-->

Sehat Cerah Indonesia

Sehat Cerah Indonesia

Boehringer Ingelheim

Boehringer Ingelheim

Farmsco

Farmsco

SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI NOPEMBER 2020

EDISI NOPEMBER 2020
Berlanganan Isi form ato hub kami

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno


Wakil Pemimpin Umum

Drh. Rakhmat Nurijanto, MM


Wakil Pemimpin Redaksi/Pemimpin Usaha
Ir. Darmanung Siswantoro


Redaktur Pelaksana
Ridwan Bayu Seto


Koordinator Peliputan
Nunung Dwi Verawati


Redaksi:
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman S.Pt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh. Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor:
Prof. Dr. Drh. Charles Rangga Tabbu,
Drh. Deddy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh. Ketut T. Sukata, MBA,
Drs. Tony Unandar MS.
Prof. Dr. Drh. CA Nidom MS.


Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Fachrur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi:
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi
Nur Aidah


Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar


Pemasaran

Septiyan NE


Alamat Redaksi
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi: majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran: marketing.infovet@gmail.com

Rekening:
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I. No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke:infovet02@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Pengikut

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

JANGAN REMEHKAN KOKSI

On Oktober 31, 2007

Disamping kolibasilosis, penyakit pencernaan yang tidak kalah pentingnya adalah koksidiosis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dari golongan protozoa. Pada unggas dapat ditemukan sejumlah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang bersifat parasitik dan menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi.
Menurut Drh Hanggono dari PT Medion Riau, kasus koksidiosis di Riau tetap ada, sama halnya dengan lokasi peternakan lain di bumi pertiwi ini. Untuk Riau, kasus ini sering dijumpai pada lokasi-lokasi yang kurang ketat penjagaan kebersihan kandang dan lingkungannya. Hal ini dibuktikannya saat melakukan kunjungan rutin ke farm-farm yang tersebar seantero kabupaten dan kota di Riau.
“Pada umumnya temuan kasus koksidiosis selalu pada lokasi pemeliharaan ayam yang tidak terjaga kebersihannya baik di luar kandang ataupun di dalam kandang”, tutur alumni FKH UGM Yogyakarta ini.
Berdasarkan ini, penerapan sanitasi di lokasi kandang secara umum dapat menghambat berkembangnya penyebab penyakit berak darah tersebut. Terkait penyakit ini, peternak sebenarnya tidak boleh lengah, karena efek yang ditimbulkan cukup parah bila ayam dapat bebas kembali dari terkaman Eimeria.
Maksudnya adalah ayam yang terbebas dari koksi setelah menderita sakit dapat mempengaruhi keberhasilan vaksinasi gumboro, karena sifat penyakit ini adalah immunosupresif, yang dapat menekan kekebalan hasil vaksinasi gumboro tersebut. Kasus ini biasanya terjadi pada ayam petelur, pungkasnya.
Menurut Prof drh Charles Rangga Tabbu MSc PhD, penyakit asal parasit kerapkali berbeda dengan penyakit viral ataupun bakterial dalam beberapa aspek, yaitu siklus hidup yang kompleks, metode penyebaran yang beragam, sangat minim atau tidak ada uji serologik yang dapat dipakai sebagai metode diagnosis dan kadang-kadang dapat ditanggulangi dengan cara sanitasi atau desinfeksi dan isolasi yang ketat.
Koksidiosis pada ayam disebabkan oleh Eimeria yang dicirikan dengan diare dan radang usus. Protozoa yang tergolong genus Eimeria memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan (apparatus digestivus) dan meyebabkan kerusakan pada jaringan.
Manifestasinya adalah gangguan pada proses digesti dan absorbsi zat-zat gizi, dehidrasi, kehilangan darah akibat terikutnya darah bersama feses dan meningkatnya kepekaan ayam terhadap jenis penyakit lain.
(Daman Suska)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer