EDISI DESEMBER 2017

Jumlah Pengunjung

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drh Abadi Soetisna MSi
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

KONTAMINASI PRODUK DARI LINGKUNGAN DAN KONTAMINASI OLEH PENYAKIT HEWAN MENULAR

On 11:39:00 AM

(( Untuk memperoleh produk ternak yang aman dikonsumsi, berbagai faktor yang terkait erat dalam proses pra produksi perlu diperhatikan dengan menerapkan sistem jaminan mutu. ))

Tim Balai Penelitian Veteriner Bogor mengungkapkan faktor penting menghasilkan produk ternak aman dan bermutu, perlu memperhatikan kontaminasi produk dari lingkungan dan kontaminasi oleh penyakit hewan menular

Kontaminasi Produk dari Lingkungan
Proses praproduksi berperan penting dalam menghasilkan produk ternak yang aman dan bermutu untuk konsumsi manusia. Dalam proses praproduksi ini, berbagai faktor akan mempengaruhi kehidupan ternak dan keamanan produk yang dihasilkan.
Faktor-faktor tersebut adalah tanah, air, udara, bahan kimia, obat hewan, pakan, dan penyakit ternak. Faktor lingkungan (tanah, air, udara) di mana ternak dipelihara dapat mempengaruhi keamanan ternak dan produk yang dihasilkan.
Tanah dan sumber air yang tercemar mikroba patogen seperti E. coli, Salmonella, antraks dan Clostridium maupun logam berat atau senyawa toksik lainnya, dapat berpengaruh terhadap ternak dan keamanan produk yang dihasilkan.
Pestisida dan bahan kimia lain yang digunakan dalam pemeliharaan ternak dapat mengkontaminasi sumber pakan, air minum, kandang, dan lingkungan sekitarnya sehingga dapat mempengaruhi kesehatan ternak maupun produknya.
Cemaran pestisida (golongan organokhlorin dan organofosfat) pada daging ayam, susu sapi, daging dan lemak sapi asal Jawa Barat telah dilaporkan.

Kontaminasi oleh Penyakit Hewan Menular
Status penyakit hewan menular atau penyakit zoonosis seperti antraks, virus nipah, cystisercosis, dan mad cow (sapigila) akan mempengaruhi kesehatan ternak maupun keamanan produknya.
Penyakit ini bahkan dapat menjadihambatan dalam perdagangan nasional,regional maupun global. Kasus penyakit antraks pada burung unta di Purwakarta,Jawa Barat pada akhir tahun 1999 telah menyebabkan 34 orang yang mengkonsumsi daging tercemar antraks ter-tular penyakit tersebut.
Demikianjuga dengan kasus penyakit antraks pada manusia di Kabupaten Bogor, disebabkan mengkonsumsi daging dombayang terserang antraks.
Hal ini dikarenakan produk ternak yang dihasilkan ternak penderita antraks menjadi tidak aman, baik bagi manusia maupun lingkungan budi daya ternak.
Demikian halnya dengan kasus penyakit BSE (sapi gila) di Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya, telah menyebabkan daging sapi tersebut menjadi tidak aman dikonsumsi manusia.

Pencegahan dan Penanggulangan
Untuk memperoleh produk ternak yang aman dikonsumsi, berbagai faktor yang terkait erat dalam proses pra produksi perlu diperhatikan dengan menerapkan sistem jaminan mutu HACCP. Dengan menerapkan sistem ini maka titik-titik kritis akan mendapat perhatian serta berbagai upaya mengatasinya segera diterapkan.
Kondisi lingkungan peternakan harus diyakini belum pernah tercemar oleh mikroba patogen seperti antraks, Clostridium spp. dan cemaran bahan kimia berbahaya lainnya.
Keadaan ini dapat diketahui dengan mencari informasi dari Dinas Peternakan setempat serta memeriksakan sampel tanah dan air yang dijadikan sumber air minum bagi ternak. (YR/Balitvet)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer