Wednesday, August 29, 2007

CEGAH HUJAN SEBABKAN KERDIL

Kejadian penyakit ayam kerdil kali ini yang dijumpai dimulai sejak akhir 2005 di beberapa tempat, sudah muncul secara sporadis, tidak semua daerah terserang, berarti muncul ketika hujan sedang rajin turun ke muka bumi. Pada bulan Januari misalnya, suhu di kota pegunungan Banyumas Jawa Tengah sungguh dingin, lingkungan penuh kabut.

Lingkungan dengan turun hujan secara terus-menerus, menyebabkan kadar Oksigen turun drastis, terutama di daerah pegunungan, dan kurangnya pemanas. Demikian Drh Suhardi dari PT Sanbe Farma yang berkantor besar di Bandung Jawa Barat.

Hal ini pun bisa terjadi pada hacthery (penetasan) yang juga dapat ikut ambil bagian. Ketika cuaca sungguh tidak beraturan, hujan dan panas, kondisi ini menyebabkan kelembaban, suhu, level oksigen dan CO2 menjadi sangat sulit untuk diatur dan dikendalikan di dalam hatchery. “Padahal kita ketahui embrio modern sangat rentan dalam hal kebutuhan oksigen” kata Drh Hany Widjaja dari Alltech Indonesia.

“Brooding” dan Tirai

Sedangkan dari sisi manajemen ayam pedaging atau broiler, “Kembali masalah brooding menjadi sangat penting,” tegas Hany Widjaja.

Pada persiapan kedatangan DOC, persiapan brooding harus sudah siap meliputi chick guard (dimater 3 m untuk 750 ekor), pemanas (dinyalakan 2 jam sebelum DOC datang), tirai dalam, tirai luar, tempat pakan, tempat minum, bila kandang panggung maka seluruh lantai harus ditutup. Demikian Drh Prabadasanto Hudyono dari PT Multibreeder Adirama Indonesia.

Perhatikan suhu brooding setiap saat terutama pada dini hari saat suhu terdingin yaitu sekitar jam 2 malam/pagi, dan pada siang hari saat suhu terpanas yaitu antara jam 11-14. Bila kontrol suhu dapat dilakukan dengan baik maka anak ayam akan merasa nyaman. Tidak terlalu panas atau dingin sehingga dapat makan dan minum dengan baik. Demikian Praba.

Untuk mengatasi permasalahan kekerdilan pada ayam dengan kondisi lingkungan sangat dingin, pemanas harus kuat betul. Pada dua minggu pertama suhu brooding paling rendah 29 derajad Celsius, paling tinggi 35 derajad Celsius. Itu pada minggu 1, 2, dan 3. Sedangkan pada minggu ke 4, 5 dan 6 suhu sebesar 33 derajad Celsius. Hal tersebut dengan catatan tidak ada fluktuasi suhu yang terlalu tinggi. Demikian anjuran Drh Suhardi, dari PT Sanbe Farma. Sama dengan anjuran Drh Supandi juga dari PT Sanbe Farma agar pemberian pemanasan cukup rata, dengan rataan 29-33 derajad Celsius.

Yang penting adalah kepekaan terhadap suhu. Usahakan ada termometer untuk setiap kandang. Kalau tidak ada, dapat gunakan tubuh peternak sebagai patokan dan atau melihat pola penyebaran anak ayam yang merata saat itu. Peternak harus tahu kapan mengatur suhu brooding dan kandang. Jangan sampai seperti contoh di suatu peternakan brooding dipanaskan terus padahal suhu lingkungan sudah meningkat. Demikian Praba.

Atau, tirai kandang ditutup terus, kala kandang sudah tidak lagi dingin. Sebaliknya, penyesuaian tirai pun perlu dilakukan dengan rajin. Ada saatnya membuka, ada saatnya menutup, bahkan menutup rangkap. Dalam kondisi penuh hujan dan kabut dingin itu, untuk melindungi ayam di kandang-kadangnya, kandang butuh tirai tambahan. Sayangnya, pada daerah-daerah yang dingin ini, biasanya tirai tidak dirangkap. Tirai rangkap sangat dibutuhkan pada kondisi ini. Masih menurut Praba.

Kasus pun bisa terjadi pada peternak lama yang telah lama jam terbangnya dan merasa lebih berpengalaman. Kebiasaan yang sudah diterapkan selama bertahun-tahun hingga belasan sampai puluhan tahun membuatnya terpatok pada pola lama. Di Pekalongan misalnya, peternak Robert (bukan nama sebenarnya). Banyak kasus asites, secara tidak langsung ternyata karena tirai tidak pernah dibuka. Karena panas terlalu tinggi, secara tidak langsung memunculkan pun muncul kasus perikarditis.

Tentang tirai yang tidak pernah dibuka ini pun solusinya mudah, Tim Drh Praba: Nasruddin, Heriyanto Putro dan Gayor Manusama yang dalam waktu tulisan ini dibuat bertugas Purbalingga, Magelang dan Jambi lantas menyarankan merubah kekolotan kebiasaan peternak, tirai dibuka semua, selanjutnya disesuaikan dengan kebutuhan. Jangan sampai ayam selalu kepanasan, sehari kepanasan tidak masalah. Namun kalau panas sudah sampai 30 hari, dapat mendorong muncul berbagai penyakit.

Keteledoran mengatur pemanas dan suhu itu merupakan kelemahan dari operator. Sementara banyak peternak yang lebih mengutamakan pemanas yang murah. Sedangkan untuk membantu kelemahan kedisiplinan ini ada solusi alternatif, yaitu pemanas atau brooder yang otomatis, yang dapat menyesuaikan dengan suhu yang ada dengan lampu yang kecil. Hal ini dapat membantu mengatasi masalah pada pemanasan yang tidak otomatis, di mana pemanasan tidak mencukupi bila malam dingin, dan siang menjadi kepanasan. Demikian H Nur ’Asyikin SH MH dari PT Paeco Agung Cabang Jawa Timur.

