rendah dari negara Vietnam di Asia Tenggara dengan konsumsi daging dan telur kita yang belum beranjak naik dari 4,03 kg per kapita pertahun, dengan urutan 117 dari dari 118 negara di dunia.

Memang dunia mimpi bukanlah dunia nyata, bahkan orang paling melarat pun dapat bermimpi untuk menghuni istana kaya raya dan menjadi raja penguasa dunia. Bahkan orang paling berdosa pun bisa bermimpi untuk menjadi orang paling suci.

Semua membuat kita menyadari mimpi adalah sebuah pelarian yang paling mujarab menjadi obat bagi kita untuk membebaskan diri dari penderitaan, sehingga orang suka untuk tidur agar dapat didatangi mimpi seribu malam!

Namun ternyata sering kita jumpai pula mimpi ternyata sangat terkait dengan dunia nyata, bahkan merefleksikan apa yang sesungguhnya terjadi pada kehidupan kita. Bahkan mimpi-mimpi pun ditengarai sebagai isyarat dari alam supranatural tentang apa yang mesti kita kerjakan dan apa yang akan terjadi pada nasib hidup kita. Itu mimpi yang paling tinggi derajatnya, bukan mimpi-mimpi sekedar mimpi pada jam-jam yang tidak tepat dan datang sewaktu-waktu asal kita tidur tanpa suatu doa dan pujian serta pengharapan buat Sang Maha Suci.

Sekarang kita mau pilih mana, mimpi suci atau mimpi buruk, mimpi ngawur atau mimpi dengan penuh perhitungan. Kalau kita mampu mimpi-mimpi kita berhasil, tidak berhenti hanya sekedar mimpi waktu tidur, tapi lebih berupa suatu harapan dan visi yang jelas terhadap masa depan kita yang lebih baik: tentu kita punya langkah dan strategi jitu untuk mewujudkan mimpi itu.

Dari segi sumber pangan kita, kita tak akan lagi menelantarkan kebutuhan pangan untuk sel-sel otak, sel-sel organ, sel-sel jaringan, sel-sel sistem organ, sel-sel tubuh kita untuk menjadi menderita, digerogoti penyakit, memunculkan berbagai penderitaan, kemiskinan, kemelaratan bahkan kematian.

Dari sumber energi yang diolah, kita tak lagi membiarkan tubuh dengan segala perlengkapannya tidak pernah berolah raga, berlatih, terus menerus meningkatkan ketrampilan, keahlian bahkan tingkah laku, yang merupakan perwujudan kesatuan tubuh, jiwa dan roh yang notabene adalah energi-energi dahsyat yang selalu bersinergi dalam mewujudkan hal-hal positif yang kita miliki.

Kesadaran bahwa mimpi tak lepas dari apa yang kita miliki saat ini dan kita lakukan sehari-hari adalah suatu kebutuhan mutlak. Ada yang bilang lebih baik bermimpi meski tidak tercapai asal kita kerja keras untuk mewujudkan mimpi. Ada yang bilang lebih baik tidak bermimpi, yang penting kita kerja keras untuk kehidupan lebih baik. Ada yang bilang tak usah bermimpi namun kita jalani saja.

Silakan pilih, ya pasti kita harus bekerja keras untuk meningkatkan semua yang kita miliki, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan termasuk dari protein hewani. Karena kita tahu, ternyata mimpi lebih tepat di pandang dari sisi kejiwaan, bahkan rohani, penyemangat hidup agar terasa indah penuh bunga warna-warni! (Yonathan Rahardjo)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template