Tuesday, January 20, 2009

TIDAK ADA CERITANYA PETERNAK BROILER RUGI?

TIDAK ADA CERITANYA PETERNAK BROILER RUGI?

(( Ayam pedaging, usaha peternakannya dihitung per periode. Perhitungannya ada kalah menangnya. Misalnya cuma 2 kali periode menang, sesungguhnya hasil usahanya lebih besar daripada nilai kekalahan yang 4 periodenya. ))

Kapasitas peternakan di Indonesia tidak banyak berubah, dengan kapasitas total sama dibanding tahun-tahun lalu. Adapun perbandingan antara peternakan yang baru dengan peternakan yang berhenti lebih banyak yang berhenti. Demikian Drh Arief Hidayat Technical Department PT Mensana Aneka Satwa.
Menurut Drh Arief, peternak yang bertahan, jumlah populasi ternaknya sudah di atas 50.000 ekor. Hal-hal yang menjadi kebutuhan utama peternakan berupa bibit, kandang dan tanah. Untuk memenuhi kebutuhan ini, guna peternakan ayam petelur cukup mahal, apalagi peternakan pembibitan. Yang paling rendah permodalannya adalah peternakan broiler.
“Itupun, orang berpikir lebih suka membeli bekas peternakan yang tidak terpakai lagi, sebagai tangan kedua. Malah, kalau bisa jangan membeli, namun lebih baik menyewa. Yang dari awal investasi, jarang, karena banyak terhambat resesi global. Yang penting bagi mereka, harga produk terjangkau,” papar Arief Hidayat.
Dokter hewan yang banyak berpengalaman di bidang perbibitan selama 13 tahun dan di PT Primatama Karya Persada selama 7 tahun ini mengatakan cara mempertahankan eksistensi peternakan ini adalah menjaga aset-aset peternakan supaya jangan sampai hilang. Yang paling banyak pasang surut adalah usaha peternakan ayam pedaging (broiler). Para pelaku bisnis peternakan broiler rata-rata dengan menyewa kandang, bukan sebagai pemilik kandang.

Pelayanan ke Peternakan
Dalam melayani peternak, yang dilakukan Tim PT Mensana Aneka Satwa, menurut Drh Arief antara lain kunjungan rutin dan pelatihan-pelatihan, diberlangsungkannya bulan promosi, dan lebih menekankan pada unsur pendidikan dan lebih percaya kepada diri sendiri. Sebagai contoh, kata Drh Arief, tanpa menyebut nama produk obat, peternak tetap dididik dan mengerti obat yang dimaksud.
Menurut Technical Service PT Medion pada 1982-1983 ini, ia merasakan pendidikan untuk disiplin bekerja di perusahaan ini dan kini ia terapkan di perusahaan yang sekarang.
Di era kemitraan ini, pemimpin di PT Mensana Aneka Satwa yang jumlah cabangnya di Indonesia mencapai jumlah 25 cabang mengatakan memang banyak perusahaan obat hewan yang mengalami cukup hambatan untuk masuk ke peternakan yang bukan satu grup kemitraan. Namun baginya, hal ini tidak menjadi hambatan.
Sebagai contoh, sebagai mantan karyawan PT Japfa Comfeed, Drh Arief Hidayat terhitung familiar dengan para peternak yang mnenjadi anggota kemitraan perusahaan nasional ini. Malah peternak pun berkata, “Coba dari dulu ke sini,” mengungkapkan penerimaan terhadap kehadirannya sekarang dalam hal teknis kesehatan hewan PT Mensana Aneka Satwa.
Sementara ihwal campur tangan dinas peternakan, sejauh ini Drh Arief merasakannya: tidak ada. Adapun banyak peternak yang merahasiakan akses peternakannya. Dokter hewan yang masuk FKH IPB pada 1978 ini mengatakan kelemahan-kelemahan peternakan ayam pedaging adalah masalah manajemen atau pengelolaan.

