SCAN APLIKASI ANDROID

SCAN APLIKASI ANDROID

EDISI SEPTEMBER 2018

Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati

Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119

Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Info Agribisnis Klik Di Sini

alterntif text

TRANSLATE

Surat Pembaca Edisi 155 Juni 2007

On 2:13:00 PM

Lalu, ke mana susu sapi perah dari peternakan kita?

Susu sapi memang berasal dari kebutuhan orang Belanda yang kala itu menjajah Indonesia. Saat itulah mereka mengijinkan industriawannya membuka usaha di Indonesia karena adanya permintaan yang berbanding dengan pola kebiasaan mereka. Sementara orang Indonesia hanya turut menyaksikan saja sampai akhirnya masyarakat pribumi dididik pula untuk turut serta dalam usaha mereka.

Secara umum kualitas susu ditentukan oleh faktor eksternal dan internal. Faktor internal dalam hal ini adalah kandungan gizi dari susu dimana dapat diketahui melalui pengujian laboratorium. Sifatnya terkait dari kondisi internal tubuh ternak. Berbeda dengan faktor internal, faktor eksternal ditentukan berdasarkan kejadian yang berlaku di luar tubuh ternak seperti kebersihan kandang, ternak dan peternak.

Sekarang siapa yang berperan dalam pencapaian keinginan peternak akan jaminan kualitas produksinya dan selera konsumen sebagai sasaran pemasaran? Tentu saja yang berperan adalah peternak atau pekerja kandang. Merekalah yang menentukan tingkat kualitas produk susu mereka. Sehingga kualitas juga terkait dengan pola pemeliharaan dan penanganan pascaproduksi. Dan pengetahuan peternak atau pekerja kandang menjadi syarat mutlak untuk menyediakan susu yang berkualitas sesuai dengan selera konsumen.

Kenapa harus ditolak pembeli? Bukankah hasil peternakan diproduksi untuk dijual? Ini terjadi karena kualitas tidak sesuai dengan keinginan pembeli. Artinya kualitas produk ditentukan oleh pembeli dan pembeli tidak dapat dipaksa untuk membeli produk susu. Kalau kita menjual susu ke koperasi susu, tentu saja akan dilakukan uji kualitas produk kita. Mulai dari pemeriksaan kadar lemak, kadar bakteri, dan sebagainya sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan oleh konsumen.

Bila ada susu di ember perah dan akhirnya diserbu bakteri perusak maka bukan bakteri, melainkan peternak yang harus disalahkan. Biasanya secara tidak sadar peternak menimbun kotoran yang memberikan peluang bakteri menghinggapinya.

Konsumen kita kini sudah tiba pada pendekatan kulaitas dan bukan lagi kuantitas. Bila budaya minum susu dulunya diidentikkan dengan seseorang yang memiliki strata sosial menengah ke atas sebaimana terjadi pada zaman penjajahan Belanda, maka kini meminum susu menjadi pola hidup masyarakat Indonesia dan tidak mengenal penjenjangan status sosial.

Bila kualitas rendah, maka harapan produksi memenuhi pasar tidak ada. Oleh karena itu, pola-pola peternakan sapi perah harus ditata untuk menghasilkan produk susu yang kualitasnya diinginkan konsumen. Kualitas tidak harus dengan teknologi modern, tetapi penanganan yang menjamin unsur-unsur penentu kualitas tetap ada. Dan kalaupun teknologi harus diimpor berarti produk susu kita seharusnya diekspor.

Subaedy Yusuf
Mahasiswa Fak. Kedokteran Hewan UGM

Ucapan Terima Kasih

Terima kasih atas segala bantuan Bapak Pimpinan dan staf Redaksi Infovet yang telah memuat berita duka almarhum Drh H Isep Sulaiman MVS bin H Danoe Sumantri yang wafat pada hari Kamis, 1 Februari 2007 pukul 14.20 WIB pada usia 56 tahun di RS Panti Rapih Yogyakarta di Infovet edisi Maret 2007. Semoga Allah SWT memberikan rahmat dan rezeki-Nya selalu, Amin.

Dengan segala kerendahan hati, kami mohon keikhlasan Bapak/Ibu/Sdr/i/Kakak/Adik dan Sahabat serta handai taulan untuk memberikan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan almarhum selama masa hidupnya dan berkenan turut memanjatkan doa untuknya yang telah 100 (seratus) hari berpulang ke Rahmatullah, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Kami pun menghaturkan terima kasih yang tulus atas segala dukungan moril maupun materil semenjak di rumah sakit sampai wafatnya almarhum dan dikebumikannya pada tanggal 2 Februari 2007 di Sukabumi, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya untuk kita semua, Amin ya robbal alamin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ny. Isep Sulaiman
Yogyakarta

Kami seluruh tim Infovet pun mendoakan semoga arwah beliau diterima dan mendapat tempat terbaik disisi-Nya, serta diampuni segala dosa-dosanya dan diterima segala amal dan ibadahnya, Amin.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer