Tuesday, October 16, 2007

Penyakit Jamur Terkait Pakan Ternak

(( Beberapa jenis penyakit akibat jamur terjadi. Dari gudang pakanlah malapetaka penyakit dengan jamur tersebut dimulai. ))

Pada peternakan ayam, penyakit aspergilosis dan kandidiasis merupakan penyakit yang umum ditemukan. Demikian Drh Jully Handoko Akademisi Fakultas Peternakan UIN Suska Riau menyatakan,

Lebih rinci dijelaskan Jully, kapang Aspergilus flavus dan Aspergilus paraciticus menghasilkan metabolit toksik berupa aflatoksin. Kerugian akibat aflatoksin ini bisa dalam bentuk cemaran pada bahan baku dan pakan ternak yang disinyalir dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produk ternak itu sendiri.

Pakan dengan cemaran kapang dari jenis Aspergilus flavus dan jenis lainnya, bila diberikan ke ayam akan menimbulkan penyakit aspergilosis.

Menyoal aspergilosis pada ayam dengan toksinnya yang mengkontaminasi pakan dilaporkan Bahri et al., 1994 bahwa 80% pakan ayam yang dikumpulkan dari berbagai daerah di Indonesia telah terkontaminasi aflatoksin B1 dengan variasi ukuran antara 10,1 – 54,4 ppb.

Sedang Maryam, 1996 telah mendeteksi keberadaan residu aflatoksin B1 dan M1 pada hati dan daging ayam dengan kadar rata-rata 0,007 ppb dan 12,072 ppb dalam hati ayam, sedang pada daging ayam dengan kadar rata-rata 0,002 ppb dan 7,364 ppb.

Artinya, keberadaan residu aflatoksin ini disinyalir dapat membahayakan konsumen karena diduga toksin dari kapang jenis aspergilus ini dapat menyebabkan kanker pada manusia.

Kembali ke drh Jully Handoko alumni FKH UGM, dampak lain dari keberadaan aflatoksin dalam pakan ayam adalah terjadinya penurunan bobot badan. Sehingga, tujuan akhir dari pemeliharaan ayam pedaging atau broiler berupa pencapaian bobot badan maksimal tidak tercapai.

Di samping itu, pada ayam petelur dapat pula menurunkan produksi telur, dengan demikian kerugian akibat aflatoksin bukanlah sekedar isapan jempol belaka namun benar adanya.

Aspergilosis

Bila dikaji lebih jauh, Aspergilosis merupakan penyakit pernafasan atau brooder pneumonia yang disebabkan oleh cendawan dari genus aspergilus yang dapat menyerang manusia disamping ternak.

Penyakit ini sering dijumpai pada unggas seperti pada ayam dan itik, sedang pada ternak lainnya kasusnya sangat jarang ditemukan. Pada ayam, infeksi akibat aspergilosis dapat ditemukan pada alat pernafasan termasuk kantong udara dengan tingkat penyebaran yang cukup tinggi melalui darah ke bagian lain dari tubuh ayam.

Penyakit ini dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu aspergilosis bentuk akut dan aspergilosis bentuk kronis. Aspergilosis bentuk akut sering ditemukan pada ayam dengan usia muda yang dicirikan tingginya angka morbiditas dan mortalitas.

Sedang ayam dewasa sering terpapar aspergilosis dalam bentuk kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang rendah, namun secara umum angka kematian ayam yang terpapar aspergilus ini berkisar antara 50-65 %.

Aspergilosis biasanya bersifat sporadis. Secara umum munculnya aspergilosis di areal peternakan diprediksi akibat kelengahan atau kelalaian peternak dalam hal menjaga kebersihan kandang termasuk gudang pakan yang disinyalir sebagai mediator awal kemunculan jamur ini. Kenapa harus gudang pakan?

