Friday, October 6, 2017

PENGUNGSI TERNAK GUNUNG AGUNG

Ternak sapi yang diungsikan dari aktivitas Gunung Agung, Bali.
Aktivitas Gunung Agung yang berlokasi di Bali Timur saat ini dalam kondisi waspada. Walau kondisi gunung belum menunjukkan kepastian akan meletus, namun statusnya sudah dalam kategori “awas”, sehingga masyarakat Bali yang tinggal di areal radius 12 km dari pusat letusan harus mengungsi.

Dari hasil pantauan Infovet, wilayah pengungsi yang terdaftar sekitar 471 lokasi sebanyak 143.840 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Tidak hanya manusia yang diungsikan, ternak pun juga ikut diungsikan. Kabupaten Karangasem pegunungan, yang merupakan daerah gersang ternyata banyak menyimpan ternak sapi Bali. Salah satu lokasi pengungsian yang Infovet kunjungi adalah Dusun Les, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng yang berjarak sekitar 55 km dari Gunung Agung.

Di tempat ini telah terkumpul sekitar 350 ekor sapi Bali dan sekitar 100 ekor kambing yang berasal dari Desa Ban dan Desa Datah, Kabupaten Karangasem, yang lokasinya di bukit sekitar 2-3 km dari Gunung Agung.

Kini yang masih dibutuhkan oleh peternak dan para dokter hewan adalah bantuan obat hewan. Diharapkan pemerintah setempat bisa memberikan bantuan tersebut, khususnya untuk obat antibiotika, vitamin dan ruboransia.

Sementara data dari Korlap Ikatan Sarjana Peternak Indonesia (ISPI) Bali, yang disampaikan oleh Pengurus ISPI, Rochadi Tawaf menambahkan, telah dilakukan evakuasi ternak data sampai 3 Oktober 2017, sekitar 4.678 ternak, diantaranya ternak sapi (4.053 ekor), kambing (459 ekor) dan babi (166 ekor), yang tersebar di tujuh Kabupaten penampungan, yaitu Kabupaten Klungkung (326 ekor), Kabupaten Buleleng (1.827 ekor), Kabupaten Karangasem (984 ekor), Kabupaten Gianyar (332 ekor) Kabupaten Bangli (868 ekor), Kabupaten Tabanan (311 ekor) dan Denpasar (20 ekor).

Kemudian menyediakan tempat penampungan ternak sebanyak 41 titik yang tersebar di tujuh Kabupaten, membentuk Satgas Peternakan dan Kesehatan Hewan, memberikan bantuan berupa pakan konsentrat (5 ton), rumput kering/hay (10 ton), batang pisang (1 pickup), obat-obatan (10.000 dosis), truk evakuasi (1 unit), pembangunan kandang, atap dan kelengkapannya (terpal 21 buah), serta kelengkapan untuk identifikasi ternak (neck tag 350 buah), selang air minum 150 m.

Antisipasi lain yang dilakukan juga memfasilitasi bantuan dari berbagai pihak yang telah diterima dan sebagian telah disalurkan, yaitu pakan konsentrat (95 ton), rumput gajah (3 ton), hijauan pakan (1 truk), Jerami (2,5 ton), mobil truk (9 unit), mobil pickup (5 unit), kantong jerami untuk molase (400 lembar), bambu (1 truk+220 batang) dan terpal (60 buah). Dan sampai 4 Oktober 2017, masih melanjutkan evakuasi ternak di daerah Kubu 45 sapi, 56 babi dan 13 kambing untuk dievakuasikan ke Desa Tembok Buleleng. (Mas Djoko R/Bali)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template