Efek pemanasan yang tidak tepat ini berpengaruh terhadap tidak berhasilnya berat badan mencapai yang diinginkan. Demikian pula tentang pencahayaan, berpengaruh dalam jangka panjang secara nyata. Demikian Asyikin.

Kondisi brooding juga mempengaruhi penyerapan kuning telur. Bila suhu terlalu panas, kuning telur akan menjadi kering. Sebaliknya bila terlalu panas, saluran kuning telur akan menyempit. Keduanya akan menyebabkan kuning telur menjadi tidak sempurna. Dalam kuning telur selain terdapat cadangan makanan, vitamin, hormon, juga sumber kekebalan yang diturunkan dari induk. Bila kuning telur tidak terserap sempurna akan ada masalah kesehatan anak ayam. “Hal itu penting untuk menjaga kekebalan anak, sebab apabila kekebalan yang diwariskan dari induk lemah, bisa menyebabkan ayam mengalami gagal pertumbuhan dan rentan sakit,” papar Praba.

“Chicken Guard” dan “Litter”

Selanjutnya oksigenasi brooding jangan terlalu pengap. Kalau perlu dibantu dengan kipas angin. Syukur bisa diberikan suplai oksigen ke air minum walau belum diketahui betul pengaruhnya karena hal ini diambil pengalaman penerapannya untuk ikan, dan sekarang dicoba diterapkan pada ayam. Demikian Suhardi.

Artinya, jangan lupa memperhatikan kepentingan ventilasi ayam. Dengan melebarkan chicken guard, lebih cepat melebar hasilnya ventilasi lebih bagus. Pelebaran ini dilakukan mulai hari ke 5 sesuai pertumbuhan dan kepadatan kandang. Demikian Praba.

Adapun, sekam atau serutan yang akan digunakan sebagai litter sebelum digunakan dilakukan desinfeksi lebih dulu. Penggunaan alas koran minggu pertama agar pakan dapat disajikan sedikit demi sedikit dan selalu dalam keadaan sedar. Pastikan litter atau alas kandang dalam kondisi yang baik. Litter yang basah, lembab dan menggumpal dapat meningkatkan resiko penyakit. Penggantian litter ini jangan dilakukan secara total, tetapi bertahap, litter yang basah dan menggumpal segera dikeluarkan dan diganti dengan yang baru. Pada kandang panggung, sekam dikeringkan. Demikian Praba, senada dengan ungkap Suhardi, “Litter setidaknya selama 2 minggu pertama harus kering dan steril, jangan sampai basah.”

Soal litter ini sangat vital, apalagi pada musim penghujan, jangan sampai litter itu menjadi sarang Reo. Pernah dijumpai litter ayam yang sangat kotor seperti lantai kandang bebek. Jangan litter yang seperti itu, litter setebal 20 cm pun, apalagi basah, tetap dapat menjadi tempat berbiaknya Reo, apalagi di daerah endemis yang selalu ada infeksi Reovirus, bila pelakuan terhadapnya tidak diterapkan secara ketat.

Pakan dan Musim Penghujan

Lalu jangan lupa, Musim penghujan selalu sangat erat kaitannya dengan kualitas pakan. Jamur pada musim penghujan begitu mudah tumbuh dan berbiak di mana-mana, termasuk pada pakan, bisa menyebabkan mikotoksikosis yang ujung-ujungnya juga mampu menyebabkan kekerdilan.

Adanya kandida, jamur, khamir, pada tembolok bisa menyebabkan malaborpsi. Dulu terjadi pada broiler, kini pun terjadi pada layer pada masa pemeliharaan dara. Pertumbuhan terhambat, masa produksi lambat umur. Secara patologi anatomi ada, terjadi malabsorpsi, rusaknya usus, pakreas, terjadinya proventrikulus. Demikian Drh Hernomoadi Huminto MS dari FKH IPB.

Olesi Pusar

Cara lain menghadapi hujan yang membasahkan adalah perhatian langsung pada ayamnya sendiri. Air basah dan litter lembab pada litter dapat langsung menyerang individu anak ayam. Seperti anak manusia yang bisa tersarang masuk angin, apalagi anak ayam yang lemah. Ingat bagaimana kala anak-anak terserang masuk angin? Olesi pusar dengan minyak kayu putih. Kalau anak ayam? Olesi pusar dengan desinfektan.

Bila diketahui 5-10 persen dari jumlah anak ayam itu terdapat pusar basah, segeralah olesi dengan desinfektan, yang aman adalah dengan Iodine, untuk mencegah terjadinya ascites yang mendorong terjadinya kekerdilan. Pada saat anak ayam umur sehari ini dilepaskan sebelumnya oleskan Iodine satu demi satu pada anak-anak ayam itu, baru dilepaskan satu per satu. Demikian Drh Suhardi dari PT Sanbe Farma.


“Hal-hal begini peternak tidak melakukan, mengakibatkan hambatan pertumbuhan ayam sehingga terjadi kegagalan pertumbuhan. Sebaliknya kalau persyaratan dipenuhi kasus lambat tumbuh bisa diminimalisir. Persentase kejadian bisa dikurangi lebih kecil dari 5 persen,” urai Drh Praba seraya menambahkan: “Tindakan itu sangat bermanfaat dan bisa untuk mengurangi kasus, meski kalau meng-nol-kan tidak bisa.”

Meski kasus tidak bisa sirna, turunnya kasus merupakan hal sangat berharga. (YR)

0 komentar:

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template