Menurut Jully, dari gudang pakanlah malapetaka penyakit dengan jamur tersebut dimulai. Dirunutnya dengan rinci, pada peternakan broiler yang fokus usaha ditujukan untuk menghasilkan daging dengan konsekwensi penuh pada pemberian pakan tepat waktu dengan tidak mengindahkan kandungan gizi dan jumlah pakan yang diberikan: Agar tidak terjadi keterlambatan dalam pemberian pakan, peternak biasanya menempatkan pakan pada gudang pakan yang diposisikan tidak jauh dari lokasi kandang.

Kemudian pakan ditumpuk ditempat tersebut dengan tidak mengindahkan kebersihan dan persyaratan penyimpanan pakan yang dianjurkan, sehingga pada kondisi tertentu yakni saat musim tak bersahabat, bertumbuhanlah jamur pada pakan dan ini tidak direspon oleh peternak.

Malahan, memberikan pakan yang telah terkontaminasi jamur tersebut pada peliharaannya. Pada kondisi inilah, penyakit akibat jamur yang mengkontaminasi pakan seperti aspergilosis tak dapat dihindari.

Seyogyanya, pembangunan gudang pakan ini tetap mengacu pada prosedur pembangunan kandang yang dipersyaratkan seperti cukup ventilasi, mendapatkan sinar matahari langsung, tidak ditempat yang lembab, dengan posisi lantai yang ditinggikan dari permukaan tanah, dan menghindari gudang dari debu.

Aflatoksikosis

Sementara itu, tercemarnya pakan ternak oleh aflatoksin menurut Dewi Febrina SPt MP dapat juga menyebabkan terganggunya fungsi metabolisme, absorpsi lemak, penyerapan unsur mineral berupa tembaga, besi, kalsium, fosfor, dan beta karoten, serta terjadinya kerusakan pada kromosom, perdarahan dan memar.

“Inilah penyebab awal terhambatnya pertumbuhan ternak, penurunan produksi, melemahnya sistem kekebalan tubuh, dan disisi lain sifat immunosupresif aflatoksin diduga dapat menyebabkan kegagalan vaksinasi, bahkan kejadian ini dapat berakhir pada kematian,” jelas alumni pasca sarjana Unand ini dengan mantap.

Kandidiasis

Penyakit lain yang juga tak kalah pentingnya diketahui peternak adalah kandidiasis yang juga masih dipromotori jamur, bersifat infeksi pada saluran pencernaan terutama tembolok, dan kadang-kadang pada rongga mulut, esofagus dan proventrikulus.

Masa inkubasi tidak tetap artinya selalu bervariasi tergantung pada kondisi daya kebal tubuh ternak dimaksud. Penyakit ini ditemukan pada ayam, terutama peternakan ayam komersial, dengan gejala klinik pada ayam muda seperti gangguan pertumbuhan, pucat, lesu, lesi gatal pada ulkus kulit dan selaput lendir, pneumonitis, dan bulu berdiri.

Penampakan lain yang juga tak kalah pentingnya dalam mengidentifikasi kandidiasis ini adalah kondisi bulu di sekitar kloaka yang kotor, ini disebabkan adanya tempelan feses penderita akibat keradangan pada kloaka. Berbeda dengan aspergilosis, kandidiasis disebabkan oleh Candida albicans, merupakan jamur yeast atau ragi dari famili fungi.

Sifat jamur ini relatif lebih resisten di dalam tanah dan tahan terhadap berbagai desinfektan. Kembali ke drh Muhammad Firdaus MSi alumni pasca sarjana Unri menyatakan, penularan kandidiasis biasanya melalui oral karena ayam sehat mengkonsumsi pakan atau air minum yang sudah tercemar Candida albicans.

Dalam hal ini, kandidiasis tidak ditularkan melalui ayam per ayam, sehingga untuk pencegahan kandidiasis ditingkat peternak agak lebih muda yakni cukup mengetatkan sanitasi lingkungan kandang dan ternaknya serta menjaga agar pakan tetap dalam keadaan baik. (Daman Suska)

1 komentar:

Anonymous said...

sip pinter ok gan.....''''''

Post a Comment

 
Infovet Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template