Susunan Redaksi

Pemimpin Umum/Redaksi
Ir. Bambang Suharno
Wakil Pemimpin Umum/Usaha
Drh. Rakhmat Nuriyanto MBA
Redaktur Pelaksana
Ir. Darmanung Siswantoro
Koordinator Peliputan
Ridwan Bayu Seto
Nunung Dwi Verawati


Redaksi
Wawan Kurniawan, SPt, (Jabodetabek)
Drh Untung Satriyo (Jogja & Jateng)
Drh. Yonathan Rahardjo (Jatim)
Drh. Masdjoko Rudyanto (Bali)
Drh Heru Rachmadi (NTB)
Sadarman SPt (Riau)
Drh. Sry Deniati (Sulsel)
Drh. Joko Susilo (Lampung)
Drh Putut Pantoyo (Sumatera Selatan)

Kontributor
Prof Dr Drh Charles Rangga Tabbu,
Drh Dedy Kusmanagandi, MM,
Gani Haryanto,
Drh Ketut T. Sukata, MBA,
Drs Tony Unandar MS
Prof Dr Drh CA Nidom MS

Pemasaran :
Andi Irhandi (0815-9186-707)



Kabag Produksi & Sirkulasi
M. Farur Rozi

Staf Produksi & Sirkulasi
M. Sofyan, Achmad Febriyanto, Rizky Yunandi

Administrasi:
Nur Aidah,

Keuangan:
Eka Safitri
Achmad Kohar

Alamat Redaksi:
Ruko Grand Pasar Minggu
Jl. Raya Rawa Bambu No. 88A
Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12520
Telp: (021) 7829689, 78841279, Fax: 7820408
e-mail:
Redaksi : majalah.infovet@gmail.com
Pemasaran : marketing.infovet@gmail.com

Rekening
Bank MANDIRI Cab Ragunan,
No 126.0002074119


Bank BCA KCP Cilandak KKO I
No 733-0301681
a/n PT Gallus Indonesia Utama

Redaksi menerima artikel yang berkaitan dengan kesehatan hewan dan atau peternakan. Redaksi berhak menyunting artikel sepanjang tidak merubah isinya.
Semua artikel yang dimuat menjadi milik redaksi.
Email artikel Anda ke: majalah.infovet@gmail.com

EDISI JULI 2018

Perlu Kiriman Artikel Via Email? Isi email Anda di bawah ini

Jumlah Pengunjung

PT. GITA Group

Followers

Kemasan Diri

On 5:51:00 PM

Kemasan Diri

Bambang Suharno


Bagi anda yang bergerak di bidang pemasaran, kisah di bawah ini mungkin bukan hal baru. Saya ingin melihatnya dari sudut pandang yang sedikit berbeda.

Alkisah, ada 3 karton yang berisi kaleng minuman ringan (softdrink) yang diproduksi di sebuah pabrik. Suatu hari, sebuah truk datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng minuman tersebut dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.

Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal. Karton pertama di turunkan di sini. Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng minuman lainnya dan diberi harga Rp. 4.000/kaleng.

Pemberhentian kedua adalah restoran. Di sana , karton diturunkan. Kaleng-kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.

Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah. Kaleng
minuman diturunkan di sana . Kaleng-kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas, melainkan di suatu tempat yang pelanggan tidak melihatnya. Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan. Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan bersama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki yang mewah. Pelayan hotel akan membuka kaleng itu, menuangkannya ke dalam gelas dengan sopan dan tersenyum manis untuk disajikan ke pelanggan. Di tempat ini harganya melambung menjadi Rp. 50.000.

Kaleng tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama. Anehnya, tidak ada konsumen yang protes terhadap perbedaan harga yang mencolok ini. Padahal jelas, kemasan kalengnya sama persis, pabriknya sama. Ada apa di balik semua ini?

