EDISI APRIL 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download versi Digital Magazine

Telah Hadir Majalah Cat & Dog. GRATIS Download  versi Digital Magazine
Klik di sini

Followers

Kehidupan Tanpa Oksigen

On 6:44:00 PM

Edisi 168 Juli


Seandainya kita bisa masuk ke dalam sebuah kehidupan seperti yang ada di dalam rumen, kita pasti tidak akan bisa bertahan lama. Dalam beberapa detik saja, mungkin kita akan segera merasa lemas karena oksigen yang kita butuhkan untuk bernafas normal tidak tersedia dalam jumlah yang cukup. Justru yang ada melimpah di dalam sana adalah karbondioksida, yang bagi kita adalah racun.
Tetapi tidak demikian halnya dengan makhluk kecil yang bernama mikroba. Rumen, bagian dari lambung depan ternak ruminansia itu, adalah dunia mereka, tempat mereka hidup dan berkembang. Bagi sebagian besar mereka, oksigen tidak perlu. Bahkan sebaliknya, oksigen bagi kebanyakan mereka adalah racun kehidupan. Itu lah kehidupan mikroba di dalam rumen, sebuah kehidupan tanpa oksigen atau anaerob.
Keberadaan makhluk kecil ini menjadi keharusan bagi kehidupan ternak ruminansia seperti sapi, kambing, domba, kerbau, rusa, gajah, unta, dan sebagainya. Makhluk kecil itu hidup dan berkembangan di dalam rumen, dan kehidupan ternak ruminansia hampir tidak mungkin tanpa adanya mikroba rumen. Betapa tidak, karena mikroba ini lah yang menyebabkan sehingga ternak ruminansia dapat memakan rumput seperti yang kita saksikan sehari-hari.
Rumput dan bahan-bahan keras lainnya seperti jerami padi atau dedaunan pohon adalah bahan yang tidak bernilai nutrisi bagi kita, tetapi merupakan makanan yang akan disantap dengan lahap oleh ruminansia. Kita tidak bisa memakan bahan seperti itu, karena sistem pencernaan kita tidak mampu mengolahnya.
Bagi ruminansia, hal itu bukan lah masalah karena adanya bantuan makhluk kecil tadi. Mereka ini lah yang membuat berbagai jenis enzim yang dapat memecah komponen-komponen keras bahan-bahan tadi sedemikian rupa sehingga nutrien yang terkandung di dalamnya bisa tersedia untuk dipakai oleh ternak ruminansia.
Sesungguhnya mikroba rumen dan ternak ruminansia membangun sebuah kolaborasi yang saling menguntungkan dalam kehidupan keduanya. Meskipun mungkin makhluk kecil itu tidak pernah tahu bahwa dunia rumen tempat mereka hidup adalah bagian dari sebuah dunia yang lebih besar, tetapi mereka bisa merasakan bahwa mereka cocok hidup dan berkembang di dalamnya.
Lingkungan yang ada di dalam rumen, seperti temperatur yang hangat, suplai pakan yang teratur, dan ketiadaan oksigen adalah kondisi ideal yang mereka harapkan. Keuntungan ini lah yang disediakan oleh ternak ruminansia bagi mereka.
Demikian pula, ternak ruminansia mungkin tidak pernah tahu bahwa sebuah kehidupan lain yang anaerobik berada di dalam organ tubuhnya, tetapi mereka mendapatkan beberapa keuntungan dari mikroba rumen. Di samping membantu dalam proses pencernaan makanan yang dikonsumsi oleh ternak ruminansia, mikroba itu sendiri merupakan sumber nutrien yang bergizi tinggi bagi ternak ruminansia.
Mikroba rumen menjalankan tugasnya di dalam rumen pada suatu saat, namun pada saat yang lain mereka merelakan tubuhnya untuk menjadi sumber nutrien bagi ternak ruminansia. Pada saat itu mereka harus keluar dari rumen, masuk ke saluran pencernaan setelah rumen hingga kemudian sampai ke usus halus. Sebelumnya, mereka mungkin sudah mati ketika berada di dalam abomasum, yaitu lambung sejati ruminansia, akibat kondisi asam yang tertahankan di sana.
Ketika sampai di dalam usus halus, tubuh yang sudah mati itu diserang lagi oleh enzim pencernaan usus halus sehingga nutrien yang terkandung olehnya kemudian bisa diserap masuk ke dalam jaringan ternak ruminansia. Ternak ruminansia memenuhi sebagian besar kebutuhannya akan protein dan vitamin dari tubuh mikroba rumen.
Kehidupan tanpa oksigen mikroba di dalam rumen, adalah unik dan mengagumkan. Dari luar kehidupan itu tak tampak, tetapi di dalam rumen mikroba juga merupakan komunitas yang sibuk dan hirup pikuk. Jumlah mereka sangat banyak, mencapai ratusan juta. Setiap anggota komunitas itu yang terdiri dari bakteri, protozoa, dan jamur, mempunyai banyak jumlah spesies.
Masing-masing spesies tersebut memainkan peran sendiri-sendiri dalam proses pencernaan. Ada yang bertugas mengurusi karbohidrat serat pakan, ada yang mengkhususkan diri untuk karbohidrat pati, ada yang hanya mau mengurus protein, dan sebagainya. Sering disebut bahwa komunitas mikroba rumen adalah buah konsorsium besar dengan berbagai tugas kompleks dalam proses pencernaan.
Keberadaan mereka di dalam rumen adalah sebuah anugerah yang patut disyukuri. Keberadaan mereka di dalam rumen yang mampu memproses bahan-bahan keras seperti rumput dan dedaunan menjadi salah satu sebab mengapa kita tidak harus berkompetisi dengan ruminansia dalam memperoleh makanan.

Damry (Dosen Jurusan Peternakan Universitas Tadulako, damry_01@yahoo.com)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

3 komentar

y allah swt,kok mua dah tak cari tugasna gag ketemu, kug culit amat.....

tlong kakak2 da yg bs bantu????????/blajar fister....

Trimakasih, tulisan ini adalah pencerahan bagi saya. mohon ijin untuk saya sarikan dan ditulis dengan gaya bahasa saya di blogpot saya. trimkasih

Artikel Populer