Tidak Ada Ceritanya Peternak Broiler Rugi
“Peternak, rata-rata tidak begitu mempedulikan manajemen pemanas. Juga tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya ayam 3-5 tahun yang lalu berbeda dari ayam yang sekarang,” ujar angkatan 15 di FKH IPB ini. Bila pada pertumbuhan ayam umur seminggu mencapai pertumbuhan optimal, maka selanjutnya tinggal mengisi yang lain-lain.
Dalam perhitungan keuangan kas dan investasi, menurut Drh Arief, belum banyak yang membedakan perhitungan-perhitungan penyusutan, perhitungan harga pakan dan konversi pakan, serta harga ayam pedagingnya. Sampai saat ini hal-hal semacam ini masih menjadi pola pikir peternakan.
Ayam pedaging, usaha peternakannya dihitung per periode. Perhitungannya ada kalah menangnya. Bila misalnya 2 kali periode kalah, maka 4 kali periodenya menang. Bila 4 kali periodenya menang, 2 kali periodenya menang. Namun, sesungguhnya, meskipun cuma 2 kali periode menang, hasil usahanya lebih bear daripada nilai kekalahan yang 4 periodenya.
Dalam setahun tidak ada ceritanya peternakan broiler rugi. Perhitungan usaha ayam pedaging itu berbeda dengan usaha ayam petelur. Dengan investasi yang sama dengan usaha ayam pedaging, keuntungan bisnis ayam petelur adalah 10% dari untungnya broiler. Setiap tahun kita selalu mendengar keluhan peternak yang merasa rugi. Namun kalau untung sejatinya peternak tidak pernah omong. “Biasa, masalah klasik sejak jaman dulu,” kata Drh Arief.
Untuk memasyarakatkan kepedulian kepada peternakan dan peternakan ini, Drh Arief Hidayat mengaku dengan adanya Rubrik di Infovet “Solusi Peternak Handal” yang diasuh PT Mensana Aneka Satwa, namanya menjadi banyak dikenal dan peternak lebih banyak membaca. “Infovet banyak membantu, dan peternak lebih senang terhadap materinya,” kata Drh Arief.

Filosofi Peternak Ayam
Bagi Drh Arief Hidayat, yang sangat perlu dihayati adalah filosofi peternak ayam. Bahwa sesungguhnya, pekerjaan peternakan adalah pekerjaan sehari 24 jam dan seminggu 7 hari. Dengan filosofi ini, bila kita betul suka ayam, maka kita akan berpikir seperti ayam; sehingga kita empati dengan kondisi ayam dan selalu membuat ayam nyaman di dalam kandang. Bila sudah nyaman dalam kandang maka hal-hal lain yang tidak dibutuhkan tidak akan lagi mengganggu.
Drh Arief mempunyai pengalaman bersama seorang pimpinannya yang berpikir sangat sistematis bertanya secara perhitungan matematika mestinya ayam itu menghasilkan produksi terbaik. “Namun, mengapa kenyataannya kok lain?” tanya pimpinannya itu.
Dokter hewan alumnus FKH IPB ini pun menjelaskan bahwa ayam merupakan makhluk hidup, ada faktor X yang tidak kita ketahui. Yang kedua adalah mengelola ayam merupakan suatu sening, bukan ilmu matematika. “Ada yang tidak bisa kita kendalikan,” Arief Hidayat mengingatkan.
Drh Arief mengatakan soal kontribusi strain (bangsa) ayam. Dengan 7 strain yang dibeli oleh peternak broiler saat ini, menurutnya hal ini sudah tepat tepat. Masalahnya, katanya, bibit adalah tetap bibit; sedangkan strain tetaplah strain. Yang penting adalah bagaimana mengelolanya, sejak dari Grand Parent Stock yang menentukan genetik strainnya. Selanjutnya dari sini akan muncul bibit ternak yang baik-baik.
Kontribusi pada performan atau penampilan ayamnya, biaya bibit berperan 12% dari keseluruhan performan ayam; biaya tata laksana adalah 12 persen; biaya kesehatan (obat-obatan) sebesar 6%; dan biaya pakan paling banyak yaitu sejumlah 70 persen. (YR)

26 komentar:

poultrytek on August 23, 2009 at 7:29 PM said...

