Friday, September 28, 2007

Lahirnya Ilmu Gangguan Kekebalan

Kesehatan ternak merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya peningkatan produksi ternak, karena produktivitas yang tinggi hanya dapat dicapai secara optimal apabila ternak dalam keadaan sehat.

Oleh karena itu diperlukan pengontrolan terhadap aspek kesehatan yang merupakan prasyarat tercapainya target produksi yang optimal. Namun untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah.

Hal ini disebabkan masih terdapatnya beberapa kendala mendasar berupa penyakit, salah satunya adalah penyakit karena adanya gangguan kekebalan tubuh atau immunosupresi, demikian dikatakan drh Muhammad Firdaus MSi Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Menurutnya, immunosupresi merupakan perubahan reaksi kekebalan dalam keadaan negatif, sehingga tubuh ternak mempunyai reaksi yang kurang terhadap bahan asing. Artinya immunosupresi dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit pada ternak. Pada broiler sebaiknya kasus immunosupresi dihambat kemunculannnya, sehingga kerugian akibatnya dapat dihindarkan.


Ilmu Tersendiri

Immuno atau imunologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang reaksi spesifik dari jaringan hidup terhadap benda asing seperti mikroorganisme dan produk mikroorganisme atau protein asing.

Pada awal abad 15 para ilmuwan telah mulai meneliti tentang bagaimana mengaktifkan imunitas dengan memasukan zat tertentu ke dalam tubuh. Pada masa itu pernah dicoba menginokulasikan bahan-bahan dari parut penderita cacar kepada orang sehat, namun sayang hasilnya kurang memuaskan.

Baru pada permulaan abad 16, Edward Jenner pertama kali memperhatikan bahwa seorang yang telah terjangkit cowpox jarang sekali terkena smallpox. Namun baru tahun 1796 ia mencoba menginfeksi seorang anak yang telah terserang cowpox dengan virus smallpox.

Ternyata kekebalan yang didapat dari penyakit terdahulunya itu mempunyai daya yang cukup melindungi terhadap smallpox. Kemudian pada tahun 1879, Louis Pasteur melakukan penelitian pada ayam. Pada hewan tersebut diinjeksikan kultur kuman kolera ayam yang telah mati.

Beberapa hari kemudian diinjeksikan lagi kuman kolera yang masih aktif. Dan lagi-lagi didapati bahwa ayam-ayam tersebut tidak terinfeksi. Teknik kedua ilmuwan ini untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit tertentu itu, kini disebut sebagai vaksinasi.

Penelitian Edward Jenner dan Louis Pasteur tersebut merupakan titik awal berkembangnya bidang imunologi secara saintifik. Kajian tentang immuno terus dilanjutkan. Adalah Paul Ehrlich yang menemukan teori imunitas humoral.

Teori ini menekankan peran antibodi, yaitu protein yang dihasilkan oleh sel-sel dan dibebaskan ke dalam darah sebagai agen utama imunitas. Kemudian Elie Metchnikoff mengemukakan teori imunitas seluler, dimana fagositlah yang memainkan peran utama mengenyahkan benda asing termasuk organisme infeksius.

Atas jasa-jasanya ini, kedua ilmuwan asal Rusia ini memenangkan hadiah nobel dibidang fisiologi dan medicine tahun 1908.

Lalu bagaimana dengan dunia kesehatan hewan? Itulah yang dibahas liputan Fokus Infovet edisi ini. (Daman Suska)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template