Dalam marketing modern, kemasan sebenarnya sudah mampu melampaui fungsi basic-nya sebagai pembungkus dan pelindung. Ia sudah menjadi tools yang berfungsi sebagai “silent salesman” di rak-rak toko dan rumah konsumen, bahkan juga untuk membangun loyalitas konsumen terhadap produk. Demikian pendapat Roslyn N Wiria, Design Director PT Synzygon Brand Komunikasi.

Packaging sebenarnya gabungan antara sains (dalam hal melindungi produk) dan seni (dalam hal merepresentasikan produk). Sains lebih mengarah kepada desain struktural yang ergonomis dan berfungsi untuk memudahkan pemakai dalam proses pengidentifikasian, penggunaan, penempatan, pengepakan, penyimpanan, dan distribusi sebuah produk. Jadi, bagaimana desainnya bisa stabil jika diletakkan; kalau dipegang tidak masalah; display, penggunaan, dan pengirimannya bagus. Sedangkan seni menyangkut bagaimana teks, warna
dan gambarnya bisa menarik perhatian dan mengikat emosi orang yang melihatnya.

Dalam marketing, packaging merupakan sarana komunikasi sebuah produk. Kemasan menjadi sarana terbaik untuk mendorong konsumen untuk membeli sebuah produk dan untuk membangun loyalitas konsumen terhadap produk. Sebab, packaging bisa menjadi “personal statement” bagi konsumen untuk menunjukkan jati diri mereka.

Namun dalam perkembangan marketing yang modern, belakangan ini bukan hanya kemasan fisik yang membuat sebuah produk menjadi lebih berharga. Kemasan lingkungan akan menambah nilai dari sebuah kemasan fisik. Contohnya, kasus minuman ringan tadi.

Kemasan lingkungan, mulai dari lokasi usaha, kemewahan gedung dan kemasan pelayanan dapat merubah harga menjadi sedemikian fantastis. Sate ayam di warung tenda pinggir jalan dengan di hotel berbintang harganya jauh berbeda, dan masing-masing tetap ada pembelinya. Sayuran dari pucuk gunung yang ditanam tanpa pupuk kimia, dapat dikemas di restoran mewah dengan label sayuran organik, dengan harga jauh di atas harga sayuran pada umumnya.

Kini, kita bisa bercermin kepada kasus kaleng minuman ringan . Benarkah kemasan ”lingkungan” kita mencerminkan ”harga’” kita?

Para pakar genetika ternak mengatakan performa produksi ternak akan optimal apabila mutu genetik bagus didukung lingkungan yang sesuai. Ternak ayam ras yang potensi produksi telurnya 300 butir per tahun, membutuhkan perlakuan lingkungan yang berbeda dengan ayam kampung yang hanya 100 butir per tahun.

Lingkungan kita pun membentuk kita dengan cara yang unik. Ia mempengaruhi melalui televisi, radio, bacaan media cetak, media internet, obrolan di warung kopi, obrolan dengan teman sekantor atau seprofesi, obrolan teman sekolah, rapat RT, bahkan obrolan dengan seseorang yang baru kenal. Semuanya dapat mempengaruhi pola pikir anda dan selanjutnya membuat citra anda yang sekarang anda miliki.


Lingkungan kita telah mengemas kita menjadi sesuatu yang seperti sekarang ini. Kita tidak perlu heran, bila kita rela membayar seorang tokoh dalam suatu seminar dengan harga yang mahal meskipun kita sudah tahu apa yang akan dia bicarakan. Ya, karena tokoh itu pemimpin organisasi tertentu, menerima penghargaan dari lembaga internasional, dan segudang pengalaman lainnya.

Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda karena Lingkungan berbicara tentang relationship. Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang sama akan bernilai berbeda jika ia berasal dari lingkungan
yang berbeda.***

Email bambangsuharno@telkom.net
Informasi training SDM perusahaan hubungi Gita Organizer 021.78841279 (Nur Aidah), 08129354768 (Fajar Adi Purnama)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Artikel Populer