Akurr Pak arif..No Pain No gain

Anonymous said...

Bagaimana anda bisa katakan peternak broiler merugi ? Selalu terjadi selama ini adalah harga panen yang hancur dari peternak rakyat sebagai dampak panen ayam dari perusahaan PMA besar. Padahal manajemen dan efisiensi sudah dilakukan dikandang. Lalu disaat ayam panen hancur, harga pakan menjadi naik juga harga DOC yang sama disemua pabrik pakan dan breeding. Ini adalah kejahatan ekonomi unggas dilakukan secara kartel dan monopoli dan monopsoni. Dalam hal ini Pemerintah tidak mau tau terhadap kerugian peternak kecil. Inikan kebodohan dan kedunguan para pejabat pemerintah pusat dan daerah. Uang yang berputar setahun dlm bisnis unggas Rp. 120 Triliun lebih dari 55% dikuasai oleh CPI.

Anonymous said...

harga sapronak yang tinggi bukan suatu alasan,farm tersebut merugi. Dalm hal ini yang terpenting adalah bagaimana cara, mempersingkat umur ayam dengan. Naikkan bobo badan ayam semaksimal mungkin.

Damis.

Anonymous said...

gimana caranya pertumbuhan cepat pakan ringan?

Anonymous said...

management yg baik suatu kunci peternak broiler tak merugi....

MY SUSOLA on September 24, 2012 at 8:33 AM said...

selamat pagi....

salam buat drh. Arief.
ada yang berminat mengembangkan kemitraan di daerah kami?

hubungi email: fredikblog@gmail.com

Erick peternakan ayam potong on October 23, 2012 at 12:12 AM said...

jadilah seorang peternak,,baru mengeluarkan artikel pokok pembahasan,bagaimana anda mengetahui nasib peternak yang penuh dengan penjajahan,brapa modal yang harus mereka tanam dan berapa tahun baru bisa kembali modal.banyak sebetulnya peternak yang menyesal membangun usaha ini,mereka cuma mengharapkan modal bisa kembali lagi

Erick peternakan ayam potong on October 23, 2012 at 10:35 PM said...
This comment has been removed by a blog administrator.
faisal ical on October 17, 2013 at 2:38 PM said...

sama aja cuman kerjabakti cuman nunggu modal balik

Prisanaldi Tasyasumi on January 23, 2014 at 6:08 PM said...

Bisa minta alamat dan no telf dokter hewan pt mesana cab madiun gak pak? Makasih

Prisanaldi Tasyasumi on January 23, 2014 at 6:09 PM said...

Bisa minta alamat dan no telf dokter hewan pt mensana cab madiun ga pak? Makasih

Infovet on January 24, 2014 at 12:12 PM said...

@ Prisanaldi Tasyasumi = PT Mensana Cab. Magetan mungkin bisa membantu anda T. 0351-894717 Hp. 0812-3391633, trims

deni ibnu on February 28, 2014 at 9:59 PM said...

ada kah?cabang pt mensana dijogja?mohon info,thanx?

William Sondak on July 12, 2014 at 5:52 AM said...

Sy sedang mencari mitra mungkin bisa tolong infonya. Trims...

William Sondak on July 12, 2014 at 5:54 AM said...

Sy sedang mencari mitra daerah makassar dan manado bisa tolong dibantu infonya....

Tafarel Satyo on August 4, 2014 at 9:01 PM said...

Iya rugi terus ni kalau ternak ayam.....tenaga yg dikeluarkan tak sebanding dengan uang yg dihasilkan.

