Wednesday, October 31, 2007

JANGAN REMEHKAN KOKSI

Disamping kolibasilosis, penyakit pencernaan yang tidak kalah pentingnya adalah koksidiosis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit dari golongan protozoa. Pada unggas dapat ditemukan sejumlah penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang bersifat parasitik dan menimbulkan angka kesakitan dan kematian yang cukup tinggi.
Menurut Drh Hanggono dari PT Medion Riau, kasus koksidiosis di Riau tetap ada, sama halnya dengan lokasi peternakan lain di bumi pertiwi ini. Untuk Riau, kasus ini sering dijumpai pada lokasi-lokasi yang kurang ketat penjagaan kebersihan kandang dan lingkungannya. Hal ini dibuktikannya saat melakukan kunjungan rutin ke farm-farm yang tersebar seantero kabupaten dan kota di Riau.
“Pada umumnya temuan kasus koksidiosis selalu pada lokasi pemeliharaan ayam yang tidak terjaga kebersihannya baik di luar kandang ataupun di dalam kandang”, tutur alumni FKH UGM Yogyakarta ini.
Berdasarkan ini, penerapan sanitasi di lokasi kandang secara umum dapat menghambat berkembangnya penyebab penyakit berak darah tersebut. Terkait penyakit ini, peternak sebenarnya tidak boleh lengah, karena efek yang ditimbulkan cukup parah bila ayam dapat bebas kembali dari terkaman Eimeria.
Maksudnya adalah ayam yang terbebas dari koksi setelah menderita sakit dapat mempengaruhi keberhasilan vaksinasi gumboro, karena sifat penyakit ini adalah immunosupresif, yang dapat menekan kekebalan hasil vaksinasi gumboro tersebut. Kasus ini biasanya terjadi pada ayam petelur, pungkasnya.
Menurut Prof drh Charles Rangga Tabbu MSc PhD, penyakit asal parasit kerapkali berbeda dengan penyakit viral ataupun bakterial dalam beberapa aspek, yaitu siklus hidup yang kompleks, metode penyebaran yang beragam, sangat minim atau tidak ada uji serologik yang dapat dipakai sebagai metode diagnosis dan kadang-kadang dapat ditanggulangi dengan cara sanitasi atau desinfeksi dan isolasi yang ketat.
Koksidiosis pada ayam disebabkan oleh Eimeria yang dicirikan dengan diare dan radang usus. Protozoa yang tergolong genus Eimeria memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan (apparatus digestivus) dan meyebabkan kerusakan pada jaringan.
Manifestasinya adalah gangguan pada proses digesti dan absorbsi zat-zat gizi, dehidrasi, kehilangan darah akibat terikutnya darah bersama feses dan meningkatnya kepekaan ayam terhadap jenis penyakit lain.
(Daman Suska)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template