Agung Eka Cahya on October 10, 2014 at 11:26 PM said...

Mau nanya untuk Perusahaan Inti yang di Pandeglang - Banten pak.
Mohon jawabannya.
Terima kasih

Odoye Odoy on November 1, 2014 at 1:24 AM said...

anda begitu mudah mengatakan bisnis ayam bolierga pernah rugi,kenyataannya 30th kami disini di daerah linggarsari, telagasari,karawang,jawa barat. indonesia,,,,,,,hampir rata-rata selalu mengalami kerugian yang cukup signipikan,,,,dan penyebabnya harga pakan dan doc yang cukup tinggi diluar kewajaran juga aturan main yang tidak sedikitpun memberikan kelonggaran kepada para peternak mendapatkan keuntungan yang dilakukan oleh perusahaan mitra para peternak,,,,dan itupun terlihat tidak ada tindakan yang diakukan oleh pemerintah khususnya dinas peternakan untuk mengatasi permasalahan para peternk kecil tersebut

arie on June 2, 2015 at 12:00 PM said...

Dimana peternak dikatakan bebas dari penjajahan ? Harga pakan yang menjulang tinggi tidak seimbang dengan harga per kilo gram didalam kontrak kemitraan. Bagi saya mandiri lebih menjamin jika dibandingkan dengan kemitraan Yang penuh dgn polemik, derama dll. Buat peternak broiler saya ingin membentuk komunitas peternak ayam broiler se Indonesia agar para peternak bisa saling shareing / berbagi pengalaman. Chat di Mail : theking.arie.84@gmail.com BBM : 5274301D *salam merdeka peternak

Siapa Aja on August 8, 2015 at 11:14 PM said...

Thanks infonya...ijin share pak...

advertising on August 12, 2015 at 11:58 AM said...

saya peternak pemula......mohon info untuk kemitraan daerah karanganyar...kandang saya didaerah jumantono....email ke solo.advertising@gmail.com atau pin 21f4daab

advertising on August 12, 2015 at 11:59 AM said...

saya peternak pemula......mohon info untuk kemitraan daerah karanganyar...kandang saya didaerah jumantono....email ke solo.advertising@gmail.com atau pin 21f4daab

Theblues on November 12, 2015 at 11:41 AM said...

Nice info.

Nur Rochman on February 10, 2016 at 7:19 PM said...

Saya lebih setuju dengan agan agan diatas yang merasa bahwa ini adalah penjajahan era modern. Selama menggeluti dunia peternakan kurang lebih 8 tahun ini, saya belum pernah melihat ada kehidupan mereka para peternak dan anak kandangnya begitu nyaman dilihat mata sehingga para tetangga tertarik juga untuk terjun memlihara ayam broiler, oleh karena itu mungkin para pengusaha kemitraan ataupun yang lain sebagai pemodal besar harusnya bisa menjadikan hal itu peluang sehingga akan lebih banyak lagi orang berternak broiler dan harga daging lebih terjangkau yang nantinya bisa meningkatka angka konsumsi daging nasional perkapita pertahunya harapan saya. Aamiin

reno eka putra on April 14, 2016 at 9:36 PM said...

Untuk semarang saya harus menghubungi no.berapa ya pak untuk kemitraan trima kasih

Unknown on August 19, 2016 at 2:30 AM said...

dari judul yg di atas itu benar,, jika si peternaknya bisa memenej semua praduga harga daging bakalan melambung tinggi,, saya kira dari pihak kmitra'an juga hanya mengikuti apa yg dipesan oleh si peternaknya, jadi utuk para pemula jgn sskali terpancing oleh nafsu untuk beternak sebelum benar benar memahami manageman peternakan ya,, memang klo di lihat dan di dengar itu sangat mudah,, akan tetapi jika sudah di praktekan sendiri itu baru tau rasa bgay mna resiko jadi peternak,,, hehehehe,, salam hangat aja lah buat sahabat peternak ya...!!!!

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template